Tausiyah

Khasiat Puasa Senin Kamis Untuk Keimanan dan Kesehatan

Khasiat Puasa Senin Kamis Untuk Keimanan dan Kesehatan

Puasa Senin Kamis merupakan puasa sunnah yang dianjurkan bagi umat muslim. Dinamakan puasa Senin Kamis karena dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis. Selain mendapatkan banyak pahala, puasa senin kamis juga dapat mendatangkan banyak khasiat dan manfaat yang menakjubkan. Apa saja khasiat puasa senin kamis? Berikut adalah pembahasannya.

1. Melatih Pengendalian Hawa Nafsu

Khasiat puasa senin kamis yang pertama ialah dapat melatih pengendalian hawa nafsu. Seseorang yang rajin menjalankan ibadah puasa senin kamis lebih mampu mengendalikan hawa nafsu di dalam dirinya. 

Hal ini sangat baik untuk para pemuda pemudi yang masih susah untuk mengendalikan hawa nafsunya. Puasa senin kamis merupakan solusi yang tepat untuk mengendalikan gejolak hawa nafsu tersebut.

2. Membuat Jiwa dan Perasaan Menjadi Lebih Tenang

Khasiat berikutnya adalah membuat jiwa dan perasaan menjadi lebih tenang dan santai. Seseorang yang rutin menjalankan ibadah puasa sunah ini cenderung lebih dapat mengendalikan pikiran dan perasaannya. 

Dengan terkendalinya pikiran dan perasaan tersebut maka perasaan tenang dan nyaman akan muncul di dalam jiwa. Jika selama ini memiliki kecemasan cobalah untuk rutin melakukan ibadah puasa senin kamis.

3. Meningkatkan Amalan Ibadah

Khasiat selanjutnya ialah mendapatkan banyak amalan. Karena sudah melakukan suatu sunah maka seseorang tersebut akan mendapatkan pahala tambahan atas apa yang telah dilakukannya. Perolehan pahala akan menjadi berlipat ganda karena sudah menjalankan sunah yang dianjurkan tersebut.

4. Mengistirahatkan Organ Dalam Tubuh

Khasiat puasa senin kamis berikutnya mengenai kesehatan. Organ-organ di dalam tubuh manusia diibaratkan sebagai mesin. Mesin-mesin tersebut butuh istirahat agar tidak rusak atau sebagainya. 

Sama seperti organ tubuh yang memerlukan istirahat juga, istirahatkan organ tubuh setidaknya sehari sampai dua hari dalam seminggu. Istirahatkan organ tubuh ini dengan menjalankan puasa senin kamis.

Mengistirahatkan organ tubuh ini berfungsi untuk mengeluarkan racun-racun dalam organ pencernaan, mengoptimalkan fungsi organ pencernaan, dan sebagai perawatan rutin agar organ tubuh tetap sehat.

5. Membantu Menurunkan Kadar Lemak

Lemak merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, namun jika kehadirannya terlalu banyak maka dapat mengundang berbagai penyakit. Cara untuk menurunkan kadar lemak tersebut adalah dengan rutin melakukan puasa senin kamis. Selain puasa senin kamis cara lainnya ialah dengan rutin berolahraga dan juga melakukan diet sehat.

6. Mengeluarkan Racun Tubuh

Banyak penelitian yang menyatakan jika rutin melakukan puasa senin kamis dapat mengeluarkan racun atau toksin dari dalam tubuh. Selain berolahraga cara efektif mengeluarkan racun tubuh lainnya ialah dengan berpuasa. Nantinya racun-racun ini akan ikut terbuang bersama urin atau saat buang air besar.

7. Meremajakan Sel-sel Kulit

Khasiat selanjutnya berhubungan dengan kecantikan. Puasa senin kamis terbukti dapat meremajakan sel-sel kulit yang sudah menua. Hal ini bisa terjadi karena metabolisme dalam tubuh akan berhenti saat sedang berpuasa, dan itu berdampak pada sel-sel tubuh yang menjadi lebih aktif lagi. Sama halnya dengan sel-sel kulit.

8. Dapat Mengencangkan Kulit

Khasiat berikutnya akan membuat para kaum hawa gembira. Pasalnya puasa senin kamis dipercaya bisa mengencangkan kulit. Hal ini bisa terjadi karena metabolisme dalam tubuh akan beristirahat saat sedang berpuasa, dan hal tersebut membuat sel-sel dalam tubuh bekerja dua kali lebih maksimal. Hasilnya kulit akan terlihat lebih kencang dan sehat.

Itulah tadi khasiat puasa senin kamis untuk keimanan, kesehatan, hingga kecantikan. Dengan rutin melakukan puasa senin kamis maka khasiat-khasiat diatas akan dengan mudah didapatkan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk mengetahui mengenai khasiat puasa senin kamis.

Baca Juga : Cara Cek Haji Berdasarkan Nomor Porsi Melalui Aplikasi Dan Web Kemenag RI

Cara Cek Haji Berdasarkan Nomor Porsi Melalui Aplikasi Dan Web Kemenag RI

Cara Cek Haji Berdasarkan Nomor Porsi Melalui Aplikasi Dan Web Kemenag RI

Ibadah haji merupakan rukun islam yang kelima yang wajib dilaksanakan bagi umat muslim yang mampu baik secara fisik, ilmu hingga biaya perjalanan haji dan juga nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan. Mengingat antrian haji yang panjang, penting untuk mengetahui cara cek haji berdasarkan nomor porsi guna memastikan jadwal keberangkatan.

Apabila Jemaah haji telah melakukan pendaftaran, maka carilah informasi mengenai estimasi keberangkatan haji. Di era yang serba canggih saat ini, jadwal keberangkatan haji dapat dilihat secara mandiri melalui Aplikasi Haji Pintar dan juga website resmi milik Kemenag RI.

Apa yang dimaksud dengan Nomor Porsi Haji?

Nomor porsi haji merupakan nomor urut pendaftaran Jemaah haji. Bagian ini terdapat pada lembar bukti pembayaran BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) yang diberikan oleh Bank penerima setoran dan terdiri dari 10 digit angka.

Cara Cek Haji Berdasarkan Nomor Porsi Melalui Aplikasi Haji Pintar

Aplikasi haji pintar merupakan aplikasi yang dikelola oleh Kementerian Agama RI yang bertujuan guna mengetahui dan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan ibadah haji.

Terdiri dari berbagai fitur yaitu jadwal sholat, informasi Ziarah di Makkah dan Madinah, hingga nilai tukar rupiah dan rencana perjalanan ibadah haji.

Di dalam aplikasi ini juga memuat berbagai informasi penting lainnya seperti doa-doa, jadwal keberangkatan tiap kloter, informasi cuaca, informasi tempat tinggal, rute bus, cuaca, hingga informasi kesehatan dan lain sebagainya.

Berikut ini cara cek haji berdasarkan nomor porsi melalui aplikasi:

  • Unduh aplikasi Haji Pintar yang terdapat pada Google Play Store. Kemudian install.
  • Setelah aplikasi berhasil terpasang, buka aplikasi kemudian pilih menu estimasi keberangkatan
  • Input nomor porsi haji
  • Kemudian klik submit. Aplikasi akan menampilkan data serta informasi jadwal keberangkatan berdasarkan nomor porsi yang dimasukkan.

Cara Cek Haji Berdasarkan Nomor Porsi Melalui Website Kemenag RI

Selain menggunakan aplikasi haji pintar, Jemaah haji juga dapat mengecek melalui website yang dikelola oleh Kemenag RI. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

  • Jalankan browser yang terdapat pada perangkat komputer atau hp
  • Kemudian ketik pada tab pencarian haji.kemenag.go.id
  • Laman akan menampilkan beberapa menu. Kemudian klk dropdown basis data
  • Masukkan nomor porsi haji pada kolom yang disediakan
  • Terakhir klik cari. Laman akan menampilkan informasi keberangkatan berdasarkan nomor porsi haji.

Sebagai catatan penting, website milik Kemenag RI sering mengalami error terutama pada saat pelunasan ongkos haji, keberangkatan hingga kepulangan Jemaah. Hal ini bisa saja diakibatkan karena perubahan database Jemaah haji.

Oleh sebab itu, saat mengalami kendala error, cek menggunakan aplikasi Haji Pintar atau juga dapat menghubungi layanan Call Center dibawah ini:

  1. Call Center Haji Indonesia : (021) 500425
  2. Bagian Data Kemenag RI : (021) 3509177, (021) 3509179, (021) 3509180, (021) 3509181

Tips Sebelum Berangkat Haji

Sebelum atau ketika mendekati waktu keberangkatan, ada baiknya untuk memperhatikan beberapa tips dibawah ini. Hal ini guna memperlancar proses ibadah dan juga terhindar dari kegagalan berangkat haji. Berikut tipsnya:

Menjaga kesehatan.Calon Jemaah haji disarankan untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Hindari makanan yang dapat memicu berbagai penyakit seperti kolesterol dan lainnya. perbanyak konsumsi buah dan sayur serta rajin minum air putih.

1. Jagalah kekuatan fisik

Olahraga yang cukup dapat menambah kebugaran jasmani. Ketika pelaksanaan haji, Jemaah akan melakukan hal yang cukup banyak mengandalkan kekuatan fisik seperti berlari mengelili ka’bah dan sa’i.

2. Jangan lupa untuk melakukan vaksin

Guna mencegah datangnya penyakit seperti flu dan pneumonia, lakukanlah vaksin. Hal ini juga berlaku apabila vaksin corona telah berhasil ditemukan.

3. Persiapkan bekal uang yang cukup

Sebelum memutuskan untuk berangkat ibadah haji, pastikan bahwa keluarga yang ditinggalkan memiliki bekal yang cukup. Jangan sampai keluarga yang ditinggalkan merasa terlantar.

4. Pelajari kembali apa saja syarat sah ibadah haji

Guna terhindar dari kesalahan saat menunaikan ibadah haji, pelajari kembali syarat sah serta apa saja yang akan dilakukan. Ikutilah manasik haji sebagai pemanasan sebelum melaksanakan ibadah haji.

Nah, itulah tadi informasi mengenai cara cek haji berdasar nomor porsi serta beberapa tips yang dapat diterapkan sebelum berangkat menunaikan ibadah haji. Cek segala persiapan secara berkala guna menghindari kesalahan. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Adab Mandi Wajib yang Benar Menurut Ulama

Adab Mandi Wajib yang Benar Menurut Ulama

Adab Mandi Wajib yang Benar Menurut Ulama

Mandi wajib merupakan cara pembersihan diri dari hadast besar yang dilakukan oleh umat muslim. Najis tersebut bisa karena darah haid, nifas setelah melahirkan, berhubungan badan dengan pasangan dan sejenisnya. Namun, pada dasarnya terdapat adab mandi wajib atau tata cara yang perlu diperhatikan.

Terlebih mandi wajib untuk umat muslim terutama perempuan terdapat setidaknya 3 macam. Ketiganya sama hanya saja perbedaannya adalah pada doa dan niatnya. Untuk itu, berikut ini tata cara yang benar menurut beberapa ulama:

Tata Cara Mandi Wajib

Untuk tata cara mandi wajib ini pada dasarnya laki-laki dan perempuan sama saja. Namun, bacaan yang harus diamalkan untuk setiap macamnya akan berbeda. Di sisi lain, mandi besar yang digunakan untuk membersihkan diri dari najis juga harus dilakukan dengan benar dan tepat sesuai tuntunan Rasulullah supaya ibadah menjadi sah.

1.Niat

Pertama yang perlu dilakukan adalah membaca niat. Segala sesuatunya haruslah diawali dengan niat begitu pula dengan mandi wajib ini. Antara najis dari darah haid, nifas dan juga selepas bersyahwat berbeda doanya. Kemudian niat ini juga harus diucapkan sebelum memasuki kamar mandi.

2.Membersihkan Kemaluan

Mandi wajib sebenarnya adalah membersihkan kemaluan dari hal-hal yang najis. Akan tetapi, sebelum itu telapak tangan harus dicuci terlebih dahulu sebanyak 3 kali barulah membasuh kemaluan dan juga dubur. Jika sudah selesai tangan harus dibersihkan kembali menggunakan sabun.

3. Wudhu

Apabila kedua cara di atas telah selesai dilasanakan, maka selanjutnya adalah berwudhu seperti biasanya. Hal tersebut dapat dilakukan di dalam kamar mandi maupun di luar. Namun, hukum membaca niat berwudhu di dalam kamar mandi menurut sebagian ulama adalah makruh.

4. Membersihkan Sela-sela

Setelah selesai berwudhu selanjutnya adalah membersihkan sela-sela yang terdapat pada bagian tubuh. Seperti jari-jari, lipatan-lipatan dan juga rambut. Caranya dengan menggosok-gosokkan sela-sela tersebut. Ketika membersihkan bagian kepala pastikan kulitnya tersentuh dan digosok perlahan.

5. Mengguyur dengan Air

Cara yang terakhir mandi wajib setelah membersihkan seluruh area tubuh adalah dengan mengguyur air ke seluruh tubuh. Saat melakukannya harus dari ujung rambut hingga ke mata kaki dan dilakukan dari area tubuh sebelah kanan terlebih dahulu.

Adab Mandi Wajib

Pada dasarnya ada beberapa mandi wajib yang perlu diperhatikan supaya ibadah yang dilakukan benar dan lebih sempurna. Menurut Imam Al-Ghazali mandi wajib ini juga tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan harus rinci karena akan berdampak pada ibadah-ibadah berikutnya.

Secara teknis diantaranya yaitu sebelum berwudhu harus membasuh kedua tangan terlebih dahulu sebanyak tiga kali. Kemudian membersihkan seluruh kotoran yang menempel di badan, namun ketika membasuh bagian kemaluan dan dubur harus menggunakan tangan kiri. Barulah mengguyur tubuh dengan air dari ujung rambut hingga ke ujung kaki sebanyak tiga kali.

Hal yang sama juga dilakukan, namun dimulai dari tubuh sebelah kanan kemudian bagian kiri sebanyak tiga kali juga. Saat mengguyur tubuh dengan air, pastikan sambil menggosok-gosokan area rambut hingga menyentuh kulit kepala supaya benar-benar bersih. Begitu pula dengan tubuh dan area lipatan-lipatan.

Kemudian saat mulai mengguyur badan dengan air, di waktu itu pula lah niat mandi untuk menghilangkan hadist dari janabah di baca. Di sisi lain selain niat dan mengguyurkan tubuh, semua amalan tersebut termasuk sunnah yang dianjurkan.

Itulah tata cara dan adab mandi wajib yang perlu diketahui oleh umat muslim. Terlebih perempuan yang kerap melaukannya. Meskipun adab-adab tersebut dihukumi sunnah muakad, namun menurut ulama besar Imam Al-Ghazali apabila tidak dilakukan maka orang itu akan sangat merugi.

Baca Juga : Ingin Tahu Perbedaan Mandi Wajib Dan Mandi Junub? Simak Ulasannya Berikut!

Ingin Tahu Perbedaan Mandi Wajib Dan Mandi Junub? Simak Ulasannya Berikut!

Ingin Tahu Perbedaan Mandi Wajib Dan Mandi Junub? Simak Ulasannya Berikut!

Bagi agama Islam,  ketika hendak melakukan sebuah ibadah mengharuskan seseorang tersebut untuk suci baik dari hadas besar maupun kecil. Salah satu  yang membuat orang bingung untuk bersuci yaitu ketika mereka mengalami hadas besar. Langkah untuk bisa menghilangkan hadast besar ini yaitu dengan mandi wajib atau mandi junub.  Namun perlu diketahui bahwa ada perbedaan mandi wajib dan mandi junub ini. 

Bagi orang awam,  mungkin banyak yang beranggapan hal ini sama dikarenakan sama-sama menjadi salah satu praktik bersuci untuk menghilangkan hadas. Namun pada dasarnya niat dan langkahnya berbeda. Untuk lebih lengkapnya simak ulasannya berikut! 

Perbedaan Mandi Wajib Dan Mandi Junub

Seorang muslim wajib untuk melakukan mandi wajib maupun junub yang menjadi salah satu cara membersihkan diri sebelum melakukan ibadah.  Amalan ini perlu dilakukan ketika seseorang mengalami haid atau telah berhubungan badan. Pada dasarnya arti dari mandi wajib maupun junub ini sama saja, sama-sama untuk membersihkan diri dari hadas besar setelah melakukan beberapa hal yang menjadi penyebabnya.  Yang menjadi pembeda hanya pada niat dan penyebab dari setiap kejadian yang dialaminya. Istilah mandi junub lebih ditujukan pada seseorang yang telah berhubungan suami istri dan wajib melakukan mandi besar.  

Ketika seseorang mengalami hadas besar selain berhubungan suami istri,  lebih dikenal dengan mandi wajib. Meskipun begitu, istilah mandi wajib dan junub sering kali disamakan.  Tata cara ketika hendak melakukan mandi junub maupun mandi wajib ini juga berbeda setiap perkaranya. Meskipun sama-sama membasuh tubuh dari ujung kepala hingga kaki,  namun ada beberapa amalan lain misalnya ketika haid. Tujuan dari mandi wajib maupun junub ini yaitu untuk menghilangkan najis dan juga kotoran yang menempel.  

Hal Yang Menyebabkan Mandi Wajib dan Mandi Junub

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab seseorang wajib untuk melakukan mandi junub.  Hal ini agar mereka suci dari hadast besar dan bisa melangsungkan ibadah. Berikut beberapa hal yang menjadi penyebab seseorang melakukan mandi junub atau mandi wajib ini! 

1. Keluar Mani Setelah Junub

Bagi seseorang yang telah atau selesai berhubungan suami istri,  dimana ketika seseorang baik laki-laki maupun perempuan mengeluarkan cairan dari kemaluannya.  Ketika keluar air mani, tentu wajib bagi umat muslim mandi besar. 

2. Berhubungan Suami Istri

Bertemunya alat kelamin laki-laki dan perempuan meskipun tidak mengeluarkan cairan tetap diwajibkan untuk melakukan mandi junub.  Hal ini sesuai dengan berbagai hadits yang menjelaskan mengenai hubungan badan.  

3. Haid Bagi Wanita

Seorang wanita yang sudah baligh tentu akan mengalami masa haid atau menstruasi.  Hal ini umumnya terjadi setiap satu bulan sekali meskipun siklus setiap wanita berbeda.  Keluarnya darah kotor dari kemaluan wanita ini wajib untuk melakukan mandi wajib. Tentunya mandi wajib dilakukan setelah masa haid berakhir. 

4. Nifas

Seseorang yang selesai melahirkan akan mengalami masa nifas.  Hal ini dikarenakan untuk membersihkan darah setelah melahirkan.  Biasanya masa nifas ini antara 40 hari.  

5. Meninggal Dunia

Khusus perkara yang satu ini lebih dikenal dengan istilah mandi wajib.  Bagi seseorang yang meninggal wajib untuk dihilangkan hadas baik kecil maupun besar.  Langkah untuk mensucikan dari hadas besar bagi seorang yang sudah meninggal dengan cara mandi wajib.  

Dengan mengetahui apa saja hal yang menjadi penyebab mandi besar dan juga mandi junub tentu akan memudahkan untuk menyucikan sesuai dengan perkara yang ada. Perbedaan mandi wajib dan mandi junub in8 memang hanya pada istilah saja.  Junub lebih diidentikan pada berhubungan badan namun mandi wajib lebih secara global untuk menyucuikan berbagai perkara mengenai hal yang mengharuskan untuk mandi. 

Baca Juga : Mandi Wajib Sesuai Sunnah Bagi Pria Dan Wanita

Mandi Wajib Sesuai Sunnah Bagi Pria Dan Wanita

Mandi Wajib Sesuai Sunnah Bagi Pria Dan Wanita

Mandi wajib sesuai sunnah merupakan proses membersihkan diri yang diwajibkan bagi seorang muslim. Tujuannya adalah untuk mensucikan badan dari hadas besar. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 6 yang artinya “Dan jika kamu junub, maka mandilah.”

Tata cara dan teknis pelaksanaan mandi wajib sudah memiliki kaidah tersendiri sehingga harus dilaksanakan sesuai Sunnah. Sebab, tidak ada manusia yang dapat terbebas dari hadas besar. Nah, berikut ini akan dijelaskan tata cara mandi wajb sesuai Sunnah yang baik dan benar.

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah

Pada dasarnya tata cara mandi wajib sesuai Sunnah bagi perempuan yang baru selesa nifas dan haid, atau laki-laki yang selesai bersyahwat sama saja. Yang membedakan adalah niat yang dibaca. Berikut ini tata cara mandi wajib sesuai Sunnah:

1. Membaca Niat.

Bacalah niat atau doa sebelum melakukan mandi wajib. Ini hukumnya wajib. Sebab niatlah yang membedakan antara mandi wajib dengan mandi biasa. Tanpa membaca niat, amalan yang dilakukan dianggap tidak sah. Oleh karena itu wajib hukumnya membaca niat. 

2. Membersihkan Telapak Tangan Sebanyak 3 Kali

Cuci telapak tangan 3 kali sesuai anjuran Nabi, hal ini agar kemaluan benar-benar bersih dari najis. Dan juga bersihkan dubur serta kemaluan menggunakan tangan kiri. Gosok-gosok telapak tangan dengan sabun hingga sela-sela jari tangan. 

3. Basuh Kembali Telapak Tangan

Setelah memastikan kemaluan bersih dari najis, cuci tangan dengan cara menggosok-gosoknya menggunakan sabun ataupun tanah. Bersihkan hingga area yang tersembunyi agar benar-benar bersih. Sela-sela jari tangan juga harus dibersihkan sebab tidak ada yang tau bagian mana saja yang terkena najis. 

4. Berwudhu’

Selanjutnya adalah berwudhu dengan sempurna sebagaimana ketika akan melaksanakan sholat. Lakukan mulai dengan niat wudhu, kemudian berkumur-kumur hingga membasuh kedua kaki hingga batas mata kaki. Akhir dengan membaca doa setelah berwudhu. 

5. Menyeka Pangkal Rambut Dengan Air

Masukkan tangan ke dalam air kemudian bersihkan pangkal rambut dengan jari tangan hingga kulit kepala. Pastikan kulit kepala ikut tersapu dengan air. Lanjutkan hingga ujung rambut. Bagi perempuan, tidak perlu membuka jalinan rambut. Hal ini sesuai dengan yang diterangkan oleh Nabi Saw dalam haditsnya. 

6. Guyur Kepala Dengan Air

Guyur kepala dengan air sebanyak 3 kali. Pastikan agar pangkal rambut turut terkena air. Namun bagi wanita, tidak perlu membuka ikatan rambut. Hal ini sesuai dengan sabda nabi Muhammad SAW. Cukup pastikan seluruh rambut telah basah dengan air saja.

7. Mandi Hingga Bersih

Selanjutnya mandi seperti biasa dengan mendahulukan bagian yang kanan. Jangan lupa untuk membersihkan diri dengan sabun mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki agar bersih dari najis. Bilas dengan air hingga bersih dan juga tidak ada sisa sabun yang masih menempel. 

8. Bersihkan Hingga Lipatan Tubuh

Saat melakukan mandi wajib, pastikan untuk turut membersihkan bagian-bagian lipatan tubuh agar benar-benar bersih dari najis. Seperti lipatan paha, ketiak, belakang siku. Semua harus dibersihkan tanpa ada satu bagian pun yang tertinggal. Setelah semuanya bersih, maka mandi wajib baru bisa dikatakan sah. 

Perbedaan Tata Cara Mandi Wajib Antara Pria dan Wanita

Sebenarnya pelaksanaan mandi wajib sesuai Sunnah antara pria dan wanita sama saja. Hal yang membedakan terletak pada sebab, niat serta bagi wanita, tidak perlu untuk menyela pangkal rambut.

Nah, berdasarkan uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sebagai umat muslim, penting untuk menjaga kebersihan diri baik dari hadas besar maupun hadas kecil.

Baca Juga : Cara Berdzikir Setelah Sholat, Begini Panduannya

Cara Berdzikir Setelah Sholat, Begini Panduannya

Cara Berdzikir Setelah Sholat, Begini Panduannya

Berzikir merupakan salah satu amalan utama setelah sholat. Doa yang didahului dengan dzikir dapat menjadi sarana yang tepat agar permohonan seseorang didengar Allah. Cara berdzikir setelah sholat berikut ini di contohkan oleh Nabi Muhammad. Beliau senantiasa berdzikir dan berdoa seusai sholat.

Pada masa Rasulullah dulu, orang-orang berdzikie dengan mengeraskan suara setelah sholat maktubah. Tetapi jika mengerjakan sholat secara sendiri, dzikir dipanjatkan dengan suara lirih. Sudah sepantasnya umat muslim mencontoh Rasul dengan berdzikir dan berdoa yang diiringi dengan adab yang baik dan benar.

1. Membaca Istighfar Sesudah Sholat

Cara berdzikir setelah sholat pertama yakni memanjatkan bacaan dzikir yakni “Astaghfirullahal’adzim, Alladzi la ilaha illa …” Bacalah sebanyak tiga kali. Kalimat tersebut merupakan permohonan ampun dan taubat.

Dzikir setelah sholat hendaknya diawali dengan doa permohonan ampun.  Selanjutnya, baca kalimat keselamatan yakni “Allahumma antassalam waminkassalam ..”

2. Membaca Kalimat Tauhid

Setelahnya, lanjutkan dengan bacaan kalimat tauhid yakni “Laa ilaha illallah wahdahu laa .” Kalimat tauhid merupakan zikir yang paling ini utama. Dalam kalimat tersebut terdapat bacaan tahlil.

Rasulullah pernah bersabda bahwa kalimat la illaha illallah merupakan dzikir yang utama dan alhamdulillah merupakan doa yang paling utama. Kemudian dilanjutkan dengan doa keselamatan kembali. 

3. Membaca Al Fatihah dan Ayat Kursi

Setelahnya dilanjutkan dengan membaca alfatihah yang diawali dengan kalimat bismillah dan taawudz. Lalu bacalah ayat kursi atau al baqarah ayat 255. Doa seorang hamba akan mudah dikabulkan dengan sering membaca ayat kursi ini. Selain itu, Ayat ke 255 surat al baqarah tersebut terkandung banyak sekali keistimewaan.

Seseorang yang rutin membacanya akan dihindarkan dari sihir dan kejahatan lainnya. Serta akan dijaga Allah sepanjang hari. Dengan perantara ayat kursi, Allah juga akan membukakan pintu hikmah serta rezekinya. Saat seseorang membaca ayat ini sebelum tidur, maka orang tersebut akan dijaga oleh dua malaikat hingga pagi.

4. Membaca Surat Pendek Dilanjutkan dengan Bacaan Tasbih

Dzikir selanjutnya dengan membaca surat pendek yakni al ikhlas, al falaq dan an naas. Selanjutnya bacalah kalimat tasbih tahmid dan takbir. Baca masing-masing sebanyak 33 kali. Bacaan tasbih yakni “Subhanallah”, tahmid “alhamdulillah” dan takbir allahu akbar”.

5. Membaca Kalimat Tauhid

Dzikir selanjutnya dilakukan dengan membaca kalimat tauhid yakni “allahu akbar kabiro ..” Makna kalimat tersebut yakni hanya Allah semata Tuhan yang patut disembah.

6. Membaca Doa

Setelah membaca kalimat tauhid,  lanjutkan dengan doa. Adapun doa setelah sholat meliputi bacaan tahmid dan pujian. Lalu tak ketinggalan kalimat sholawat untuk nabi. Dilanjutkan dengan membaca doa sapu jagat dan keselamatan dunia akhirat. Setelahnya, doa untuk orang tua dan terakhir doa penutup.

Bacaan tahmid dan pujian menjadi yang pertama dianjurkan. Hal tersebut sebagai bentuk syukur pada Allah atas segala nikmat yang diberikan. Doa sapu jagat berbunyi robbana atina fidunya dan sebagainya. Sementara Doa penutup berupa permohonan Rahmat untuk Rasulullah berserta keluarga serta sahabatnya.

Seseorang juga bisa menambahkan doa lainnya seperti permohonan yang sedang diinginkan. Doa orang tua juga bisa dibaca dengan menggunakan kalimat versi sendiri. Tidak selalu dalam bahasa arab.

Jika seseorang memiliki hajat, mohonlah kepada Allah melalui serangkaian dzikir dan doa setelah sholat di atas. keutamaan sholat banyak sekali apalagi jika ditambah dengan zikir dan doa sesudahnya.

Nah, itulah cara berdzikir setelah sholat yang dicontohkan Rasul dan para sahabat. Dengan rutin berdzikir dan berdoa maka amalan ibadah seseorang juga semakin meningkat. Hati juga akan merasa tenang saat berdzikir. Hal tersebut tentunya membawa dampak yang baik untk kehidupan dunia serta akhirat.

Baca Juga : Cara Berdzikir Yang Benar Agar Dapat Menenangkan Hati dan Pikiran

Cara Berdzikir Yang Benar Agar Dapat Menenangkan Hati dan Pikiran

Cara Berdzikir Yang Benar Agar Dapat Menenangkan Hati dan Pikiran

Dzikir merupakan salah satu cara yang tepat untuk menenangkan hati dikala resah dan tidak tenang. Selain dapat menenangkan hati dan pikiran yang tidak tenang, berdzikir juga dapat melindungi diri dari setan yang dapat membuat diri tersesat. Dengan berdzikir, seorang hamba akan mendapatkan ketenangan hati dan menambah pahala dan ridho dari Allah. Ada banyak cara berdzikir yang benar dan mudah dilakukan.

Mengigat Allah Swt dapat dilakukan dengan berdzikir. Ketika berdzikir secara rutin kapanpun dan dimanapun, insya Allah akan didapatkan ridho dan pahala dari Allah  Subhanahu wa ta’ala. Memfokuskan diri dengan berdzikir akan membuat diri dijauhkan dari perbuatan dosa. Berikut beberapa cara berdzikir yang benar dan mudah dihapal.

1. Beristighfar

Istigfar dapat menjadi salah satu jalan untuk melakukan taubat dan meminta ampunan kepada Allah. Ketika beristigfar, dosa-dosa akan berguguran seizin Allah SWT. beristigfar juga dapat menjauhi diri dari rasa malas khususnya untuk beribadah. Allah juga akan memberikan jalan keluar atas masalah yang sedang dihadapi sehingga urusan yang dihadapi akan lebih mudah dijalani.

Istigfar dapat dilakukan dimanapun bahkan setelah melakukan shalat fardu. Beristigfar dapat dilakukan dengan cara mengucapkan Astaghfirullah sebanyak tiga kali. Kemudian dilanjutkan dengan membaca Allahumma antassalaam, wa mingkassalaam, wa illaika ya hudusallam, tabarakta ya dzal jalaali wal ikraam.

2. Membaca Tasbih

Melantunkan tasbih merupakan salah satu cara berdzikir yang benar. bertasbih adalah suatu bentuk mensucikan Allah dari perbuatan hambarnya. Allah telah memberikan nikmat dan karunia kepada hamba-Nya maka karena itulah seorang hamba harus menyembah Allah sebagai rasa wujud rasa syukur.

Bertasbih dapat dilakukan dengan cara membaca Subhanallah sebanyak 33 kali yang bermakna maha suci Allah. jikalau ingin lebih banyak bertasbih maka dapat pula membaca Subhanallah kemudian lanjut dengan membaca wal hamdulillah, wa lailaha illallah, dan wallahu akbar.

4. Bertahmid

Bertahmid berarti seorang hamba memuji Allah atas segala karunia yang diberikan oleh-Nya. Ada makna yang dapat diketahui dari bacaan tahmid yaitu pujian atas keesaan Allah SWT. bertahmid juga merupakan jalan untuk mendapatkan rasa kecintaan dari Allah.

Tahmid dapat dilakukan dengan membaca alhamdulillah atau alhamdulillahi robbil alamin yang berarti segala puji bagi Allah. lantunkan tahmid sebanyak 33 kali untuk mendapatkan ridho dari Allah. bacaan ini dilantunkan bersamaan dengan istigfar dan tasbih.

5. Takbir

Takbir dapat dilakukan dengan membaca Allahu Akbar yang berarti Allah Maha Besar. Bacaan ini dapat dilakukan sebanyak 33 kali. Takbir dilantunkan agar seorang hamba bahwa yang berkuasa di muka bumi ini hanyalah Allah SWT.

Takbir merupakan salah satu bentuk mengaggungkan kebesaran Allah atas segala ciptaan-Nya di muka bumi ini. maka dari itu, hendaknya seorang hamba patut untuk mengagungkan Allah sebagai makhluk ciptaanya.

6. Membaca Surat Pendek

Setelah membaca istigfar, tasbih, tahmid dan takbir, maka cara berdzikir yang benar berikutnya yaitu membaca beberapa surat pendek. Allah akan memberikan ridho dan kemudahan ketika membaca surat ini. Surat tersebut diantaranya adalah : Surat Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas

Surat ini dapat dibaca setelah melakukan dzikir. Selain surat tersebut, ayat kursi juga dapat dilantunkan. Dengan membaca surat ini, Allah akan mempermudah jalan dunia dan akhirat.

Demikian informasi mengenai cara berdzikir yang benar. dzikir dapat dilakukan setelah melakukan shalat fardhu dan kapanpun. Seorang hamba hendaknya selalu mengingat dan mengharap ridho dari Allah. maka dari itu, jangan lupa untuk terus melakukan dzikir dan bersyukur atas karunia yang diberikan oleh Allah SWT.

Baca Juga : Cara Sholat Tasbih Yang Benar Beserta Manfaat dan Keutamaannya

Cara Sholat Tasbih Yang Benar Beserta Manfaat dan Keutamaannya

Cara Sholat Tasbih Yang Benar Beserta Manfaat dan Keutamaannya

Sholat merupakan salah satu kewajiban yang dilaksanakan oleh setiap muslim, terlebih sholat 5 waktu yang setiap harinya dilaksanakan. Sholat merupakan amalan penghapus dosa, selain sholat wajib ada juga sholat sunnah. Salah satunya adalah sholat tasbih, pada artikel ini akan membahas cara sholat tasbih yang benar, berikut adalah pembahasan selengkapnya:

Terdapat banyak sholat sunnah salah satunya adalah sholat tasbih, sholat ini memiliki banyak keutamaan. Dalam pelaksanaan sholat tasbih banyak bacaan tasbih yang dibaca. Dengan itu dapat dijadikan sebagai amalan penghapus dosa dan masih ada manfaat keutamaan yang lainnya, inilah dia ulasan selengkapnya :

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Tasbih

Cara sholat tasbih yang benar adalah dilaksanakan dalam 2 rakaat. Ada 15 bacaan tasbih saat berdiri yang dibaca di setiap rakaatnya, 10 kali bacaan tasbih pada saat rukuk, iktidal, duduk di antara dua sujud, dan tasyahud akhir. Jadi pada satu rakaat telah membaca bacaan tasbih total dengan jumlah 75 yang kemudian diulangi pada rakaat kedua. Berikut adalah cara selengkapnya:

  • Membaca niat: Pertama membaca niat , niat di baca dalam hati dengan dibarengi gerakan takbiatul ihram “Allahu Akbar”
  • Takbiratul ihram: Setelah takbiratul ihram kemudian membaca bacaan tasbih, berikut adalah bunyi bacaan tasbih “Subhanallah, Walhamdulillah, Walaa ilaaha illa alla, Wallahu Akbar” yang artinya “Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah tiada Tuhan selain Allah”
  • Membaca Iftitah: Bacalah doa ifititah kemudian dilanjutkan dengan membaca 10 kali bacaan tasbih.
  • Baca Al-Fatihah: Membaca surat Al-Fatihan yang dilanjutkan membaca 10 kali bacaan tasbih
  • Membaca surat pendek: Setelah bacaan fatihah dilanjutkan dengan membaca surat pendek dan membaca bacaan tasbih 10 kali bacaan tasbih
  • Rukuk: Membaca doa rukuk kemudian dilanjutkan dengan membaca tasbih sebanyak 10 tasbih
  • Iktidal: Selanjutnya membaca doa iktidal dan dilanjutkan dengan 10 kali bacaan tasbih
  • Sujud: Sujud pertama dan sujud kedua dengan membaca doa sujud dan dilanjutkan dengan 10 kali bacaan tasbih
  • Duduk di antara dua sujud: Membaca doa duduk di antara dua sujud dan ulangi  dengan membaca 10 kali bacaan tasbih
  • Berdiri mengerjakan rakaat kedua: Mengulangi bacaan persis seperti pada rakaat pertama lengkap dengan bacaan tasbih sebanyak masing-masing 10 kali pada tiap rukun
  • Duduk Tasyahud Akhir: Sebelum membaca doa tasyahud akhir membaca bacaan tasbih terlebih dahulu sebanyak 10 kali, kemudian dilanjutkan membaca doa tasyahud akhir dan salam.

Manfaat dan Keutamaan Sholat Tasbih

Setelah mengetahui tata cara sholat tasbih yang benar maka perlu diketahui manfaat dan keutamaan sholat tasbih, ini dia ulasan selengkapnya :

1. Menghapus Dosa

Manfaat pertama sholat tasbih adalah menghapus dosa, hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Daud yaitu: “jika engkau melaksanakannya maka, Allah mengampuni dosamu: dosa awal dan akhir, dosa yang lama dan baru, dosa yang rahasia dan terang-terangan, dan sepuluh macam dosa lainnya”

2. Menambah Amalan

Manfaat selanjutnya dengan pelaksanaan sholat tasbih adalah menambah timbangan amal dan pahala dari seorang mukmin. Hal ini Rasulullah pernah bersabda “Ada dua kalimat yang keduanya ringan diucapkan di lidah namun memberatkan timbangan amal, yaitu : “Subhanallah, Walhamdulillah, Walaa ilaaha illa alla, Wallahu Akbar

3. Mudah Menghadapi Cobaan

Dengan melaksanakan sholat tasbih dapat meringankan beban segala cobaan bagi seseorang. Dengan banyaknya bacaan tasbih yang dibaca pada saat sholat tasbih akan menjadi amalan baik yang bisa memberikan kemudahan dalam menghadapi setiap ujian atau cobaan hidup.

Setelah mengetahui cara sholat tasbih yang benar dan manfaat serta keutamaan masihkah ada keraguan untuk mendirikan sholat sunnah yang satu ini. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah semangat untuk terus mencari Ridha Allah.

Baca Juga : Dibalik Keutamaan Sholat Subuh Dan Isya yang Penting Untuk Diketahui

Dibalik Keutamaan Sholat Subuh Dan Isya yang Penting Untuk Diketahui

Dibalik Keutamaan Sholat Subuh Dan Isya yang Penting Untuk Diketahui

Pernah mendengar istilah keutamaan sholat subuh dan isya? Bagi kaum Muslimin ibadah sholat merupakan suatu kewajiban, terlebih lagi sholat yang masuk kedalam kategori sholat wajib. Perintah sholat pertama kali datang ketika nabi Muhammad SAW melakukan Isra Miraj dari Madina ke Baitul Maqdis dan selanjutnya menuju Sidratul Muntaha. Baru dari sana lah perintah sholat itu turun kepada nabi Muhammad SAW dan untuk umat Nya.

Menjalankan Ibadah sholat, selain mendapatkan pahala dari Allah SWT juga memiliki manfaat yang luar biasa bagi kaum muslimin yang menjalankan nya.  Masing masing sholat memiliki keutamaan dan spesifikasi yang berbeda- beda.

Keutamaan Sholat Subuh Dan Isya Berjamaah

Seperti uraian yang telah dipaparkan diatas masing masing sholat memiliki keistimewaan dan keutamaan yang berbeda-beda. Pada kesempatan kali ini saya akan coba untuk membahas keutamaan sholat subuh dan isya secara berjamaah berikut keutamaan keutamaan nya :

1. Setara Dengan Sholat Setengah Dan Semalam Penuh

Sholat isya dan sholat subuh memang memiliki kelebihan yang luar biasa dibanding dengan sholat yang lain. Sholat isya dan sholat subuh tidak hanya mendapatkan ganjaran pahala sebesar 27 derajat sebagaimana pahala sholat wajib secara berjamaah yang lain. Akan tetapi sholat isya secara berjamaah setara dengan amalan sholat separuh malam. Sedangkan sholat subuh secara berjamaah setara dengan amalan sholat semalam penuh.

2. Mencega Dari Sifat Munafik

Allah SWT pernah menyebutkan ciri ciri orang munafik yaitu jika berkata berbohong, jika berjanji ingkar dan jika diberi amanah khianat. Tiga hal diatas itu baru ciri ciri dari orang munafik sedangkan sholat isya dan sholat subuh sangat berat untuk dilakukan oleh orang munafik

3. Mendapatkan Dunia Dan Seisinya

Hal yang sering dilupakan dari sholat wajib adalah melakukan sholat sunnah rawatib sebelum dan sesudah sholat wajib. Sholat sunnah rawatib selain berfungsi untuk menyempurnakan sholat wajib itu sendiri. Ada juga sholat rawatib yang memiliki keutamaan yang luar biasa yaitu sholat sunnah rawatib 2 rakaat sebelum subuh.

Sholat ini mendapatkan ganjaran lebih baik dari pada dunia dan seisinya bahkan ada suatu riwayat yang menyebutkan kan bahwa sholat yang paling berat dilakukan oleh orang munafik adalah sholat isya dan sholat subuh secara berjamaah. Seandainya orang munafik mengetahui keutamaannya niscaya akan mendatanginya meskipun dalam keadaan merangkak. Masya allah seperti itulah keutamaan sholat isya dan sholat subuh secara berjamaah.

4. Berpeluang Mendapatkan Pahala Haji Atau Umrah

Setelah selesai menunaikan ibadah sholat subuh secara berjamaah, jika tidak dalam keadaan terburu buru maka duduklah sebentar. Berdzikir, tahmid mengagungkan Allah SWT atau membaca kitab suci Al qur’an sampai terbitnya matahari. Setelah terbit matahari jangan langsung meninggalkan masjid tapi lanjut dengan  sholat sunnah dua rakaat.

Jika semua itu dilakukan dengan sungguh sungguh dengan hati dan niat yang ikhlas untuk beribadah kepada Allah SWT maka insya Allah akan mendapatkan ganjaran pahala. Pahala yang setara dengan naik haji atau umrah meskipun secara zahir tidak melakukannya langsung ke Makkah Almukaromah

5. Mendapatkan Berkah Dari Allah SWT

Seluruh kegiatan yang dilakukan pada pagi hari apapun itu selama aktivitasnya dalam bentuk kegiatan  insya allah akan mendapatkan berkah dari Allah SWT. Terlebih lagi aktivitas sholat subuh secara berjamaah, karena aktivitas tersebut telah di do’akan oleh Rasulullah SAW agar mendapatkan berkah

Itulah lima keutamaan sholat subuh dan isya jika dilakukan secara berjamaah. Masih banyak lagi keutamaan yang lain yang mungkin bisa di pelajari pada literatur yang lain.

Baca Juga : Tata Cara Sholat Dhuha Yang Benar Dengan Dua Rakaat

Tata Cara Sholat Dhuha Yang Benar Dengan Dua Rakaat

Tata Cara Sholat Dhuha Yang Benar Dengan Dua Rakaat

Rejeki merupakan sesuatu yang banyak dijadikan sebagai permintaan pada saat berdoa kepada sang pencipta dan dilakukan oleh semua umat. Salah satunya adalah umat Islam yang meminta rejeki kepada Allah SWT dengan cara melakukan sholat Dhuha. Tata cara sholat Dhuha yang benar tidak jauh berbeda dengan sholat lainnya seperti sholat lima waktu yang diawali dengan sebuah niat.

Namun melakukan sholat Dhuha tentu ada tata cara yang harus diikuti karena memiliki ketentuan dalam bacaan surah pendek setiap rakaat. Meskipun terlebih dahulu harus membaca Surah Al-Fatihah sebelum membaca surah pendek tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut ini merupakan paparan mengenai tata cara sholat Dhuha yang benar dengan dua rakaat.

1. Membaca Niat dan Takbiratul Ihram

Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan membaca niat dari shalat Dhuha ini. Adapun niat yang dibaca yang berisi maksud untuk melakukan sholat Dhuha dua rakaat dengan menghadap kiblat. Setelah membaca niat tersebut maka diwajibkan untuk melakukan takbiratul Ihram dengan membaca Allahu Akbar sambil mengangkat kedua tangan.

2. Membaca Doa Iftitah, Surah Al-Fatihah, dan Surah Ad-Dhuha

Setelah melakukan gerakan takbirotul ihram maka selanjutnya adalah dengan membawa doa iftitah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah. Ketika doa iftitah selesai dibaca maka akan dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Fatihah yang berjumlah 7 ayat. Selanjutnya dengan membaca surah pendek iaitu Surah Ad-Dhuha pada rakaat pertama.

3. Ruku’ dan I’tidal

Jika kedua surah tersebut selesai dibaca maka lakukan gerakan rukuk’. Di mana gerakan rukuk’ ini adalah membungkukan punggung sambil membaca Subahanarabbial Adzim Wabihamdiq sebanyak 3 kali. Kemudian bangkit yang dinamakan dengan gerakan i’tidal dalam sholat yang juga disertai dengan bacaan dari gerakan ini.

4. Sujud dan Duduk Diantara Dua Sujud

Ketika gerakan i’tidal selesai dilakukan maka langkah selanjutnya adalah dengan melakukan sujud yang disertai dengan doa dan dibaca 3 kali. Kemudian bangkit dari sujud tersebut untuk membaca doa duduk di antara dua sujud. Setelah membaca doa tersebut, maka lakukan gerakan sujud dengan bacaan yang sama sebelum bangkit dan berdiri untuk memulai rakaat kedua.

5. Membaca Surah Al-Fatihah dan Surah As-Syams

Berbeda halnya dengan rakaat pertama membaca Surah Ad-Dhuha sebagai surah pendek. Namun pada rakaat kedua surah yang dijadikan surah pendek adalah surah As-Syams. Di mana surah ini juga memiliki kaitan yang erat dengan terjemahan ayat yang ada pada Surah Ad-Dhuha. Terjemahan dalam surah tersebut mengenai waktu Dhuha.

6. Melakukan Gerakan Ruku’, I’tidal, Sujud, dan Duduk Diantara Dua Sujud

Seperti pada rakaat pertama, sehabis membaca Surah Ad-Dhuha maka melakukan gerakan selanjutnya. Di mana gerakan tersebut adalah melakukan rukuk. I’tidal, dan juga duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali yang disertai dengan bacaan. Bacaan dari gerakan tersebut pun sama dengan gerakan sebelumnya.

7. Tasyahud Akhir dan Salam

Tata cara sholat Dhuha yang benar yang terakhir adalah dengan melakukan tasyahud akhir. Setelah melakukan gerakan tersebut maka lakukan salam (kanan dan kiri) setelah membaca Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Untuk sholat Dhuha yang lebih khusu’ sebaiknya membaca doa khusus untuk sholat Dhuha setelah salam.

Itulah beberapa ulasan mengenai tata cara sholat Dhuha yang benar dengan jumlah dua rakaat. Untuk rakaat sholat Dhuha sendiri bisa dilaksanakan 2- 8 rakaat dengan salam di setiap 2 rakaat. 

Karena harus mengawali sebuah niat sebelum masuk pada rakaat pertama. Namun yang membedakan adalah surah pendek yang dibaca setelah membaca Surah Al-Fatihah yaitu Surah Ad-Dhuha dan Surah As-Syams.

Baca Juga : 7 Cara Agar Sholat Khusyu dan Tenang dalam Beribadah