Judi Online

Hal Buruk Yang Sering Dilakukan Anak Sekolah Yang Hobi Bermain Judi

Hal Buruk Yang Sering Dilakukan Anak Sekolah Yang Hobi Bermain Judi

Anak yang masih duduk di bangku sekolah, seharusnya lebih giat belajar. Tetapi, sejak berkembangnya teknologi saat ini banyak yang mengalami kecanggihan dan perkembangan.

Perkembangan itu juga terjadi pada permainan judi. Kita tahu bersama, saat ini juga banyak anak sekolah yang terjerumus pada judi tersebut. Dan bahkan anak sekolah itu juga sampai mengalami kecanduan.

Seorang anak yang masih bersekolah, jika mengalami kecanduan dalam bermain judi, sangatlah fatal. Mengapa? Karena akan memberikan dampak-dampak buruk bagi kehidupan dan pendidikan anak tersebut.

Pada saat memenangkan permainan judi memanglah anda akan mendapatkan keuntungan. Tetapi bagaimana pada saat anda kalah saat bermain? Bukannya akan rugi.

Apalagi saat ini permainan judi seperti poker qq online seakan-akan menjadi dunia dan hobi baru bagi sebagian anak sekolah. Dan seakan permainan judi tersebutlah yang ada dalam pikirannya sepanjang waktu. Tanpa mereka pikirkan dampak yang akan terjadi pada dunia pendidikannya jika telah kecanduan.

Anak yang seperti itu, cenderung akan memberikan hal-hal yang buruk. Tentu saja hal tersebut sangat tidak disukai oleh para orang tua maupun masyarakat sekitarnya .

Hal itu juga hanya akan membuat anak tersebut dijauhkan teman-temanya. Karena semua orang sangat tidak akan senang jika ada anak yang kecanduan dalam bermain judi.

Alhasil, anak tersebut akan melakukan banyak hal buruk. Dan semua perbuatan itu mencerminkan perilaku atau sikap yang buruk. Oleh karena itu, para orang tua harus selalu mengawasi pergaulan anaknya. Hal itu juga demi terhindarnya anak pada hal yang buruk.

Inilah Hal Buruk Dari Anak yang Bermain Judi Online

Sering Mencuri

Hal buruk yang sering anak lakukan jika terjerumus atau kecaduan judi adalah mencuri. Hak itu karena, anak tersebut masih tidak memiliki modal atau uang yang cukup untuk bertaruh. Hal itulah yang menyebabkan anak sekolah tersebut mencuri.

Hal itu mereka lakukan demi melanjutkan sebuah permainan. Karena mereka tidak akan merasa puas jika tidak mendapatkan hadiah tanda kemenangn tersebut.

Malas Belajar

Seorang anak yang telah kecanduan dengan bermain judi, juga dapat menyebabkan malas belajar. Mereka akan bermain judi dengan waktu yang cukup lama. Tanpa mereka pikirkan bahwa dengan belajar, prestasi atau potensi akan semakin berkembang.

Daripada bermain judi dengan waktu yang cukup lama di dalam rumah, ada baiknya anak itu belajar.. Apalagi jika bermain judi di sekolah. Hal itu akan sangat merugikan sekali.

Seorang anak yang malas belajar hanya memikirkan permainan seperti tentu sanagt buruk. Dengan begitu potensi anak semakin menurun. Dan kuatirnya, anak tersebut tidak akan mendapatkan juara kelas.

Baca juga: Uang Hasil Judi untuk Sedekah, Infak, dan Zakat. Halal-kah?

Mari simpulkan saja bahwa bermain judi ini sangat berdampak buruk yang sangat besar dan merugikan. Bukan hanya anaknya yang rugi, akan tetapi orangtua dan keluarga.

Nah itulah beberapa hal buruk yang seorang anak penggemar berjudi lakukan Semoga ini bisa menjadi peringatan bagi anak dan juga orangtua, bahwa berjudi itu sangat merugikan. Bukan masa sekarang saja akan tetapi masa depannya juga bisa saja hancur berantakan.

Alasan Live Draw Dilarang, Simak Selengkapnya !

Alasan Live Draw Dilarang, Simak Selengkapnya !

Live draw HK sendiri ialah suatu permainan yang dilakukan dengan cara taruhan dengan sejumlah uang ataupun barang tertentu. Yang dilakukan oleh seseorang atau semua elemen pemasang taruhan atau yang dapat disebut bettor.

Mengapa Orang Bermain Judi?

Orang beranggapan melakukan perjudian HK di sebuah situs online  hanya sebatas untuk menyenangkan diri sendiri. Dan beranggapan sangat cocok untuk mengisi waktu luang.

Namun, semua pernyataan itu salah live draw ini malah banyak sekali merugikan orang.

Banyak yang sebenarnya belum tahu mengenai permainan live draw hk dilarang atau tidak. Mempertaruhkan uang guna melipatkannya agar mendapatkan banyak keuntungan dalam waktu yang singkat. Ini merupakan kesalahan, kita juga harus berupaya dengan kerja keras demi mendapatkan uang tersebut.

Alasan Mengapa Hal Ini Dilarang

Dan merupakan hal yang wajar jika permainan ini haram. Karena adanya proses pelipat gandaan, dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan yang banyak. Ini jelas tidak diperbolehkan.

Permainan live draw hk di dunia maya menjadi haram jika kita menguangkan hasil dari uang yang diperoleh. Lalu kita memutarkan uang itu kembali ke masyarakat dan menghasilkan bisnis yang baru.

Sudah jelas sekali bahwa ini sangat haram karena uang tersebut merupakan hasil dari perjudian. Sudah kita ketahui bahwa kita akan menukarkan uang dengan chip yang tadi di mainkan untuk kita berjudi.

Ketika kita menang dalam chip itu nantinya akan kita tukarkan kembali dalam jumlah yang sangat banyak. Karena kita sudah berhasil menggandakan uang tersebut.

Bedanya jika kita bermain di internet kita akan mendapatkan uang yang sangat banyak lalu bisa kita tukarkan dengan uang yang banyak juga. Jadi sudah jelas alasan adanya  larangan live draw hk. Namun, banyak sekali yang memiliki pandangan yang berbeda mengenai permainan live draw hk ini.

Banyak yang menganggap live draw hk ini dapat dijadikan sumber penghasilan yang utama. Padahal sama sekali tidak mungkin, karena setiap kemenangan pasti ada kekalahan.

Tidak akan kita merasakan kemenangan berkali-kali pasti akan ada namanya kekalahan. Inilah yang dapat merugikan diri kita sendiri. Semua pastinya memang memiliki pandangan yang berbeda-beda dan tidak bisa kita mengelaknya. 

Ingin meninggalkan permainan live draw hk ini atau meneruskan permainan ini. Karena jika semakin diteruskan akan semakin terjerumus kamu.

Baca juga: Hikmah Adanya Larangan Poker Online Dalam Agama Islam

Jika kamu ingin merasakan keamanan hendaknya kamu tinggalkan saja permainan live draw hk. Agar kamu tidak banyak di benci orang dan jika kamu tahu sudah ada larangan pastinya dalam agama yang mengharuskan kamu untuk meninggalkannya.

Jadi tunggu apalagi, tinggalkan saja permainan judi yang sangat membuat kamu rugi. Bukan hanya hidupmu saja yang akan hancur tapi orang yang berada di dekat kamu juga akan merasakannya. Bahkan, Tuhan pun akan sangat membenci orang yang berjudi live draw hk.

Nah, itu saja yang dapat disampaikan mengenai live draw hk. Semoga apa yang sudah disampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua dan memberikan pelajaran untuk kita bahwa permainan judi live draw hk itu sangat dilarang baik yang di dunia nyata maupun di dunia maya.

Selamat membaca ya untuk teman-teman sekalian semoga bermanfaat dan kalian bisa lebih mensyukuri hidup ini. Dengan tidak bermain live draw hk lagi dan bermain yang sewajarnya ya teman-teman jangan berlebihan apalagi sampai kecanduan.

Larangan Judi dalam Islam, Yuk Cari Tahu Alasannya

laramgan judi dalam islam
sumber: pinterest.com

Penggila judi pasti penasaran mengapa ada larangan judi dalam islam. Kalian yang hobi main judi (judi dalam bentuk apapun) pastinya penasaran kenapa islam, agama yang identik sebagai agama yang penuh perdamaian, melarang adanya judi. Tidak main-main, larangan ini bahkan sudah ada sejak jaman Rosulullah. Penasaran kan alasan apa saja yang menyebabkan perjudian dilarang? Yuk simak informasinya berikut ini. 

Larangan Judi dalam Islam Karena Judi adalah Suatu Kekejian

Disebutkan dalam Alqur’an dalam Q.S Almaidah: 90 bahwa ada beberapa perbuatan setan. Perbuatan-perbuatan tersebut antara lain meminum khamar (minuman yang memabukan), berjudi, menyerahkan korban untuk berhala, dan mengundi nasib seseorang dengan anak panah. 

Allah, Tuhan semesta alam, meminta seluruh umat muslim di dunia untuk menjauhi perbuatan-perbuatan tersebut. Allah juga mengatakan bahwa kita umat muslim wajib menghindari perbuatan-perbuatan tersebut agar kita termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung. Nah, firman Allah inilah yang kemudian menjadi dasar adanya larangan judi dalam agama islam. 

Adanya larangan judi dalam islam tentu saja sangat masuk akal karena praktik judi tidak akan memberikan keuntungan bagi para pemainnya. Sebaliknya, perjudian dapat mengantar para pemainnya menuju kehancuran dalam hidupnya. Sebagian besar pemain judi pada akhirnya sadar bahwa praktik judi yang mereka lakukan pada akhirnya membuat mereka rugi.

Tentu ada banyak kerugian akibat bermain judi. Sebut saja salah satu contoh yang paling nyata adalah kerugian finansial yang dapat merambah ke masalah-masalah lainnya seperti masalah kriminal, kehancuran rumah tangga, kesehatan mental yang terganggu, dan lain sebagainya. 

Lantas, apakah islam juga melarang perlombaan seperti perlombaan olahraga karena ‘dekat’ dengan taruhan atau perjudian? Islam sebenarnya tidak melarang ajang perlombaan olahraga apapun asal tidak mengandung unsur perjudian. 

Lantas apa saja kriteria perlombaan yang mengandung unsur perjudian? Salah satunya adalah adanya pemberian hadiah atau keuntungan dalam bentuk apapun. Selama suatu perlombaan hanya untuk tujuan hiburan dan tidak menyertakan hadiah, sah-sah saja hukumnya. 

Larangan Judi dalam Islam Karena Judi adalah Perbuatan yang Tidak Adil

Memang benar bahwa jika kita lakukan pengamatan, kita tentu dapat melihat bahwa tidak ada satupun praktik judi menyenangkan dan menguntungkan. Jikalaupun seseorang pernah mendapatkan keuntungan dari bermain judi, kesenangan ini sifatnya hanya sementara. Ini adalah alasan kedua mengapa ada larangan judi dalam islam. 

Dalam permainan judi, tidak ada prinsip keadilan. Padahal, dalam agama islam, prinsip keadilan sangat penting. Bahkan prinsip keadilan ini disebut dalam Q.S Almaidah yang maknanya kurang lebih: orang-orang yang beriman wajib menegakan kebenaran karena Allah. Orang-orang yang beriman juga wajib menjadi saksi dengan adil. Kita sebagai orang yang beriman tidak diperkenankan untuk membenci suatu kaum yang kemudian mendorong kita berbuat tidak adil (Almaidah: 8). 

Judi Mendorong Keserakahan dan Kemalasan

Alasan adanya larangan judi dalam islam yang satu ini sungguh nyata. judi memang terbukti mendorong pemainnya untuk berbuat serakah dan malas, khususnya malas bekerja. Karena adanya obsesi untuk menang, seorang pemain judi akan berbuat apa saja. Tak hanya itu, ketika seseorang menang judi, ia akan semakin kecanduan untuk bermain judi lagi dan lagi agar mendapatkan kemenangan lagi. 

Ketika seseorang tengah asik bermain judi, ia kerap lupa dengan pekerjaannya, hingga lupa dengan pekerjaannya. Terlebih jika menang, sebagian besar pemain judi akan malas untuk bekerja atau mencari nafkah. Pikiran mereka sudah terdoktrin bahwa dengan berjudi, mereka akan memperoleh uang banyak dalam waktu singkat. Mereka tidak perlu lelah bekerja untuk mendapatkan uang yang mereka inginkan. 

Judi Membuat Orang Melupakan Allah, Tuhan Alam Semesta

Alasan yang paling mengerikan dari adanya larangan judi dalam islam adalah bahwa judi bisa membuat seseorang melupakan tuhan. Jarang sekali ada pemain judi yang ingat dengan Allah saat bermain judi. Sebaliknya, ia melupakan-Nya. Ia kerap mengabaikan kewajibannya sebagai muslim/ muslimah, yaitu beribadah kepada Allah. 

Orang-orang yang sibuk dengan kegiatan berjudinya kerap menunda doa atau bahkan tidak ada keinginan untuk berdoa kepada Allah SWT. Yang ada adalah mereka adalah hamba uang. Mereka lebih memilih kesenangan duniawi yang sifatnya hanya sementara. 

Jadi ingat dengan petuah seorang ulama yang mengatakan bahwa jika seseorang tidak lagi mampu menjaha fitrahnya sebagai makhluk ciptaaan Tuhan, agamanya tak lagi berarti dalam kehidupannya. 

Adapun beberapa alasan lainnya mengapa ada larangan judi dalam islam. Judi dapat menjadikan seseorang terdorong untuk benci dan iri terhadap kesuksesan orang lain. Judi juga dapat menyebabkan seseorang kecanduan. 

Nah, setelah mengetahui beberapa alasan mengapa ada larangan judi dalam islam, semoga kita semua dapat menghindari perbuatan yang tidak disukai oleh Allah ini. Yuk kita fokus untuk berlomba-lomba dalam berbuat baik saja.

Baca juga: Judi Menurut Islam: Hukum, Bahaya, Larangan, dan Azab Judi

Lagu tentang Judi Karya Rhoma Irama, Syiar dalam Syair

Siapa yang tak kenal dengan Raja Dangdut Rhoma Irama. Pedangdut senior yang biasa disapa Bang Haji ini kerap menyisipkan pesan moral dengan indah melalui lagu-lagunya. Tak hanya asik untuk didengar, hampir semua lagu Bang Haji ini memiliki nilai moral yang patut kita acungi jempol. Salah satu lagu ciptaanya yang terus menggaung di telinga pecinta dangdut hingga kini adalah judi, lagu tentang judi, yang sangat nge-hits di tahun 80an-90an.

lagu tentang judi
sumber: medium.com

Bang Haji tentu memiliki tujuan mengapa lagu tentang judi ini dibuat. Melalui lagu, beliau ingin memberi pesan kepada masyarakat bahwa judi adalah perangkap setan yang hanya memberi kesenangan sesaat saja. 

Latar Belakang Diciptakannya Lagu tentang Judi Karya Bang Haji Rhoma Irama

Tahun 1980an hingga 1990an, perjudian begitu marak. Bahkan kabarnya di masa itu, perjudian adalah perbuatan yang legal. Tak heran jika banyak masyarakat kita yang terjerumus ke dalam lubang candu judi yang merugikan. 

Ada sebuah jenis judi yang terkenal di tahun 1990an, yaitu SDSB. Ada juga judi yang dinamai Porkas. Kedua jenis judi ini adalah yang terfavorit karena paling sering dimainkan oleh masyarakat ketika itu. Nah, fenomena ini yang kemudian menginspirasi Bang Rhoma untuk membuat lirik lagu tentang judi. 

Bedah Lirik Lagu Judi Karya Rhoma Irama

Dalam lirik lagu tentang judi ini, Bang Rhoma menjelaskan dengan detail mengapa judi bisa mengubah orang kaya menjadi miskin. Dalam lirik lagu, disampaikan juga bahwa benarlah apa yang dilarang oleh Allah pasti nantinya bermanfaat. Judi tiada gunanya. Bang Rhoma melalui lirik lagunya menyampaikan juga bahwa judi menghancurkan kehidupan umat manusia. Judi juga membuat manusia lupa. 

Keunikan lirik lagu tentang judi karya Bang Haji ini sepertinya membius para pendengarnya. Bagaimana tidak, masih ada banyak pesan moral lainnya yang disampaikan melalui lirik ini. Seperti arti makna lirik yang kurang lebih begini: judi dapat membuat iman seseorang terkikis. Saat iman tidak ada lagi di kalbu, apa pun dijadikan tuhan. 

Apa pun dijadikan tuhan pada lirik ini mengacu pada praktik perdukunan yang tiba-tiba ramai oleh para pecandu judi. Dukun yang notabene tidak tahu apa-apa soal dunia menjadi ‘tuhan’ bagi mereka para pecandu judi. Herannya, pecandu judi begitu percaya dengan apa kata si dukun. 

Saat dukun dituhankan, saat itulah seseorang tersesat dan telah menjadi orang kafir karena telah menyekutukan Allah. Jika hal ini terjadi, inilah kerugian manusia yang paling nyata. Kerugian yang sudah pasti akan membawa penderitaan abadi di akhirat nanti. 

Nilai Moral & Agama pada Lirik Lagu Judi

Bang Haji, masih melalui lirik indah lagu tentang judi buatannya, juga seolah ingin menyampaikan pesan bahwa seharusnya semua orang tidak mencari uang dengan cara berjudian. Kita semua sebagai orang yang beriman seharusnya menolak dan bahkan mengutuk praktik perjudian. Uang dan apapun hasil perjudian adalah najis dan tidak membawa keberkahan sama sekali. 

Sepertinya kita semua sangat setuju dengan apa yang disampaikan oleh Bang Haji melaui lirik lagu tentang judi. Semua nilai moral yang tertulis dalam lirik tersebut benar adanya. Dalam lirik tersebut juga diceritakan bahwa istri dan anak bisa menjadi korban praktik perjudian. Bahkan lebih ngerinya lagi, istri dan anak bisa saja dijual untuk menutup hutang akibat berjudi.

Ini adalah kebenaran bahwa judi bisa membuat pikiran dan hati pelakunya menjadi gila. Tak heran jika sebagian besar penggila judi pada akhirnya mengalami nasib yang buruk. Ia bisa menjadi orang gila atau minimal menjadi orang yang menderita. 

Judi, menurut Bang Haji, adalah neraka dunia. Sekali seseorang jatuh ke dalamnya, ia akan terus terperangkap selamanya. Hanya dengan pertolongan Allah SWT, ia baru bisa lepas dari jeratan dunia judi. Hanya dengan bertaubat dan berjanji tidak akan pernah masuk ke dunia setan itu lagi, Allah pasti akan memberi pertolongan. Allah mencintai orang-orang yang bertaubat. 

Kerja Keras adalah Ibadah

Kerja keras adalah solusi untuk mendapat rejeki Allah. Cara ini adalah cara yang berkah dan cara yang dicintai Allah. Bahkan para ulama mengatakan bahwa mencari nafkah untuk keluarga dianggap sebagai ibadah. Akan diberi pahala yang besar oleh Allah kepada mereka para pejuang nafkah halal. 

Kita tidak sepatutnya kecewa apabila kita belum mendapatkan apa yang kita inginkan meski telah bekerja keras. Tidak perlu berkecil hati karena Allah SWT akan memberi ganti yang jauh lebih baik, atau saat ini adalah bukan waktu yang tepat untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, atau Allah akan memberinya di saat yang tepat. Selalu berfikir positif pada rencana Allah SWT. 

Tetap fokus pada ibadah dan kebaikan-kebaikan yang disukai Allah. Bukankah surga dengan segala kenikmatannya akan menjadi tujuan akhir umat manusia pilihan Allah? Yuk berlomba-lomba menjadi orang yang masuk dalam golongan orang-orang pilihan Allah. 

Baca juga: Judi Menurut Islam: Hukum, Bahaya, Larangan, dan Azab Judi

Hukum Bermain Judi dalam Pandangan Islam

Assalamualaikum sahabat. Pada kesempatan ini kalian para sahabat akan mendapatkan informasi yang bermanfaat tentang hukum bermain judi. Mungkin sebagian dari kalian sudah tahu tentang hukum bermain judi dalam pandangan islam. Tapi tidak ada salahnya bagi kalian untuk mengetahui lebih detail tentang hukum bermain  judi dan mengapa judi dilarang dalam ajaran islam.

hukum bermain judi
sumber: telegraph.co.uk

Sebagian besar umat islam pastinya tahu bahwa hukum bermain judi adalah haram. Judi sendiri dalam bahasa arab adalah ‘maisir’ yang memiliki arti memperoleh keuntungan dengan mudah tanpa bekerja atau kerja keras terlebih dahulu. Kata ‘masyir’ (kata turunan dari ‘maisir’) artinya menyerahkan barang berharga atau harta bagi pihak yang kalah, dan mendapatkan harta bagi pihak yang menang. 

Judi di Indonesia sendiri sudah dianggap sebagai bagian dari lifestyle dan hiburan, khususnya bagi mereka yang berduit, sedang bagi mereka yang secara kemampuan finansial rendah, judi menjadi salah satu sumber penghasilan pokok atau sumber penghasilan tambahan.

Perbedaan tujuan bermain judi ini yang menjadi penyebab utama mengapa perjudian (perjudian dalam bentuk apapun) tetap eksis dan makin menjamur hingga saat ini. Bahkan setelah maraknya perjudian online yang mudah diakses secara online oleh siapa saja, kini judi juga meracuni generasi muda kita. 

Hukum Bermain Judi

Dalam firman-Nya, Allah berkata, “ sesungguhnya meminum khamar dan berjudi, berkorban untuk sembahan berhala, mengundi nasib dengan menggunakan panah adalah perbuatan setan. Maka dari itu, jauhilah perbuatan-perbuatan tersebut agar kamu beruntung” (Q.S Almaidah ayat 90). 

Dalam ayat Alqur’an ini sangat jelas maknanya bahwa judi termasuk dalam perbuatan setan yang wajib dijauhi oleh kita semua. Masih menurut salah satu ayat di Surat Almaidah dikatakan juga kita, umat islam, diminta untuk menjauhi beberapa perbuatan di atas, termasuk judi, agar kita termasuk orang-orang yang beruntung. Dari jabaran arti ayat 90 Surat Almaidah ini sangat jelas bahwa hukum bermain judi menurut agama islam adalah haram (berdosa jika dilakukan). 

Di masa jahiliyah, judi telah menjadi bagian dari tradisi. Sebagian masyarakat saat itu gemar berjudi, mulai dengan taruhan kecil hingga taruhan besar seperti taruhan budak. Adapun jenis judi yang terkenal saat itu adalah judi dengan 10 orang anggota di mana semua anggota berserikat untuk membeli unta. Masing-masing memiliki besaran saham yang sama. 

Kemudian permainan dilanjutkan dengan melakukan pengundian. Dari hasil undian tersebut, 7 orang memperoleh bagian yang berbeda. Hal ini sesuai dengan tradisi yang berlaku di masyarakat saat itu. Sedang 3 orang sisanya tidak mendapatkan bagian sedikitpun, alias mereka bertiga kalah.

Perbedaan Judi Di Masa Jahiliyah dan Judi di Jaman Now

Masih membahas seputar hukum bermain  judi, berbeda dengan masa jahiliyah, saat ini bentuk perjudian sudah beraneka ragam. Sebut saja perjudian yang menggunakan sistem undian. Kemudian ada juga perjudian dalam bentuk pembelian barang lalu ada hadiah yang disematkan di dalamnya. Adanya kupon di sebuah barang yang dijual-belikan juga termasuk dalam jenis perjudian. 

Berbagai jenis asuransi (tentunya cukup mengejutkan bagi kalian tentunya) juga termasuk dalam bentuk perjudian di jaman sekarang. Jadi, kesimpulannya, perjudian di jaman serba modern ini tidak hanya dalam bentuk judi online, judi togel, dll yang memang sudah pasti dilarang oleh agama dan hukum di negara kita, melainkan juga dalam bentuk perniagaan dan asuransi yang kerap kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. 

Taruhan jenis apapun juga termasuk perbuatan judi. Ingat dengan taruhan atau tebak-tebakan skor bola selama ajang pesta sepak bola dunia, Piala Dunia? Taruhan semacam itu sudah pasti masuk dalam judi. 

Nah, bagi kalian yang pernah melakukan taruhan dalam bentuk apapun, sebaiknya mulai sekarang hindari. Lakukan hal-hal positif yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lai agar Allah membalas kalian dengan kebaikan-kebaikan lainnya.

3 Macam Hukum Berbagai Macam Perlombaan

Dalam islam, selain hukum bermain  judi, ada tiga jenis hukum lainnya terkait dengan berbagai jenis perlombaan yang dalam praktiknya mirip dengan judi. Berikut penjelasannya:

  1. Diperbolehkan alias halal untuk berbagai jenis perlombaan yang bertujuan syiar islam. Contoh: lomba menghafal Alqur’an, lomba memanah dan menunggang kuda (kedua kegiatan ini masuk dalam sunah Rosul), lomba da’i , dan lain sebagainya.
  2. Mubah alias boleh asal tidak mengandung unsur judi.

Contoh: lomba lari maraton, lomba baca puisi, dll yang pemenangnya tidak diberi hadiah atau keuntungan dalam bentuk apapun. 

  1. Haram apabila perlombaan tersebut didukung dengan teknis dan sistem pemberian hadiah seperti judi.

Contoh: sabung ayam, tinju, lomba Miss Universe/ ratu kecantikan lainnya, adu banteng, dan lain sebagainya.

Demikian artikel singkat tentang hukum bermain judi. Semoga kita dihindarkan dari segala macam perbuatan yang tidak disukai Allah, termasuk judi.  Jika kalian memiliki tambahan informasi tentang hukum bermain judi, silahkan langsung share di kolom komentar di bawah ini.

Baca juga: Judi Menurut Islam: Hukum, Bahaya, Larangan, dan Azab Judi

Bahaya Judi Togel dan Judi-Judi Lainnya Menurut Islam

bahaya judi online
sumber: coindesk.com

Sudah menjadi rahasia umum bahwa masyarakat kita sebenarnya mengetahui tentang bahaya judi togel dan judi-judi lainnya secara nyata untuk kehidupan mereka. Bahkan agama apa pun melarang praktik judi karena judi telah terbukti membawa dampak yang buruk bagi para pemainnya dan orang-orang di sekitarnya.

Dalam agama islam sendiri, judi disebut sebagai perbuatan setan yang mampu menjerumuskan manusia ke neraka. Masih menurut pandangan agama islam, judi adalah najis. Bahkan ada surat dan ayat tersendiri yang membahas aka hukum judi menurut islam. Ini adalah bukti nyata bahwa judi, apapun bentuknya (termasuk judi togel), berbahaya bagi kehidupan umat manusia. Penasaran apa saja bahaya judi togel dan judi-judi lainnya menurut islam? Yuk cek informasinya berikut ini. 

Bahaya Judi Togel: Lupa dengan Tuhan

Bahaya judi togel dan judi-judi lainnya yang pertama adalah judi kerap membuat pemainnya lupa dengan Allah. Ketika seseorang sudah asik dengan permainan judinya, awalnya ia akan menunda untuk beribadah dan berdoa kepada Allah. Kebiasaan buruk ini lalu berubah semakin buruk lagi dengan sengaja tidak beribadah dan berdoa kepada Allah. Ia menganggap bahwa ibadah dan doa itu tidak penting. Ia lebih memilih judi sebagai prioritasnya dibandingkan dengan doa & ibadah. 

Bagi seorang pemain judi yang sedang mengalami fase ini, ia memiliki pikiran bahwa judi adalah hal yang paling penting saat ini. Konsentrasi pikirannya harus fokus pada hal-hal tertentu seperti  bagaimana cara menangkan judi yang sedang dimainkannya, jika menang uangnya akan digunakan untuk apa, dll. Sebagian besar pemain judi di fase ini juga sudah terbuai dengan angan-angan palsu akan kemenangan yang diraihnya. 

Bahaya Judi Togel: Membuat Orang Menjadi Malas

Sepertinya bahaya judi togel dan judi-judi lain yang satu ini terbukti kebenarannya. Bagaimana tidak menjadi malas; seseorang yang hobi mainkan judi cenderung melupakan pekerjaan utamanya. Ia sudah terbuai dengan angan-angan akan kemenangan instan yang akan berikan uang banyak dari hasil berjudi. 

Orang yang hobi berjudi juga akan semakin malas untuk bekerja karena bekerja membuatnya lelah dan penuh dengan tekanan. Gaji yang didapat pun dirasa tak sebanding dengan kerja keras yang telah ia lakukan. Berbeda dengan main judi. Menurut pengakuan sebagian besar pemain judi, bermain judi itu sangat menyenangkan. Hanya dengan usaha kecil saja, peluang untuk menang selalu ada. 

Pemain tidak merasakan lelah berlebihan namun keuntungan yang didapat dari hasil kemenangan berjudi sangat besar. Kemudian dari segi waktu, seseorang bisa saja menangkan judi hanya dalam waktu singkat. Tidak perlu menunggu waktu sebulan untuk mendapatkan bayaran. 

Judi dapat Mendorong Seseorang Menjadi Tamak dan Serakah

bahaya judi
sumber: dreamstime.com

Seorang penjudi bisa berubah karakternya menjadi pribadi yang lebih buruk. Yang mulanya tidak obsesif, bisa saja dengan sering bermain judi, seseorang berubah sifatnya menjadi rakus, tamak, dan serakah. Sifat-sifat ini muncul sebagai akibat dari sikap mereka yang berubah lebih mencintai uang secara berlebihan. 

Bahaya judi togel dan jenis judi lainnya yaitu tak hanya tamak dan serakah, melainkan juga adanya rasa tidak pernah puas dengan apa yang sudah didapat. Sifat inilah yang kemudian membuat seorang pemain menjadi kecanduan. Terang saja menjadi demikian karena ia begitu obsesif untuk menambah dan terus menambah uang yang sudah didapatkannya. 

Judi Bersifat Adiktif

Bahaya judi togel dan kawan-kawannya yang menurut pandangan islam paling berbahaya adalah bahwa judi mampu membuat pemainnya menjadi adiktif atau kecanduan. Jika seseorang sudah kecanduan judi, umumnya sulit untuk lepas dari jeratan angan-angan palsu perjudian.

Logikanya, ketika seorang pemain sedang kecanduan, sedang ia sedang tidak memiliki modal untuk bermain judi, ia akan mencari cara apapun untuk mendapatkan modal. Contoh yang paling umum adalah dengan mencuri uang atau barang-barang harga milik orang terdekat. Jika nihil, target pencurian diperluas lagi (tetangga, misalnya). 

Aksi-aksi kriminal lainnya yang level kriminalitasnya lebih besar seperti korupsi dan perampokan yang berujung pembunuhan adalah dua contoh kasus kriminal yang kerap terjadi akibat pelaku tak memiliki modal untuk berjudi. 

Judi adalah Permainan yang Tidak Adil

bahaya judi togel
sumber: imuslimguide.com

Islam menyukai keadilan, termasuk dalam hal-hal yang berkaitan dengan niaga atau transaksi. Sedang dalam praktik perjudian, para pemain sama sekali tidak mempraktikan asas keadilan. Judi juga dapat meningkatkan keegoisan para pemainnya. Tiap pemain hanya memikirkan dirinya sendiri. Menjadi pemenang adalah satu-satunya tujuan yang ada di pikirannya. 

Wah, ternyata ada cukup banyak bahaya judi togel dan kawan-kawannya bagi para pemainnya. Setelah mengetahui bahaya judi ini tentu kita semua berharap semoga kita tidak terjerumus ke dalam dunia perjudian yang tak pasti. 

Oiya, jika teman-teman ada informasi lain tentang bahaya judi, boleh banget langsung share di bagian kolom komentar. 

Baca juga: Judi Menurut Islam: Hukum, Bahaya, Larangan, dan Azab Judi

Uang Hasil Judi untuk Sedekah, Infak, dan Zakat. Halal-kah?

Siapa yang tak kenal dengan judi. Di Indonesia sendiri, judi marak dilakukan meski jelas-jelas dilarang secara hukum dan dilarang oleh agama manapun. Tampaknya mereka yang gemar berjudi tak peduli dengan status legalitas judi di negara kita. Yang dipikirkan hanyalah bagaimana caranya bermain yang benar agar cepat mendapatkan keuntungan berupa uang hasil judi. 

Nah, berbicara soal keuntungan atau uang hasil judi, tentu banyak di antara kalian yang penasaran apakah uang tersebut (atau uang yang sudah bercampur dengan uang hasil judi) halal atau haram hukumnya jika digunakan sebagai sedekah, infak, zakat, dan sejenisnya?Nah, daripada terus penasaran, yuk luangkan waktu sejenak untuk membaca konten informatif yang satu ini. 

Perintah Sedekah, Infak, dan Zakat

uang hasil judi
sumber: lifestyle.okezone.com

Sebagai umat muslim, kita tentunya sangat familiar dengan istilah sedekah, infak, dan zakat. Keduanya sebenarnya memiliki konteks makna yang berbeda. Sedekah dan infak memiliki konteks makna yang mirip, yaitu menyisihkan sebagian harta kita untuk diberikan ke mereka yang membutuhkan. Ada beberapa golongan penerima sedekah, infak, dan zakat. Insya Allah khusus untuk pembahasan ini akan kami share di lain kesempatan. 

Berbeda dengan sedekah dan infak, zakat bersifat lebih mengikat. Artinya zakat ini memiliki beberapa aturan terkait dengan tata pelaksanaannya. Misalnya saja soal golongan pemberi zakat dan penerima zakat, jenis zakat, besaran zakat, hukum zakat, dan pengganti zakat yang semuanya telah diatur dalam surat-surat dalam Alqur’an. Insya Allah, jika ada kesempatan, kami siap membahas zakat secara detail. Ditunggu saja ya. 

Halal-Haram Uang Hasil Judi untuk Sedekah, Infak, dan Zakat

Lantas, uang hasil judi untuk sedekah, infak, dan zakat; halal atau haram? Dalam surat kedua pada Alqur’an ayat 188, tafsir ayat tersebut kurang lebih begini: kita dilarang untuk mendapatkan harta (termasuk harta dari orang lain) dari cara-cara yang batil. Kita juga tidak diperbolehkan untuk memanfaatkan harta tersebut dari cara yang berdosa, apalagi kita tahu bahwa cara-cara yang kita lakukan adalah cara yang dapat menambah dosa. 

Dari makna tafsir ayat di atas sangat jelas bahwa uang hasil judi yang tak lain adalah harta dari hasil perbuatan dosa (karena judi termasuk amalan setan) tidak halal hukumnya untuk digunakan, sekalipun untuk memenuhi urusan perut. 

Makna tafsir ayat ini juga berlaku untuk harta atau uang hasil amalan-amalan setan lainnya seperti korupsi yang saat ini sedang marak. Teman-teman tentu sering membaca berita bahwa Si Fulan yang kaya raya dan tak lain adalah pejabat hobi bersedekah. Tak lama kemudian Si Fulan ini didatangi KPK karena terbukti terlibat korupsi. Ini adalah contoh nyata yang terjadi di tengah masyarakat kita bahwa sebenarnya ada banyak fenomena yang serupa. 

Sedekah dengan Uang Hasil Judi dari Penjudi yang telah Bertaubat, Halal-kah?

Nah, bagaimana hukumnya dengan sedekah dari uang hasil judi dari penjudi yang telah menyatakan taubat. Halal-kah? Sebagian besar ulama berpendapat bahwa sedekah dari harta yang didapatkan dari berbuat dosa, termasuk judi, tidaklah diterima meski orang yang niat bersedekah telah bertaubat. Ia juga tidak mendapat pahala dari niat baik bersedekahnya. 

Hukum akan berubah menjadi diperbolehkan apabila si pemberi sedekah berniat bersedekah atas nama pemilik harta yang sebenarnya. Sebagai contoh: Si Fulan pernah menangkan taruhan bola dari Si A, namun kini Si Fulan bertaubat karena menyadari bahwa taruhan bola adalah termasuk perbuatan judi. Si Fulan lalu berniat menyedekahkan hasil taruhan tersebut ke kotak masjid terdekat. Sedekah yang semacam ini tidak diperbolehkan. Si Fulan tidak mendapatkan pahala dari niat baiknya ini.

Berbeda kondisinya jika Si Fulan bersedekah atas nama Si A. Si A inilah yang nantinya mendapatkan pahala dari Allah SWT. 

Perlu diketahui juga bahwa jika ada seorang penjudi yang ingin bertaubat dan ingin memanfaatkan uang hasil judinya untuk orang lain yang membutuhkan, hal ini bisa dimasukan sebagai usaha untuk membersihkan harta, tidak dihitung sebagai sedekah. 

Kesimpulan

Nah dari inti pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa harta atau uang hasil judi dan hasil amalan-amalan lainnya hukumnya haram atau tidak diperbolehkan untuk disedekahkan, kecuali dalam rangka untuk membersihkan harta. Akan dihitung sebagai perbuatan yang berpahala apabila sedekah, infak, atau zakat diatas-namakan si pemilik uang atau harta yang sesungguhnya. 

Sedekah, infak, dan zakat sebaiknya berasal dari harta atau uang yang halal, yaitu yang didapat dari kerja keras. Amalan-amalan baik ini tentunya akan menjadi ‘tabungan’ kelak di masa hisab. Mudah-mudahan apa yang sudah kita sedekahkan bisa menjadi penolong kita di akhirat nanti. Amin.

Demikian konten informatif kami hari ini bermanfaat untuk teman-teman. Apabila kalian memiliki informasi tambahan yang ada kaitannya dengan konten ini, silahkan langsung tambahkan di kolom komentar di bawah ini. 

Baca juga: Judi Menurut Islam: Hukum, Bahaya, Larangan, dan Azab Judi

Judi Haram? Yuk Cek 10 Dalil Judi Haram Hukumnya

dalil judi haram
sumber: kompasiana.com

Pembahasan soal judi memang sepertinya tidak ada akhirnya. Ada banyak sekali topik menarik yang seru untuk dibahas tentang judi, terutama dari sudut pandang islam. Nah, kali ini kalian akan diajak untuk membahas seputar dalil-dalil yang menjelaskan hukum haram judi dan hal-hal lain yang terkait dengan judi. Bagi kalian yang tak sabar, yuk segera cek dalil judi haram berikut ini.

Dalil Judi Haram: Q.S Almaidah: 90 – Khamr

Allah berfirman dalam Q.S Almaidah ayat 90 yang intinya kurang lebih begini: meminum khamr, bermain judi, berkurban untuk sesembahan berhala, dan mengundi nasib termasuk dalam perbuatan-perbuatan setan. Allah SWT, masih dalam surat dan ayat yang sama, memerintahkan kita untuk menjauhi perbuatan-perbuatan ini agar kita beruntung.

Dari makna ayat Alqur’an ini sangat jelas bahwa ada 4 perbuatan yang digolongkan sebagai perbuatan-perbuatan setan. Salah satunya adalah bermain judi dan hal-hal lain yang berkaitan dengan judi. dari ayat tersebut juga kita dijelaskan bahwa judi digandengkan dengan al-anshab, khamr, dan al-azlam yang hukumnya jelas-jelas haram. Karena ada pernyataan inilah yang menjadikan dalil judi haram ini sebagai dasar hukum bahwa judi haram hukumnya. 

Dalil Judi Haram: Q.S. Al Hajj: 30 – Judi Disebut Rijs atau Najisa

Judi haram hukumnya juga disebut dalam Q.S. Al Hajj ayat 30. Makna firman Allah kurang lebih: kita umat manusia diperintahkan untuk menjauhi berhala-berhala yang najis. Dalam dalil judi haram ini, kata rujz bermakna ‘dosa’ dalam bahasa arab, sedang rijs memiliki makna ‘najis’. Terkadang kata ‘rijs’ digunakan untuk menyebut berhala.

Nah, dari surat Al Hajj ini, kita judi diibaratkan sebagai berhala yang najis. Kita umat islam mengetahui bahwa berhala adalah media untuk menyembah tuhan selain Allah. Praktik-praktik penyembahan berhala ini sudah ada sejak jaman jahiliyah. Kini praktik penyembahan berhala ini sebenarnya masih eksis, hanya saja terkadang kita tidak menyadarrinya. Salah satunya yaitu dengan ‘mentuhankan’ judi yang kerap membuat kita lupa dengan Tuhan Pencipta kita yang sesungguhnya. 

Q.S Fathir: 6 dan Q.S Al A’raf: 21 & 27 – Judi Termasuk Amalan Setan

Inti dari ketiga dalil judi haram ini adalah judi termasuk amalan/ perbuatan setan. Segala jenis perbuatan setan hukumnya haram. Ayat-ayat ini juga menjelaskan bahwa setan memiliki semangat yang tinggi untuk menggoda manusia. Manusia yang telah tergoda nanti akan tersesat di jalan yang salah dan akhirnya terjerumus ke neraka. 

Setan akan berbuat apa saja untuk menggoda manusia. Dengan tipuan dan rayuan yang terlihat menyenangkan, setan akan menyeret kita, manusia, ke jalan yang tidak diridhoi Allah. Setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Dengan berbagai bujuk rayunya, setan akan terus menjerumuskan manusia ke dalam siksa api neraka yang sungguh pedih. 

Untuk menghindari bujuk-rayu setan, kita, umat muslim senantiasa wajib berzikir sebagai bentuk ibadah untuk mengingat Allah SWT. Meski begitu, kita tetap wajib waspada dengan jerat bujuk rayu setan karena setan tetap akan membisikan bujuk-rayunya meski kita rajin berzikir. 

Benar sekali, setan akan menghasut kita agar menjadi pribadi yang riya atau bangga dengan sisi spiritual kita yang baik. Ketika hati kita timbul rasa bangga akan kebiasaan baik (zikir, misalnya), ini adalah tanda bahwa bisikan-bisikan setan telah berhasil merasuk ke dalam relung hati kita. Naudzubillah min dzalik. 

Q.S Al A’Raf Ayat 27: Jerat Bujuk-Rayu Setan pada Adam-Hawa

Memang benar, firman Allah ini tidak memiliki keterkaitan dengan judi, akan tetapi ayat Alqur’an ini adalah gambaran nyata akan tipu daya setan yang dahsyat sehingga Adam-Hawa terjerat olehnya. Dalil judi haram ini menjelaskan perintah Allah kepada kita, keturunan Nabi Adam dan Hawa untuk tidak mudah tertipu oleh setan sebagaimana setan telah berhasil menipu Adam-Hawa. 

Kita pastinya tahu tentang kisah Nabi Adam dan hawa yang dikeluarkan dari surga oleh Allah. Keduanya dikeluarkan dari surga Allah karena Hawa termakan bujukan setan untuk memetik dan memakan buah khuldi. Sebelumnya Allah telah menempatkan Adam dan Hawa di surga yang maha-indah, dan Allah memerintahkan kepada keduanya untuk tidak sekali-kali menyentuh dan memakan buah khuldi. 

Karena Adam-Hawa telah melanggar perintah Allah, keduanya lalu diturunkan ke bumi dan menjadi khilafah bumi. Seluruh umat manusia di bumi adalah keturunan Adam-Hawa yang telah menghasilkan keturunan dengan berbagai ras. 

Q.S Almaidah Ayat 91: Judi dapat Menimbulkan Konflik/ Permusuhan Antar Manusia

Melalui dalil judi haram ini, Allah ingin menyampaikan bahwa setan, melaui berbagai amalannya, termasuk judi dan meminum khamar, ingin menimbulkan kebencian dan permusuhan antar manusia. Setan begitu senang dengan bisikan-bisikannya yang sifatnya hasut. Dampak nyata dari hasutan setan ini adalah pemutusan tali silaturahmi. Padahal Allah membenci hamba-Nya yang suka memutus tali silaturahmi. 

Baca juga: Judi Menurut Islam: Hukum, Bahaya, Larangan, dan Azab Judi

Azab Bermain Judi: Sengsara Dunia dan Akhirat

Di Indonesia, judi kerap dijumpai di berbagai lapisan masyarakat. Judi tak kenal dengan Si kaya dan Si miskin. siapapun yang gemar memainkannya, lambat laun akan merasakan kerugian akibat bermain judi. Dalam agama apapun, termasuk Islam, judi diharamkan karena judi termasuk perbuatan setan. Azab bermain judi sangat perih seperti dosa-dosa lainnya. 

Nah, sebelum kita membahas lebih detail lagi tentang azab bermain judi bagi pemainnya, yuk kita bahas secara singkat tentang pandangan Islam tentang judi. 

Pandangan Islam tentang Judi

azab bermain judi
sumber: ismaweb.net

Dalam agama Islam, judi termasuk dalam perbuatan yang hukumnya haram. Itulah mengapa Allah melarang permainan judi karena dapat membawa kerugian bagi siapapun yang dekat dengan perbuatan judi. Hukum haram untuk judi sendiri telah disampaikan dengan sangat jelas melalui beberapa ayat Alqur’an seperti dalam Q.S. Almaidah ayat 90 dan 91. 

Inti dari Q.S Almaidah ayat 90 tersebut adalah larangan untuk menjauhi perbuatan judi dan beberapa perbuatan yang dilarang oleh Allah lainnya (termasuk meminum khamar/ minuman yang memabukan). Dalil tersebut jelas sekali memerintahkan kita, umat muslim, untuk tidak meminum khamar dan berjudi (dan perbuatan-perbuatan bentuk judi lainnya) agar kita beruntung. 

Sedang Q.S Almaidah ayat 91 kurang lebih bermakna bahwa judi adalah amalan setan yang wajib kita hindari. Amalan setan di sini adalah amalan setan yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam siksa neraka yang teramat pedih. Perlu kalian ketahui bahwa segala jenis amalan setan hukumnya haram. 

Masih tentang makna firman Allah dalam Q.S Almaidah ayat 91, Allah mengatakan bahwa setan tidak mendatangi manusia kecuali untuk menipu atau mengelabui manusia. Setan juga suka memancing permusujan antar sesama muslim, bahkan antar manusia pada umumnya. Dari makna firman Allah ini, kita umat muslim semakin yakin bahwa setan adalah musuh manusia yang nyata. 

Setan adalah musuh nyata umat manusia juga diperkuat oleh firman Allah dalam Q.S Fathir ayat 6 yang maknanya kurang lebih begini: setan adalah musuh bagi manusia. Anggaplah ia adalah musuhmu karena setan suka sekali mengajak manusia untuk masuk ke dalam golongannya agar manusia menjadi penghuni neraka yang apinya selalu menyala-nyala. Naudzubillah min dzalik. Semoga kita semua dijauhkan dari siksa neraka.

Judi: Amalan Setan yang Bersifat Menjerumuskan

Memang benar bahwa judi adalah amalan setan yang bersifat menjerumuskan. Sekali saja seseorang bermain judi, ia seolah ketagihan lalu ingin main dan main lagi. Sifat adiktif ini ada tentu saja karena adanya bujukan setan. Setan adalah ciptaan Allah yang sangat pandai untuk membujuk atau merayu manusia dengan iming-iming kesenangan duniawi yang sifatnya hanya sementara. Azab bermain judi yang

Sebagai contoh: Si Fulan yang awalnya tidak tahu-menahu tentang judi kemudian diperkenalkan dengan berbagai permainan judi oleh temannya. Mulanya Si Fulan hanya menonton dan menyaksikan kebahagiaan si kawan yang menangkan judi favoritnya. 

Lalu setan mulai membisikan tentang peluang menang yang didapat Si Fulan sama besar dengan peluang menang pemain-pemain lain. Meski Si Fulan masih enggan masuk ke dalam jerat judi karena tidak adanya modal, misalnya, setan lalu kembali membujuknya dengan perkataan bahwa modal nantinya bisa didapat dari pinjaman dari si kawan yang baru saja menang. Tak lupa setan juga membujuk kawan Si Fulan untuk meminjamkannya uang sebagai modal awal. 

Saat mendapat pinjaman, Si Fulan mulanya hanya ingin mencoba sekali saja. Sekali main, ia kalah, misalnya, tak membuat setan berhenti merayunya lagi. Dengan adanya bisikan setan yang terus-menerus digaungkan, Si Fulan lalu mencoba bermain judi untuk kedua kalinya. 

Jika ternyata ia menang, setan semakin semangat untuk membujuk Si Fulan untuk main dan main lagi. Tentu dengan iming-iming keuntungan yang menggiurkan. Begitu seterusnya meski Si Fulan tak memiliki apa-apa lagi. 

Azab Bermain Judi

Dengan banyaknya kerugian yang dialami oleh pemain judi dan orang-orang terdekatnya, judi adalah perbuatan atau amalan setan yang wajib ditinggalkan dan dihindari. Kita sebagai umat muslim, memiliki kewajiban untuk meninggalkan dan menghindari judi dan ketiga larangan Allah lainnya yang dijelaskan dalam Q.S Almaidah ayat 90. 

Tentu Allah juga menyiapkan azab bermain judi untuk siapapun yang pernah menyentuhnya walau hanya sedikit. Sunnguh azab Allah sangatlah pedih. Banyak ulama yang sering menyampaikan azab berjudi dan perbuatan-perbuatan yang terkait dengan perjudian. Mereka mengatakan bahwa azab bermain judi tidak hanya akan dirasakan di neraka saja, melainkan nyata-nyata dirasakan di dunia. 

Berbagai kerugian yang dialami oleh para pemain judi hanya sebagian kecil azab yang dijanjikan oleh Allah. Azab yang lebih besar dan berat tentu akan dirasakan oleh para pemain judi di neraka nanti. Azab tersebut berupa siksa neraka yang sungguh pedih. Seburuk-buruknya siksaan adalah siksa api neraka yang sifatnya jauh lebih menyakitkan sekian kali lipat daripada rasa sakit siksaan-siksaan di dunia. 

Baca juga: Judi Menurut Islam: Hukum, Bahaya, Larangan, dan Azab Judi

Judi Menurut Islam: Hukum, Bahaya, Larangan, dan Azab Judi

Ngomongin soal judi dan agen judi memang tidak ada habisnya. Ada banyak hal yang seru untuk dibahas. Misal, trading Forex termasuk judi bukan sih? Mengakses situs judi dosa gak sih? Lantas, apa sebenarnya definisi judi? tapi kali ini bukan trading forex atau definisi judi secara umum yang akan menjadi topik pembahasan kali ini. Teman-teman akan kami ajak untuk membahas judi dari sisi agama Islam. Kira-kira pembahasan menarik apa seputar judi menurut islam? Yuk simak informasinya berikut ini.

Baca juga: Lagu tentang Judi Karya Rhoma Irama, Syiar dalam Syair

Hukum Judi Menurut Islam

judi menurut islam
sumber: nice-movie.com

Tak banyak orang yang tahu persis apa sebenarnya hukum judi menurut islam. Seandainya pun tahu, mereka yang gemar berjudi tampaknya tak peduli dengan hal ini. Dalam Islam sendiri, bermain judi dan menjadi agen taruhan termasuk dalam perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Bahkan pada salah satu firman-Nya, Allah mengelompokan judi sebagai bagian dari perbuatan setan seperti beberapa perbuatan lainnya.

Allah berkata melalui salah satu ayat-Nya di Q.S Almaidah: 90 yang makna tafsirnya kurang lebih seperti ini: meminum khamar, berjudi, memberi korban kepada berhala/ sesembahan, dan mengundi nasib dengan anak panah termasuk perbuatan setan. Allah memerintahkan kita untuk menjauhi perbuatan-perbuatan ini agar kita termasuk orang-orang yang beruntung.

Dari makna tafsir salah satu ayat pada surat Almaidah tersebut sangat jelas disebutkan bahwa judi adalah salah satu perbuatan setan yang nyata-nyata dilarang oleh Allah. Kita, umat muslim, wajib meninggalkan dan menghindarinya. 

Perintah Allah ini juga berlaku untuk 3 perbuatan setan lainnya yaitu meminum khamar karena sifatnya memabukan, berkurban untuk sesembahan selain Allah, dan mengundi nasib kita. Segala perbuatan setan atau Allah sering menyebutnya dengan istilah amalan setan, termasuk judi, hukumnya haram (berdosa apabila dikerjakan). 

Baca juga: Judi Haram? Yuk Cek 10 Dalil Judi Haram Hukumnya

Judi di Masa Jahiliyah

Di masa Jahiliyah, masyarakat menganggap bahwa judi adalah bagian dari tradisi. Tak heran jika saat itu praktik judi kerap dilakukan dan menjadi kebiasaan. Permainan judi yang dimainkan juga sangat variatif. Salah satunya adalah permainan judi dengan budak sebagai bahan taruhannya. Ada juga jenis permainan judi yang sangat terkenal saat itu, yaitu permainan judi yang melibatkan 10 pemain. Kesepuluh pemain ini berserikat membeli satu ekor unta dengan bagian iuran yang sama. 

Kesepuluh pemain ini kemudian melakukan pengundian dan hasilnya misalnya sebagai berikut: 7 pemain mendapatkan besaran bagian yang berbeda, sedang 3 pemain lainnya tidak mendapatkan keuntungan sama sekali. Nah, ketiga orang inilah yang mengalami kekalahan. 

Nah, dari gambaran praktik judi di masa Jahiliyah ini kita dapat menyimpulkan bahwa ada perbedaan antara jenis permainan judi masa itu dengan jenis permainan judi jaman sekarang. Namun intinya kurang lebih sama. 

Praktik Judi di Masa Jahiliyah VS Praktik Judi Jaman Now

Jaman sekarang ini, jenis judi itu sendiri ada banyak sekali. Secara garis beras, ada 2 kategori jenis judi: judi online dan judi offline. Nah, berhubung di Indonesia praktik judi berstatus ilegal karena ada pelarangan dari ranah hukum, agama, dan moral, kita cenderung jarang menjumpai praktik judi secara langsung.

Berbeda dengan judi offline, judi online justru menjamur di Indonesia. Padahal judi online ini juga termasuk dalam permainan judi yang dilarang. Rupanya ada beberapa faktor mengapa judi online begitu marak di masyarakat kita. Salah satunya adalah karena akses internet yang kini mudah dijangkau. Kemudian ada juga faktor permainan judi online yang sangat beragam. Pemain dapat memilih satu atau beberapa jenis judi online yang ia sukai atau yang dapat memudahkan ia untuk dekat dengan kemenangan.

Ada juga bentuk permainan judi yang nampak bukan sebagai permainan judi. Sebut saja contohnya berbagai jenis pemberian hadiah dengan kedok undian. Contoh lainnya yaitu berbagai diskon atau promo pada transaksi online seperti pada toko-toko online dan ojek online yang kini sedang hits. Bisnis asuransi dan trading forex juga masuk dalam kategori praktik judi. Wah, ternyata cukup banyak praktik judi menurut Islam yang eksis di kehidupan sehari-hari kita. 

Taruhan Olahraga Termasuk Judi Menurut Islam

sportbook dalam islam
sumber: dcfc-tour.net

Lantas, bagaimana dengan taruhan yang berkaitan dengan event olahraga? Apapun jenis cabang olahraga yang dipertaruhkan, tebak skor dan permainan sejenisnya termasuk dalam praktik judi di zaman sekarang. Nah, jika kalian pernah melakukannya meski hanya iseng, sebaiknya tidak mengulanginya lagi ya. Hindari taruhan serupa kapan pun dan di mana pun. 

Saat perhelatan pesta sepak bola terbesar dunia, Piala Dunia, misalnya, ada banyak sekali masyarakat dunia, termasuk masyarakat kita yang ikut serta melakukan taruhan. Meski niatnya tidak berjudi, praktik ini sudah termasuk dalam perbuatan judi menurut Islam.

Baca juga: Uang Hasil Judi untuk Sedekah, Infak, dan Zakat. Halal-kah?

Hukum Bermain Judi Menurut Islam

Berbicara soal hukum bermain judi menurut Islam, sudah menjadi hal yang sifatnya tetap dan mutlak bahwa hukum judi dalam islam adalah haram. Seseorang yang memainkan permainan judi (apapun jenis judinya) akan mendapatkan dosa. Dan sesungguhnya golongan orang seperti ini akan mendapat siksa neraka yang sangat pedih. Naudzubillah min dzalik. 

Nah, kadang kita juga menjumpai berbagai praktik perniagaan, perlombaan, dan permainan yang masih belum jelas apakah praktik-praktik ini (praktik yang mirip dengan judi) termasuk dalam praktik judi. Lantas, apa hukumnya apabila kita mengerjakan praktik-praktik ini? Yuk cari tahu jawabannya di bawah ini.

Terdapat 3 jenis hukum permainan atau praktik-praktik lainnya yang mirip dengan praktik judi menurut Islam, dan berikut penjelasan secara detailnya:

  • Haram jika praktik tersebut mendapatkan dukungan secara teknis dan sistem yang sama persis dengan judi

Contoh: undian, sabung ayam, ajang lomba kecantikan, pacuan kuda, adu banteng, taruhan tinju, dan masih banyak contoh lainnya

  •  Mubah atau boleh jika praktik-praktik tersebut tidak mengandung unsur judi sama sekali

Contoh: lomba-lomba dalam rangka perayaan HUT RI dan jenis lomba lainnya yang pemenangnya tidak dijanjikan hadiah apapun

  • Hala jika praktik-praktik tersebut dikerjakan dalam rangka untuk syiar Islam

Contoh: lomba hafal Alqur’an, lomba da’i cilik, dan lain sebagainya.

Baca juga: Hukum Bermain Judi dalam Pandangan Islam

Bahaya Judi Menurut Islam

Allah memasukan judi ini sebagai perbuatan amalan setan dengan tanpa alasan. Segala perbuatan yang dilarang oleh Allah sudah pasti membawa konsekuensi yang nantinya dapat merugikan dan bahkan membahayakan umat manusia, khususnya umat muslim. Teman-teman pastinya juga penasaran apa saja sih bahaya judi menurut Islam. Langsung cek informasinya berikut ini.

Baca juga: Bahaya Judi Togel dan Judi-Judi Lainnya Menurut Islam

Lalai Beribadah & Melupakan Tuhan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa mereka yang kerap bermain judi akan secara otomatis akan meluapakan kebiasaan-kebiasaan lamanya, termasuk kebiasaan baik seperti beribadah dan mendekatkan diri pada Allah. Mungkin mulanya hanya terlambat untuk menjalankan. Tak lama kemudian mereka mulai lupa menjalankan ibadah. Dan pada akhirnya dengan sengaja meninggalkan ibadah.

Hampir semua pemain judi mungkin mengalami fase ini. Mengapa? Ketika seseorang mulai memiliki ketertarikan dengan judi, ia cenderung akan asik dengan dunia judi yang baru dimasukinnya. Terlebih jika ia mulai sibuk dengan aktifitas berjudinya. Itulah mengapa kita dilarang untuk dekat dengan judi menurut Islam. Apalagi masuk ke dunianya.

Judi dan Kemalasan

Salah satu dampak bermain judi menurut Islam adalah timbulnya rasa malas. Sebagian besar pemain judi memiliki pola pikir yang unik. Misalnya saja, mereka enggan atau malas bekerja karena mereka benar-benar menggantungkan rejeki pada kemenangan yang bersifat semu. 

Para pemain judi juga sering melupakan pekerjaan utama mereka. Alhasil, mereka tidak menjadi pribadi yang produktif. Mereka sudah terlanjur dengan buaian-buaian akan angan-angan kemenangan. 

Bekerja hanya akan membuat para pemain judi ini lelah, sedang penghasilan yang didapatkan tidak seberapa, kata mereka. Selain itu, bekerja hanya akan membuat mereka stress dengan beban kerja yang mereka miliki. 

Kemudian dari segi efektifitas waktu, bermain judi jauh lebih menguntungkan. Hanya dalam waktu singkat saja, mereka ada peluang untuk mendapatkan kemenangan dengan jumlah uang yang banyak. Mereka tak lagi perlu menunggu waktu sebulan untuk mendapat uang seperti gaji yang biasa diterima per bulan.

Judi Jadikan Seseorang Serakah & Tamak

 Bahaya judi menurut Islam berikutnya yaitu judi sendiri dapat mengubah karakter pemainnya menjadi pribadi yang tamak dan serakah. Bisa saja dampak buruk ini dapat menimpa seseorang yang memang sangat obsesif dengan permainan judi. Perubahan ini dapat muncul akibat sikap mereka yang dengan total mencintai uang. 

Tak hanya tamak dan serakah, bahaya judi lainnya menurut Islam adalah akan timbul rasa tidak pernah puas. Sifat inilah yang mendorong seseorang menjadi seorang pecandu judi. Benar saja, karena ia akan jauh lebih obsesif untuk terus dan terus memainkan judi hingga ia mendapatkan kemenangan.

Judi adalah Candu

Nah, bahaya judi yang satu ini termasuk dampak judi yang paling berbahaya. Seseorang yang statusnya sebagai pecandu judi umumnya akan sulit untuk lepas dari kebiasaan judi. Secara logika, ketika seseorang kecanduan judi, ia akan berbuat apa saja untuk memenuhi keinginannya. Misal, Si Fulan tidak memiliki modal cukup untuk bermain judi. Ia lalu nekat menggunakan tabungan atau uang lainnya yang seharusnya digunakan untuk keperluan lain. 

Jika tabungan sudah terkuras, Si Fulan lantas mencari jalan lain, misal dengan menjual barang-barang berharga miliknya, mencuri uang dari keluarganya, atau bahkan melakukan perbuatan yang jauh lebih buruk (merampok, korupsi, dll). 

Larangan Judi Menurut Islam

Larangan judi menurut Islam tentu saja memiliki dasar yang kuat karena pada dasarnya judi sendiri sangat berpotensi membawa dampak buruk yang nyata bagi para pemainnya. Nah, kalian pasti penasaran dengan alasan-alasan mengapa judi dilarang dalam agama islam dan agama-agama lainnya. Yuk cek segera infonya di bawah ini.

Baca juga: Larangan Judi dalam Islam, Yuk Cari Tahu Alasannya

Judi Adalah Perbuatan Keji

Berdasar pada Q.S Almaidah: 90, judi termasuk amalan setan. Oleh karena itu, Allah memerintahkan kita, umat muslim, untuk meninggalkan dan menghindari judi. Nah, ayat ini menjadi salah satu landasan utama mengapa judi dilarang di agama kita. Menurut pendapat para ulama, judi lambat-laun akan membawa nasib para pemainnya ke jurang kemiskinan. Mulanya, pemain akan mengalami kesulitan finansial, lalu jatuh miskin. Sungguh akan banyak kerugian yang didapat akibat berjudi. 

Tak hanya itu, judi juga dapat memicu seseorang untuk berbuat kriminal demi memenuhi obsesinya untuk bermain judi. Dan yang lebih buruk lagi adalah judi dapat membawa dampak pada orang lain yang dekat dengan pemainnya. Misalnya saja keluarga. Gangguan mental juga kerap menghantui pemain judi. Dari beberapa contoh ini saja membuktikan bahwa judi adalah perbuatan keji karena dapat membuahkan dampak yang luas, bahkan berdampak pada orang-orang terdekat.

Judi Adalah Perbuatan yang Tidak Adil

Masih ingat dengan contoh praktik judi di zaman Jahiliyah? Dari 10 orang yang mulanya patungan untuk membeli seekor unta, hanya 7 orang saja yang dapat keuntungan. Itu saja besaran keuntungan yang didapatkan berbeda, sedang tiga orang lainnya mengalami kerugian. Inilah adalah bukti nyata bahwa judi selalu merugikan pihak lain, termasuk para pemainnya.

Sedang, Allah sendiri begitu membenci segala perbuatan yang tidak adil. Dalam ajaran Islam sendiri, prinsip keadilan begitu diprioritaskan. Prinsip ini selalu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari kita. Bahkan dalam firman-Nya, Allah pernah berkata bahwa orang-orang wajib mengutamakan kebenaran karena Allah. 

Masih dalam firman yang sama, kita umat muslim wajib menjadi saksi yang memiliki sifat adil. Sebagai orang yang beriman, kita tidak diperkenankan untuk memiliki sifat benci terhadap suatu kaum. Sifat benci atas suatu kaum ini dapat membuat kita berbuat tidak adil pada mereka (Q.S Almaidah ayat 8).

Lupa akan Allah Karena Judi

Alasan adanya larangan judi menurut islam berikutnya adalah bahwa judi dapat membuat seseorang lupa akan Allah. Alasan ini adalah alasan yang paling dasar mengapa judi dilarang dan diharamkan dalam agama islam. Hampir tidak ada satu pun pemain judi yang ingat kepada Allah. Hampir tidak mungkin seseorang mengawali perbuatan buruknya ini dengan doa dengan harapan Allah akan melancarkan kegiatan yang tidak disukai oleh Allah. 

Sebaliknya, umumnya pemain judi akan begitu mudah melupakan penciptanya. Ia tak lagi menjalankan ibadah seperti solat dan berdoa. Mereka lebih memilih menghabiskan sebagian besa waktunya di meja judi atau di depan PC untuk bermain judi online. Mereka sudah menghambakan dirinya kepada uang demi mendapatkan kesenangan duniawi yang semu.

Ingat dengan sebuah pepatah dari ulama ini “ketika seseorang tidak bisa menjaga fitrahnya (sebagai makhluk ciptaan Allah), agama yang dianutnya tidak lagi berarti baginya”. Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari judi dan perbuatan-pebuatan buruk lainnya. Amin.

Azab Judi Menurut Islam

Berbicara soal azab judi menurut islam, tentu kita akan langsung membayangkan betapa ngerinya azab Allah yang pedih. Azab judi yang diterima oleh para pemainnya tentu saja tidak hanya dirasakan di akhirat kelak, melainkan juga di dunia. 

Azab judi di dunia sebenarnya dapat kita lihat dengan jelas. Ingat dengan pengalaman-pengalaman mantan pemain judi yang kini sudah taubat. Ketika mereka masih aktif bermain judi, mereka kerap merasakan gelisah karena dalam pikirannya selalu muncul obsesi tentang bagaimana caranya agar dapat menangkan judi. 

Saat modal berjudi mulai menipis, mereka sibuk mencari cara untuk mendapatkan modal yang cukup untuk kembali berjudi. Berhutang sering menjadi jalan pintas yang paling sering dipilih. Atau, modal berjudi didapat dari hasil menjual barang-barang berharga seperti perhiasan milik sang istri, sepeda motor, dan bahkan menggadai sertifikat tanah. Alhasil, kini mereka jatuh miskin dan tak sedikit dari mereka yang berurusan dengan polisi karena tindakan kriminal yang telah mereka perbuat. 

Baca juga: Azab Bermain Judi: Sengsara Dunia dan Akhirat