Mengenal Tawaf Qudum Dan Macam-Macam Tawaf Lainnya

Mengenal Tawaf Qudum Dan Macam-Macam Tawaf Lainnya

Tawaf merupakan salah satu bagian dari ibadah umroh dan haji. Apa yang dimaksud dengan tawaf? Tawaf adalah salah satu rukun haji dan umroh yang dilaksanakan dengan cara mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Salah satunya adalah Tawaf Qudum. Tawaf Qudum adalah tawaf pertama yang dilakukan saat seseorang tiba di kota Makkah. Berikut penjelasan lengkapnya!

Definisi Tawaf

Tawaf merupakan kegiatan yang dilakukan dengan cara mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, yang dimulai dan diakhiri pada arah sejajar Hajar Aswad, dengan posisi Ka’bah berada disebelah kiri orang yang sedang melakukan tawaf.

Tawaf merupakan salah satu bukti keimanan seseorang kepada Allah SWT dalam melaksanakan syariat islam. Hikmah yang terkandung dalam proses tawaf adalah untuk mengingat kebesaran Allah serta sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Apa Saja Syarat-Syarat Tawaf?

Dalam melaksanakan tawaf, tentu saja ada beberapa hal yang harus dipenuhi. Adapun syarat-syarat tersebut adalah:

  • Melaksanakan segala yang menjadi syarat sah shalat yaitu suci, berniat, menutup aurat, dan lain sebagainya. Pada saat tawaf, muthowif masih diperkenankan untuk berkomunikasi dengan orang lain.
  • Posisi pundak kiri harus lurus ke arah kiblat.
  • Putaran tawaf harus berlawanan dengan arah jarum jam dan dimulai pada titik hajar aswad.
  • Tawaf harus dilakukan sebanyak tujuh kali.

Macam-Macam Tawaf      

Tawaf terdiri dari empat macam. Yaitu Tawaf Qudum, Tawaf Ifadah, Tawaf Sunah, kemudian yang terakhir adalah Tawaf Wada’ atau tawaf perpisahan. Berikut penjelasannya:

1. Tawaf Qudum

Tawaf Qudum adalah tawaf yang dilakukan saat seseorang pertama kali sampai di kota Mekah. Jadi dengan kata lain, Tawaf Qudum adalah tawaf selamat datang. Rasulullah SAW selalu melaksanakan Tawaf Qudum setiap kali beliau masuk ke dalam Masjidil Haram. Beliau melaksanakan Tawaf Qudum sebagai pengganti sholat Tahiyatul Masjid.

Hukum tawaf qudum adalah Sunnah. Apabila tidak dikerjakan maka tidak akan membatalkan pelaksanaan haji atau umrah. Pelaksanaannya pun tidak perlu berlari. Cukup berjalan seperti biasa saja. Dan bagi wanita yang sedang haid atau nifas tidak perlu melaksanakan tawaf Qudum.

2. Tawaf  Tathawwu

Tawaf yang satu ini diperbolehkan untuk dilakukan kapan saja. Amalan tawaf ini juga berfungsi sebagai pengganti sholat Tahiyatul Masjid saat pertama kali memasuki Masjidil Haram.

3. Tawaf Ifadah

Tawaf ifadah adalah salah satu rukun haji. Sehingga apabila tidak dilaksanakan, maka dapat membatalkan proses ibadah haji. Pelaksanaan tawaf ini pada tanggal 10 Zulhijjah setelah melempar jumroh dan tahallul. Selain pada hari tersebut, tawaf ifadah dapat dilakukan pada hari tasyriq yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah.

4. Tawaf Wada’

Tawaf yang terakhir adalah tawaf wada’ atau tawaf perpisahan. Atau bisa juga disebut dengan tawaf Shadar (tawaf kembali). Disebut demikian karena setelah melaksanakan tawaf ini, para Jemaah haji akan meninggalkan kota Mekah dan kembali ke tempat masing-masing. hukum tawaf ini adalah wajib. Apabila tidak dilakukan maka Jemaah haji akan dikenakan dam atau denda.

Apa Saja Sunnah Saat Melaksanakan Tawaf?

Terdapat beberapa amalan yang dapat menambah keberkahan pada saat melaksanakan tawaf. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Tawaf dilakukan dengan berjalan kaki. Kecuali bagi Jemaah yang kakinya sakit atau kondisi fisiknya sedang lemah.
  • Mencium hajar aswad setiap kali melintasinya. Apabila tidak memungkinkan untuk mencium hajar aswad, maka Jemaah haji dapat memberi isyarat seperti sedang mencium hajar aswad.
  • Berjalan cepat pada putaran 1 hingga 3. Dan berjalan biasa pada putaran ke 4 hingga 7.
  • Melaksanakan shalat Sunnah dua rakaat di belakang makam nabi Ibrahim setelah selesai melaksanakan tawaf.

Demikianlah pembahasan mengenai apa itu tawaf, apa saja jenis-jenis tawaf , serta amalan-amalan lain yang dapat dilakukan pada saat mengerjakan tawaf. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Tata Cara Tawaf Sesuai Sunnah yang Harus Dipahami Setiap Muslim