Apa Itu Ta’aruf Dalam Islam Serta Kemuliaannya Dibanding Pacaran

Istilah Ta’aruf sudah tidak asing lagi bagi masyarakat muslim. Akan tetapi ternyata masih banyak orang-orang yang salah mengartikan tentang Ta’aruf yang sesungguhnya. Istilah Ta’aruf sendiri memiliki arti perkenalan. Nah, untuk lebih jelasnya artikel ini akan membahas mengenai apa itu Ta’aruf dalam Islam serta beberapa proses yang harus dilewati. Berikut ulasannya.

Apa itu Ta’aruf dalam Islam?

Ta’aruf dapat diartikan dengan berkenalan dengan orang lain, mengenal dengan baik, atau memperkenalkan diri. Singkatnya, Ta’aruf merupakan interaksi antara dua orang atau lebih yang disertai dengan maksud atau tujuan tertentu. Dilihat dari pengertiannya, Ta’aruf tidak hanya berkenaan dengan pernikahan, melainkan juga hubungan persaudaraan, pertemanan, dan lain sebagainya.

Ta’aruf yang dikenal oleh masyarakat muslim saat ini merupakan Ta’aruf yang dikaitkan dengan pernikahan. Dalam hal ini, Ta’aruf dapat diartikan sebagai proses perkenalan antara pria dan wanita melalui perantara yang bertujuan untuk menyempurnakan agama ke jenjang pernikahan.

Apa Saja Kemuliaan dari Ta’aruf?

Ta’aruf memiliki banyak manfaat dibandingkan dengan proses pacaran yang identik dengan maksiat. Maka tak heran jika saat ini banyak publik figur yang memilih melewati proses Ta’aruf dibanding dengan pacaran. Berikut ini adalah beberapa manfaat proses Ta’aruf:

1. Dijauhkan dari Perbuatan Zina

Dilihat dari prosesnya, Ta’aruf sangat mungkin untuk menjauhkan seseorang dari perbuatan zina. Sebab, dalam proses Ta’aruf pihak laki-laki tidak akan bertemu langsung dengan wanitanya. Melainkan harus melalui perantara. 

Dalam hal ini bisa saja orang tua pihak wanita atau ustadz maupun ustadzah yang dipercaya. Sehingga pasangan yang hendak melakukan Ta’aruf tidak akan memiliki kesempatan untuk berduaan.

2. Adil

Ketika proses Ta’aruf berlangsung, pihak yang akan Ta’aruf saling bertukar informasi mengenai data diri serta kelebihan dan kekurangan masing-masing. Prosesnya transparan dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Pihak keluarga juga terlibat dalam proses ini. Sehingga semuanya akan lebih terasa adil.

3. Efektif

Proses Ta’aruf biasanya cenderung lebih singkat. Hal ini guna menghindari fitnah maupun perbuatan zina. Sehingga melalui proses yang singkat, Ta’aruf dianggap lebih efektif dari pada pacaran yang biasanya banyak membuang-buang waktu.

4. Proses yang Cepat

Setelah kedua pihak saling merasa cocok, maka proses Ta’aruf akan dilanjutkan ke jenjang yang lebih serius yaitu Khitbah atau Lamaran dan kemudian pernikahan. Sebaliknya, jika merasa tidak cocok, maka proses Ta’aruf dapat dihentikan tanpa menimbulkan permusuhan.

Bagaimana Proses Ta’aruf yang Sesuai dengan Syari’at Islam?

Setelah memantapkan niat untuk menikah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan dalam proses Ta’aruf. Berikut ini adalah tahapan-tahapan Ta’aruf yang sesuai dengan syari’at Islam:

1. Bicarakan dengan Orang Tua

Ridho orang tua sangatlah penting terutama mengenai hal yang akan dilewati seumur hidup, yakni pernikahan. Untuk itu, apabila telah memiliki niat untuk menikah, maka segeralah utarakan pada orang tua. Disamping memohon do’a restu, orang tua juga dapat memberikan saran yang terbaik untuk anaknya.

2. Mencari Perantara

Sebagaimana yang kita ketahui, proses Ta’aruf yang benar haruslah melalui perantara. Hal ini bisa melalui orang tua ataupun mendaftar melalui media Ta’aruf online. Penting untuk diketahui, Ta’aruf yang sesuai dengan syari’at Islam harus memiliki perantara. Hal ini bertujuan untuk menghindari fitnah maupun zina.

3. Bertukar Biodata

Proses selanjutnya adalah saling bertukar biodata. Hal ini bertujuan untuk mengenal diri satu sama lain. Proses ini juga dilakukan untuk menghindari intensitas bertemu antara pihak wanita maupun laki-laki yang akan berta’aruf.

4. Pertemuan Kedua Keluarga

Setelah merasa cocok, dan kedua calon sepakat untuk melakukan proses selanjutnya, maka pertemuan keluarga dapat dilaksanakan. Sebab, pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan saja, melainkan juga menyatukan dua keluarga.

5. Memohon Petunjuk Melalui Solat Istikharah

Selain ridho orang tua, Ridho Allah juga merupakan hal yang harus diraih. Hal ini dapat dilakukan melalui Sholat Istikharah. Mintalah petunjuk kepada Allah sebab Dialah yang Maha membolak-balikkan hati manusia.

6. Khitbah atau Lamaran

Langkah selanjutnya adalah khitbah yang merupakan permintaan dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan dengan maksud untuk dinikahi. Khitbah dapat dilakukan oleh laki-laki secara langsung maupun perwakilan dari keluarga. Prose ini dapat dikatakan selesai apabila wanita sudah mengatakan ‘Iya’.

7. Akad

Puncak dari proses Ta’aruf merupakan Akad. Akad atau pernikahan adalah ikatan yang menyatukan antara laki-laki dan perempuan dalam satu ikatan suci yang diridhoi Allah. Sementara walimah merupakan acara yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas berlangsungnya akad.

Nah, itulah tadi mengenai apa itu Ta’aruf dalam Islam serta kemuliaan dan proses Ta’aruf. Sejatinya segala hal yang dilakukan dengan niat yang baik dan mengharap ridho Allah, maka akan dipermudah urusannya. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!

Perhitungan Serta Penentuan Nisab Zakat Mal Uang

Zakat merupakan bagian dari Rukun Islam yang ke empat. Salah satu zakat yang harus dikeluarkan adalah zakat maal atau zakat harta. Zakat maal adalah perintah untuk mengeluarkan sebagian harta yang dimiliki kepada orang tertentu yang berhak menerimanya. Salah satu hal penting dalam zakat maal yang harus diketahui adalah nisab zakat mal uang.

Syarat Wajib Harta yang Dikenakan Zakat

Salah satu hal yang harus diperhatikan sebelum membayar zakat harta adalah syarat wajibnya. Hal ini berkenaan dengan kapan dan apa yang menyebabkan suatu harta dikenakan wajib zakat. Berikut adalah syarat wajib harta yang dikenakan zakat:

  • Merupakan milik pribadi
  • Harta yang akan dizakatkan tidak mengalami pengurangan nilai
  • Harta bertambah atau berkembang
  • Sudah mencapai nisab
  • Melebihi dari kebutuhan pokok
  • Tidak terikat hutang
  • Sudah mencapai haul (1 tahun)

Macam-Macam Zakat Mal dan Nisabnya

Zakat mal memiliki aturan hukum, persyaratan, serta ketentuan-ketentuan lain dalam pelaksanaannya. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah nisab. Nisab zakat mal uang merupakan batas paling rendah harta dikenakan wajib zakat. Berikut ini akan dibahas macam macam zakat mal termasuk nisab zakat mal uang.

1. Emas, Perak, serta Uang

Emas dikenakan wajib zakat apabila sudah mencapai 85 gram atau setara dengan 20 dinar dan telah dimiliki dalam jangka waktu satu tahun atau lebih. Sementara perak nisabnya yaitu 600 gram atau setara dengan 200 dirham dan telah dimiliki selama setahun.

Artinya, apabila seseorang telah memiliki simpanan berupa emas atau perak yang sudah mencapai jumlah tertentu dan dalam jangka waktu penyimpanan satu tahun, maka harta tersebut dikenakan wajib zakat sebesar 2,5%.

Hal ini juga berlaku terhadap simpanan berupa uang baik dalam bentuk tabungan ataupun investasi. Besaran zakat yang dikeluarkan menyesuaikan dengan harga 85 gram emas. Apabila harga 1 gram emas bernilai Rp. 600.000,-/gram, maka zakat yang wajib dikeluarkan sebesar Rp.51.000.000,-.

2. Harta Niaga

Harta niaga adalah harta yang diperuntukkan bagi keperluan jual beli, baik berupa alat maupun pakaian, perhiasan, dan lain sebagainya. Seperti halnya harta simpanan, harta niaga juga dikenakan wajib zakat apabila nilainya sudah setara dengan 85 gram emas.

3. Binatang Ternak

Bagi seseorang yang memiliki binatang ternak, maka juga dikenakan wajib zakat. Adapun nisabnya, apabila binatang ternak tersebut adalah unta, maka wajib zakatnya sebanyak 5 ekor. Sementara untuk sapi atau kerbau nisabnya sebanyak 5 ekor. Sedangkan kambing, nisabnya adalah 40 ekor kambing.

4. Hasil Pertanian

Seperti halnya binatang, hasil panen juga dikenakan wajib zakat apabila telah mencapai nisab dan haul. Adapun nisabnya adalah 5 wassaq, atau setara dengan 625 kilogram. Besaran zakat yang akan dikeluarkan sebanyak 10% apabila hasil panen tersebut diairi dengan air hujan saja. Sementara 5% apabila diari dengan air yang memerlukan peralatan tambahan.

Golongan yang Berhak Menerima Zakat Mal

Sebagai salah satu dari bagian rukun islam, tentu saja zakat memiliki sejumlah aturan yang mengikat. Termasuk siapa saja yang berhak menerima zakat mal. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat At-Taubah ayat 60, terdapat 8 golongan orang yang berhak menerima zakat:

  • Fakir: Fakir adalah orang yang tidak  memiliki apa-apa, sehingga mereka tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
  • Miskin: Miskin berbeda dengan fakir. Miskin adalah orang yang masih memilliki harta, akan tetapi  tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  • Amil: Amil merupakan orang yang bertugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat
  • Muallaf: Muallaf yaitu orang yang baru saja masuk Islam dan membutuhkan bantuan guna memenuhi kebutuhan dan menguatkan syariah serta tauhid.
  • Hamba Sahaya: Hamba sahaya merupakan budak yang ingin memerdekakan dirinya. Maka golongan ini berhak menerima zakat.
  • Gharim: Adalah golongan orang yang berhutang guna memenuhi kebutuhan hidup untuk mempertahankan jiwa dan keimanannya.
  • Fisabilillah: Adalah golongan orang yang berperang di jalan Allah baik dalam bentuk jihad, kegiatan dakwah dan sebagainya.
  • Ibnu Sabil: Ibnu sabil merupakan golongan orang yang kehabisan bekal di perjalanannya dalam wujud ketaatan kepada Allah SWT.

Nah, itulah tadi penjelasan mengenai nisab zakat mal uang, serta golongan orang yang berhak menerimanya. Jangan lupa untuk membayar zakat apabila telah mencapai nisab dan haul. Sebab hukumnya adalah wajib dan merupakan bagian dari rukun Islam.

Baca Juga : Manfaat Membaca Surat Al Kahfi Untuk Tabungan di Akhirat

Manfaat Membaca Surat Al Kahfi Untuk Tabungan di Akhirat

Surat Al Kahfi merupakan surat yang memiliki arti Gua. Membaca surat Al Kahfi yang terdiri dari 110 ayat ini memiliki banyak keutamaan, terutama jika membacanya di hari Jumat. Salah satu keutamaannya ialah dihindarkan dari fitnah Dajjal yang kejam. Masih ada banyak lagi keutamaan dan manfaat membaca surat Al Kahfi ini. Apa saja manfaatnya? Berikut adalah pembahasannya.

1. Diberikan Sinar Cahaya Kebaikan

Manfaat membaca surat Al kahfi yang pertama ialah akan diterangi oleh sinar cahaya kebaikan. Sinar cahaya kebaikan ini akan muncul saat datang hari kiamat kelak. Seseorang yang membaca surat Al kahfi baik di hari Jumat maupun hari biasanya, akan memancarkan cahaya dari kedua telapak atau bawah kakinya hingga langit paling atas.

Cahaya tersebut merupakan pembeda dari golongan orang-orang yang syirik atau berdosa. Tidak hanya sebagai pembeda, cahaya tersebut juga memiliki kebaikan dan syafaat yang telah diberkahi oleh Allah SWT.

2. Dihindarkan Dari Fitnah Dajjal

Manfaat selanjutnya ialah dihindarkan dari fitnah Dajjal yang kejam. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah, yakni seseorang yang rajin membaca surat Al kahfi pada hari-hari biasanya maka orang tersebut akan dihindarkan dari fitnah Dajjal yang kejam. Dengan rajin membaca surat Al Kahfi, maka diri ini dapat terhindar dari kejinya fitnah Dajjal pada hari akhir kelak.

3. Mendapat Ampunan Dari Allah SWT

Manfaat membaca surat Al Kahfi yang ketiga ialah mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Tidak ada seorang manusia pun yang luput dari dosa, maka dari itu bertaubatlah dan selalu jauhi larangannya. Terus lakukan kebaikan salah satunya dengan membaca surat Al Kahfi ini. Dengan membaca surat ini maka akan selalu teringat kepada Allah SWT.

Allah SWT juga akan memberikan hadiah kepada setiap orang yang membaca surat ini, yakni dengan memberikan ampunan kepada para umat yang membacanya. Allah SWT merupakan maha pengampun jadi mohonlah ampunan yang sebanyak-banyaknya kepada-Nya.

4. Dijauhkan Dari Godaan Setan

Manfaat berikutnya ialah dijauhkan dari godaan setan yang terkutuk. Setan akan selalu menjadi musuh terbesar manusia saat manusia akan melakukan ibadah dan suatu kebaikan. Dengan membaca surat Al Kahfi ini dapat membuat seseorang dijauhkan dari godaan setan yang dapat merusak keimanan.

Bacalah surat Al Kahfi saat sedang di rumah agar rumah tidak dimasuki setan seperti yang dikatakan dalam sebuah hadits. Hadits tersebut dikemukakan oleh Ibnu Mardawaih, yakni suatu rumah yang dibacakan surat Al Kahfi dan Al Baqarah maka rumah tersebut tidak akan dimasuki setan sepanjang malamnya.

5. Pengingat Mengenai Hari Akhir

Manfaat berikutnya ialah sebagai pengingat mengenal datangnya hari akhir atau hari kiamat. Hal ini dijelaskan dalam ayat 47 yang menyebutkan bahwa gunung-gunung akan berterbangan di hari kiamat dan tidak akan ada satu manusia pun yang hidup di bumi ini. Mulai dari bumi, alam, manusia, dan hewan seluruhnya akan binasa pada hari kiamat kelak.

6. Mendapatkan Rida Allah

Manfaat selanjutnya ialah mendapatkan rida dari Allah SWT. Allah SWT akan memudahkan segala urusannya dan akan mudah mendapatkan rida-Nya. Tidak hanya mendapatkan rida SWT, seseorang yang sering membaca surat Al Kahfi akan mendapatkan ketenangan hati dan dijauhkan dari perasaan gelisah. Hatinya akan selalu mendapatkan ketenangan setiap kali membaca surat yang memiliki arti Gua tersebut.

Itulah tadi pembahasan mengenai manfaat membaca surat Al Kahfi. Bukan hanya sebagai tabungan di akhirat semata, namun dapat langsung memberikan ketenangan setiap kali membaca surat ini. Diharapkan untuk rajin membaca surat Al Kahfi dan surat di dalam kitab suci Al Qur’an lainnya.

Baca Juga : Tata Cara Sholat Gerhana Bulan yang Benar dan Keutamaannya

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan yang Benar dan Keutamaannya

Fenomena gerhana yang pernah terjadi di bumi adalah gerhana bulan dan gerhana matahari. Semua itu terjadi karena fenomena astronomi yaitu apabila sebuah benda angkasa bergerak ke dalam benda angkasa yang lainnya. Hal tersebut tentunya juga terjadi karena kuasa Allah. Artikel ini akan membahas tata cara sholat gerhana bulan yang benar.

Pada saat terjadi gerhana bulan atau matahari umat Islam biasanya melaksanakan sholat gerhana. Sholat gerhana merupakan sholat sunnah yang mana sholat ini juga menunjukkan sebuah pengakuan atas kuasa Allah. Sholat ini juga sering dikenal dengan istilah sholat sunnah khusuf. Langsung saja ini dia pembahasan selengkapnya :

Niat Sholat Gerhana Bulan

Niat adalah hal yang paling penting dalam suatu ibadah ataupun amalan, oleh karenya jangan sampai salah dalam melafadzkan niat, berikut adalah niat dalam cara sholat gerhana bulan : “Ushallii sunnatal khusufil qomari rak’ataini lillahi ta’ala”. Artinya: Saya niat (melaksanakan) sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat karena Allah ta’ala.

Urutan Lengkap Sholat Gerhana Bulan

Setelah mengetahui niat sholat gerhana bulan berikut adalah urutan lengkap dan tata cara sholat gerhana yang benar :

  • Mengucapkan niat di dalam hati yang dibarengi dengan gerakan takbiratul ihram
  • Mengucapkan takbir seraya dibarengi dengan gerakan takbiratul ihram dan melafazkan niat di dalam hati
  • Membaca taawudz kemudian dilanjutkan dengan bacaan Al-Fatihah
  • Setelah membaca Al-Fatihah kemudian dilanjutkan dengan membaca surah Al-Baqarah, cara membacanya adalah jahr atau dibaca secara lantang
  • Dilanjutkan dengan rukuk dan membaca bacaan tasbih seperti lamanya membaca surat Al-Baqarah 80 ayat
  • Gerakan selanjutnya adalah iktidal, dalam iktidal tidak membaca doa iktidal seperti biasanya melainkan diganti dengan membaca surat Al-Fatihah yang dilanjutkan dengan membaca surat Ali-Imran
  • Kemudian sujud pertama dengan membaca bacaan tasbih
  • Membaca doa duduk diantara dua sujud
  • Sujud kedua sama seperti sujud pertama dengan membaca tasbih
  • Duduk istirahat sebentar sebelum melanjutkan untuk mengerjakan rakaat kedua
  • Bagkit dari istirahat sejenak kemudian melanjutkan sholat pada rakaat kedua
  • Rakaat kedua sama pelaksanaannya dengan rakaat pertama, ada sedikit perbedaan dengan rakaat pertama yaitu pembacaan surat yang berbeda. Pada rakaat kedua dianjurkan dengan membaca surat An-Nisa atau surat Al-Maidah
  • Diakhiri dengan salam, kemudian dilanjutkan doa.

Keutamaan Melaksanakan Sholat Gerhana Bulan

Setelah mengetahui tata cara sholat gerhana bulan yang benar hal yang perlu diketahui selanjutnya adalah keutamaan dalam melaksanakan sholat sunnah yang satu ini. Ini dia pembahasan selengkapnya :

1. Menambah Keimanan Seseorang

Dengan melaksanakan sholat sunnah gerhana bulan bisa menjadi sarana menambah keimanan seseorang dengan mengingat kekuasaan Allah. Hal tersebut juga telah Rasulullah sampaikan pada saat khutbah usai sholat gerhana bersama para sahabat, berikut adalah sabdanya : “sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua diantara tanda-tanda kekuasaan Allah”

2. Menambah Rasa Takut pada Sang Pencipta

Pada kesempatan yang lain Rasulullah juga menyampaikan bahwa terjadinya gerhana adalah untuk menakut-nakuti, agar manusia takut kepada Allah. Berikut adalah sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh imam muslim :

“ Sesungguhnya ketika tertutup cahaya matahari dan bulan bukanlah sebab adanya yang mati atau karena ada yang hidup, namun itu semua adalah tanda kuasa Allah untuk menakut-nakuti hambaNya dengan terjadinya gerhana tersebut ”

3. Pembuktian Keimanan Seorang Mukmin

Pada saat terjadinya gerhana bulan adalah sebuah kesempatan bagi seorang mukmin untuk segera melaksanakan sholat. Hal tersebut sebagai bentuk pembuktian keimanan seseorang terhadap penciptanya.

Itulah dia tata cara sholat gerhana bulan yang benar beserta hikmahnya. Semoga setelah membaca artikel ini bisa melaksanakan sholat gerhana yang benar sebagai bukti rasa takut kepada sang pencipta. Semoga ibadahnya diterima dan selamat mencoba bersama keluarga dirumah.

Baca Juga : Tata Cara Berdoa Dengan Asmaul Husna Agar Doa Cepat Dikabulkan Allah SWT

Tata Cara Berdoa Dengan Asmaul Husna Agar Doa Cepat Dikabulkan Allah SWT

Berdoa merupakan suatu salah satu cara yang dilakukan untuk berkomunikasi dengan sang pencipta. Dalam berdoa biasanya seseorang akan meminta berbagai hal dengan harapan bahwa sesuatu yang diminta tersebut akan dikabulkan. Salah satu cara berdoa adalah dengan menyebut nama-nama Allah (Asmaul Husna). Di mana tata cara berdoa dengan Asmaul Husna ini hampir sama dengan berdoa biasa.

Namun tata cara berdoa dengan Asmaul Husna ini tentu ada nama Allah yang terselip di sela-sela doa tersebut. Perlu diketahui bahwa Asmaul Husna (nama-nama Allah) memiliki jumlah 99 nama yang memiliki arti masing-masing dari setiap nama tersebut. Lain halnya dengan berikut ini yang merupakan paparan mengenai bagaimana cara berdoa dengan Asmaul Husna agar doa cepat dikabulkan.

1. Terlebih Dahulu Mengawali Dengan Basmalah

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa cara berdoa biasa dengan tata cara berdoa dengan Asmaul Husna hampir sama. Dimana berdoa tersebut harus dimulai dengan kalimat Bismillahirrahmanirrahim. Karena kalimat basmalah tersebut sangat ampuh ketika ingin memulai suatu kegiatan seperti berdoa. Dengan tujuan agar kegiatan tersebut bisa berjalan dengan lancar.

2. Tidak Lupa Untuk Selalu Memuji Sang Pencipta

Memuji Allah SWT ini dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa kita selalu syukur terhadap nikmat yang diberikan Allah SWT. Meskipun nikmat tersebut hanya dalam bentuk kecil saja maupun besar. Adapun kalimat yang bisa diucapkan untuk memuji Allah SWT adalah Alhamdulillaahi Robbil Aalamiin. Kalimat tersebut memiliki arti bahwa segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

3. Tidak Lupa Untuk Shalawat

Mengucapkan kalimat shalawat untuk Nabi Muhammad sangat dianjurkan ketika berdoa kepada Allah untuk meminta segala sesuatu yang diinginkan. Perintah shalawat ini dapat ditemukan pada hadis dari Anas bin Malik yang menganggap bahwa shalawat sangat penting dalam membuka doa. Adapun shalawat yang diucapkan dalam berdoa cukup dengan Allahumma Shalli Ala Sayyidinaa Muhammad.

4. Menyebutkan Nama-Nama Allah (Asmaul Husna)

Pada tahap selanjutnya adalah dengan menyebut nama-nama Allah SWT atau biasa disebut dengan Asmaul Husna. Namun Asmaul Husna yang disebutkan bisa lebih dari satu nama seperti Ya Mujiibu, Ya Malik, Ya Ghofuru, Ya Kuddus, dan lain sebagainya. Menyelipkan Asmaul Husna juga merupakan perintah yang terdapat dalam kitab suci Al-Qur’an yaitu Al-Araf ayat 180.

5. Masuk Ke Inti Doa Dengan Menyebutkan Keinginan

Setelah melakukan pembuka seperti mengawali dengan basmalah, memuji Allah SWT, mengucapkan shalawat dan Asmaul Husna. Selanjutnya mengucapkan keinginan yang ingin diminta kepada sang pencipta. Di mana keinginan tersebut seperti meminta kelancaran bagi ujian yang akan dijalani, berdoa untuk mendapatkan anak, dan lain sebagainya.

6. Mengucapkan Kembali Shalawat

Setelah berdoa untuk meminta segala sesuatu yang diinginkan maka ada baiknya untuk mengucapkan kembali shalawat. Karena memang shalawat ini sangat penting di awal dan akhir dalam berdoa. Sehingga doa yang diinginkan bisa terkabul dengan cepat sesuai dengan apa yang diharapkan. Namun harus pula disertai dengan sebuah usaha yang akan dilakukan setelah berdoa.

7. Menutup Dengan Surah Al-Fatihah

Meskipun Surah Al-Fatihah memiliki arti sebagai pembuka dalam kita suci Al-Qur’an, namun bisa juga dijadikan sebagai penutup dalam berdoa. Karena Surah Al-Fatihah ini dijadikan sebagai bagian dari sunnah ketika telah mengucapkan shalawat. Selain itu, Surah Al-Fatihah ini juga dijadikan sebagai perantara atas doa yang diminta agar diterima Allah.

Itulah beberapa paparan mengenai tata cara berdoa dengan Asmaul Husna dengan tujuh langkah. Di mana harus diawali dengan basmalah yang kemudian akan diakhiri dengan Surah Al-Fatihah sebagai penutup dari doa tersebut. Karena doa yang diminta bisa dikabulkan dengan cepat oleh Allah SWT melalui perantara Surah Al-Fatihah.

Baca Juga : Tata Cara Berdoa Yang Mustajab Bagi Orang Yang Beriman

Tata Cara Berdoa Yang Mustajab Bagi Orang Yang Beriman

Orang yang beriman pasti akan selalu rajin berdoa pada Allah sang Maha Esa. Hal ini dikarenakan sebagai manusia biasa, pasti ada banyak keinginan yang mau segera terkabulkan. Ada beberapa tata cara berdoa yang mustajab bagi orang beriman agar doa itu tidak hanya sekedar doa yang menggantung di langit tanpa dikabulkan. Berikut ini tata cara yang bisa diikuti:

1. Membersihkan Diri Dari Najis Dan Hadas

Jika mau doa cepat dikabulkan, maka sebelum berdoa bersihkan diri dari najis dan juga hadast. Membersihkan diri dari najis dan hadast dalam islam bisa dilakukan dengan mandi wajib dan juga dengan mengambil wudhu. Allah suka pada hambanya yang rajin membersihkan diri. Jika Allah sudah suka, maka doa-doa akan lebih cepat dikabulkan.

2. Memohon Ampun Terlebih Dahulu

Salah satu penyebab doa-doa lambat dikabulkan adalah banyaknya dosa yang telah dilakukan. Oleh sebab itu, ketika berdoa, mohon lah ampun kepada Allah. Memohon ampun kepada Allah bisa dengan diucapkan dengan lafaz biasa berbahasa Indonesia, bisa juga dengan istighfar. Dengan memohon ampun terlebih dahulu. Peluang doa untuk mustajab lebih besar.

3. Membaca Sholawat Di Awal Doa

Tata cara berdoa yang mustajab selanjutnya adalah dengan membaca sholawat di awal doa. Pembacaan sholwat ini bisa dilakukan sebanyak 3 kali. Allah cinta Rasulullah, dan menyebut nama yang dicintai Allah ketika berdoa akan membuat doa itu semakin besar peluangnya untuk diijabah.

4. Menggunakan Asmaul Husnah

Allah suka mendengar hambanya berdoa dengan menggunakan 99 namaNya yang indah atau asmaul husnah. Gunakan salah satu asmaul husnah ketika berdoa pada Allah. 

Pilih asmaul husnah yang manapun dan bila perlu sesuai dengan kondisi dan apa yang mau diminta. Misalnya jika ingin meminta kepandaian ilmu di suatu bidang, maka bisa menggunakan asmaul husnah AL-Alim yang artinya maha mengetahui.

5. Menghadap Kiblat

Usahakan jika berdoa untuk menghadap ke arah kiblat. Ini merupakan adab doa yang bagus dan membuat doa semakin mudah untuk dikabulkan. Buka kedua tangan dan angkat tinggi lalu menghadap ke kiblat dan ucapkan doa yang diinginkan. Sholat sebenarnya juga merupakan doa dan Allah memerintahkan ketika sholat harus menghadap kiblat. Maka menghadap kiblat sangat penting demi dikabulkannya doa.

6. Melakukannya Di Waktu Khusus

Lakukan doa di waktu khusus atau waktu tertentu dimana peluang doa dikabulkan lebih besar. Kapan waktu khusus itu? Waktu khusus untuk berdoa adalah pada saat hujan deras, sehabis sholat, sepertiga malam, ketika sedang berpuasa dan masih banyak waktu lainnya. 

Bahkan dalam kondisi tertentu seperti kondisi teraniaya doa seseorang juga bisa cepat terkabul. Itulah sebabnya banyak yang bilang jika doa yang paling berbahaya adalah doa orang yang teraniaya.

7. Berkeyakinan Doa Akan Dikabulkan

Cara yang terakhir hanya bisa dilakukan dengan hati kita yaitu yakin sepenuh hati jika doa itu akan dikabulkan. Allah maha kaya, tidak ada yang tidak bisa dikabulkan oleh Allah. Jika kita yakin doa itu akan segera dikabulkan, maka artinya kita yakin pada kekuasaan Allah. 

Keyakinan sepenuh hati itu akan membuat doa semakin cepat prosesnya untuk menjadi nyata. Maka jangan pernah ragu doa akan dikabulkan. Bisa jadi Allah menyimpan waktu yang tepat untuk mengabulkan doa tersebut.

Itulah tata cara berdoa mustajab yang bisa dilakukan oleh setiap muslim di dunia. Jangan pernah lelah dalam berdoa pada Allah. Allah pasti akan mendengarkan doa semua hambanya, sepelan apapun doa yang dikatakan. Bahkan jika doa itu hanya di dalam hati, Allah tetap tahu dan akan tetap mengabulkan doa tersebut selama orang yang berdoa memang yakin jika doanya akan dikabulkan.

Baca Juga : Ini Cara Berbakti Pada Orang Tua Yang Sudah Meninggal Yang Harus Dilakukan

Ini Cara Berbakti Pada Orang Tua Yang Sudah Meninggal Yang Harus Dilakukan

Biarpun orang tua sudah meninggal dunia, bukan berarti seorang anak tidak bisa berbakti. Bakti anak pada orangtua bisa dilakukan terur menerus hingga akhir hayat. Cara berbakti pada orang tua yang sudah meninggal tentu saja berbeda dengan berbakti pada orang tua yang masih hidup. Di bawah ini akan dijelaskan secara detail cara berbakti pada orang tua yang sudah tidak ada di dunia lagi.

1. Mendoakan Orang Tua

Doa anak yang sholeh dan sholehah merupakan harta karun bagi orang tua yang sudah meninggal. Lewat doa itu, seorang anak bisa menyelamatkan orang tuanya dari azab kubur bahkan siksaan api neraka nantinya. 

Mendoakan orang tua yang sudah meninggal adalah tanda bakti seorang anak pada ibu bapaknya. Doa ini sebaiknya dilakukan secara rutin. Mohonlah ampunan untuk kedua orang tua.

2. Melunasi Hutang-Hutangnya

Jika orang tua yang meninggal dunia memiliki hutang-hutang, maka jadilah anak yang berbakti dengan melunasi semua hutang-hutang yang dimiliki oleh orang tua. Hutang-hutang yang ditinggalkan oleh orang tua akan menjadi bebannya di alam kubur. Oleh sebab itu, kurangi beban itu dengan melunasi hutang orang tua.

3. Menjaga Nama Baiknya

Menjaga nama baik orang tua ketika sudah meninggal adalah salah satu cara berbakti yang bisa dilakukan. Tetap jalin silaturahmi dengan kerabat orang tua. Jangan membuat aib di masyarakat sehingga nama orang tua tercoreng. Walaupun sudah meninggal, nama baik orang tua tetap wajib dijaga sampai kapanpun.

4. Bersedekah Atas Namanya

Bersedekah atas nama orang tua adalah hal yang bisa dilakukan jika orang tua sudah meninggal. Cara berbakti pada orang tua yang sudah meninggal satu ini bisa dilakukan juga dengan mewakafkan harta warisan peninggalan orang tua. Jika hal ini dilakukan oleh seorang anak, maka orang tua juga yang sudah meninggal bisa merasakan manisnya pahala dari kebaikan tersebut.

5. Berbuat Baik Selalu

Berbuat baiklah selalu kepada semua orang dan bahkan kepada hewan dan alam. Anak adalah hasil didikan orang tua yang bisa diibaratkan sebagai investasi untuk dunia dan akhirat. 

Jika seorang anak selalu beramal soleh, maka itu akan jadi sesuatu yang bagus bagi orang tua. Anak yang amal solehnya banyak bisa masuk syurga dan bisa membawa kedua orang tuanya menuju surganya Allah.

6. Menjadi Penghafal Al-Quran

Penghafal Al-Quran nanti di akhirat bisa memakaikan dua mahkota yang terbuat dari cahaya kepada ibu bapaknya. Maka ketika orang tua meninggal dunia dan seorang anak memutuskan menjadi penghafal Al-Quran, alangkah senangnya hati orang tua yang sudah meninggal itu. Maka cobalah untuk menjadi penghafal Al-Quran agar bisa tetap berbakti kepada kedua orang tua.

7. Melanjutkan Impian Orang Tua

Terakhir, cara berbakti pada orangtua yang sudah meninggal bisa dilakukan dengan melanjutkan impian orang tua. Misalkan orang tua semasa hidupnya memiliki impian untuk membangun pesantren, maka jika diberi kesempatan, tidak ada salahnya untuk melanjutkan impian tersebut. Melanjutkan impian orang tua yang sudah meninggal adalah tanda bakti yang sangat kuat dan juga bisa bernilai pahala.

Itulah 7 cara berbakti pada orangtua yang sudah meninggal dunia. Berbakti pada orang tua bisa dilakukan hingga ajal menjemput. Selama seorang anak masih hidup, selalu ada cara bagi anak tersebut untuk tetap berbakti. Sebaik-baiknya akhlak seorang anak adalah yang paling berbakti kepada orang tuanya. Allah juga akan sayang pada hambanya yang selalu berbakti pada ibu bapaknya dalam situasi apapun.

Baca Juga : Cara Sholat Ied Sendiri Di Rumah Yang Benar Di Kala Pandemi Corona

Cara Sholat Ied Sendiri Di Rumah Yang Benar Di Kala Pandemi Corona

Sebentar lagi idul adha datang. Sebelum berkurban, umat muslim dianjurkan menunaikan sholat ied terlebih dahulu. Tata cara sholat ied sendiri dianjurkan di tengah situasi pandemi corona yang belum menunjukkan tanda akan berakhir. Situasi yang pasti berbeda akan dirasakan pada idul adha tahun ini.

Biasanya masyarakat menyelenggarakan sholat ied di lapangan terbuka dengan banyak orang. Namun, pandemi ini membuat orang harus mencegah penularan virus dengan jaga jarak dan menjauhi kerumunan. Karena itu sholat ied tahun ini bisa dilakukan sendiri di rumah demi kebaikan bersama.

Tata Cara Shalat Ied Sendiri di Rumah dan Ketentuannya

Situasi sekarang memang tidak memungkinkan untuk diselenggarakannya sholat ied di lapangan terbuka dengan mengundang banyak orang. Apalagi yang berada di zona merah, sangatlah terlarang dan bisa menjadi tempat potensial untuk menciptakan pandemi baru.

Apalagi kini yang terinfeksi per harinya sudah mencapai ribuan orang dan grafik terus melonjak. Karena itu mau tak mau seseorang harus melakukan sholat ied sendiri di rumah. Sayang kan jika ditinggalkan, karena sholat ied hanya dua kali dalam setahun yakni saat idul fitri dan idul adha.

1. Bisa Berjamaah Maupun Sendiri

Sholat ied di rumah bisa dilakukan dengan berjamaah maupun sendiri. Jika berjamaah minimal ada empat orang dengan satu orang sebagai imam. Tata caranya tidak begitu berbeda saat dilaksanakan di lapangan.

2. Membaca Takbir Sejak Malam Ied 

Kemudian disunahkan untuk terus melantunkan takbir sejak malam ied hingga sebelum sholat ied.  Takbir juga dibaca setelah sholat lima waktu pada hari tasyrik yakni tiga hari setelah hari raya idul Adha. Sebelum Sholat, dianjurkan untuk mandi, sarapan dan memakai wewangian dan pakaian yang bagus.

3. Baca Niat Dan Lanjutkan Dengan Takbiratur Ikhram

Setelah suci dan bersih, mulailah sholat ied dengan bacaan عٌالصَّلاَةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ yang biasanya dikumandangkan bilal. Lanjutkan dengan niat sholat ied untuk makmum yang berbunyi “Ushalli sunnatan li’idil adha rok’ataini makmuman lillahi ta’ala”.

saat rakaat pertama, melakukan takbiratul ihram sebanyak tujuh kali. Dilanjutkan dengan surah al fatihah dan surat lainnya.  Saat rakaat kedua, takbiratul ihram dilakukan sebanyak lima kali. Selanjutnya lakukan seperti sholat biasanya hingga tasyahud akhir dan salam.

Pada rokaat pertama bacaan surah yang dianjurkan yakni AL a’la atau Qaf. Sementara pada kedua, surah al Ghasyiyah atau Al Qamar bisa dipakai.

4. Boleh Ada Khutbah Atau Tidak

Jika dalam pelaksanaan sholat ied jamaah kurang dari empat orang dan tidak punya kemampuan berkhutbah, maka khutbah boleh ditiadakan. Saat tidak berjamaah, sholat ied dilakukan dengan bacaan sirr atau pelan.

Jika ingin ada khutbah, tidak usah panjang-panjang. yang penting sudah memenuhi rukun khutbah. Yakni membaca tahmid, sholawat, wasiat kebaikan serta terakhir membaca doa ampunkan.

Hukum Shalat Ied di Rumah Menurut MUI

Pemerintah sendiri melalui Majelis Ulama Indonesia sudah memberikan mendapat mengenai ketentuan shalat ied saat pandemi. terdapat tiga jenis ketentuan yakni jika masyarakat brada di kawasan zona hijau atau kuning dengan angka penularan yang menurun.

Pada kondisi ini masyarakat bisa menunaikan sholat ied di tanah lapang atau masjid dengan tetap memenuhi protokol kesehatan. Sementara jika seseorang berada di zona merah dengan persebaran virus yang tidak terkendali maka umat islam dianjurkan untuk melaksanakan sholat ied  di rumah.   Hal tersebut untuk menghindari resiko penularan virus.  

Nah, itulah tata cara sholat ied sendiri di rumah di kala pandemi corona yang semakin massif. Memang euforianya sangat berbeda dibanding melakukan sholat ied di tanah lapang dengan banyak orang dan takbir yang menggema di semua sudut. Tetapi bagaimana lagi, nyawa taruhannya. Karena itu, lindungi diri sendiri dan keluarga dengan cara tidak berkerumun dan lakukan sholat ied di rumah.

Baca Juga : Idul Adha Sebentar Lagi! Inilah Cara Mandi Sunnah Idul Adha yang Benar!

Idul Adha Sebentar Lagi! Inilah Cara Mandi Sunnah Idul Adha yang Benar!

Umat muslim di seluruh dunia memang memiliki dua hari besar yaitu hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Keduanya memiliki amalan-amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan supaya bisa memperoleh berkah dan pahala yang maksimal. Salah satu diantaranya adalah mandi sunnah Idul Adha.

Tentu dihari yang istimewa ini sebagai umat muslim tidak ingin melewatkan sedetik pun untuk beramal sholih. Untuk itu, berikut ini tata cara mandi sunnah sebelum melaksanakan sholat:

Tata Cara Mandi Sunnah

Dalam melakukan ibadah besar yang hanya terjadi setahun dua kali ini, sudah tentu tidak ada yang ingin melewatkan momennya sedikit pun. Terlebih jika melaksanakannya dalam kondisi wangi dan bersih pasti akan memberikan ketentraman hati tersendiri.

1. Niat Mandi Sunnah

“Nawaitul ghusla li ‘idil Adha sunnatan lillahi ta’ala”

Sebelum melakukan mandi sunnah untuk sholat Ied sangat dianjurkan untuk berniat terlebih dahulu. Sebab segala sesuatunya pasti diawali dengan niat, begitu pula dengan mandi ini. Selain itu, aktivitas tersebut menurut beberapa ulama sudah bisa dilaksanakan semenjak lewat tengah malam hingga akan masuk waktu sholat Ied.

Di sisi lain, masih terdapat banyak pertanyaan mengenai keabsahan membaca doa di dalam kamar mandi. Namun, sebagian besar ulama memakruhkannya, hanya saja jika diucapkan di dalam hati tidak masalah. Tetapi sebaiknya untuk doa setelah mandi diucapkan di luar kamar mandi.

2. Berwudhu

Ketika melaksanakan mandi sunnah Idul Adha, umat muslim juga dianjurkan untuk berwudhu. Aktivitas tersebut termasuk berkumur dan membersihkan lubang hidung. Di sisi lain membaca niat wudhu lebih baik di dalam hati dan untuk do’a setelahnya diucapkan ketika sudah keluar dari kamar mandi.

3. Membersihkan Tubuh

Selanjutnya yaitu dengan menggosok-gosokan seluruh area tubuh dengan sabun atau sejenisnya untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Dalam hal ini sebaiknya tidak menyentuh kemaluan. Akan tetapi, jika tidak sengaja atau terlanjur, maka bisa berwudhu lagi ketika selesai mandi nantinya.

4. Menghadap Kiblat

Menghadap kiblat saat mandi adalah sunnah. Hal ini berlaku jika ketika melakukannya masih mengenakan pakaian. Namun, jika saat mandi benar-benar telanjang maka sebaliknya, jangan sampai menghadap kiblat.

5. Membasuh Tubuh 3 Kali

Sunnah saat melakukan mandi dan membersihkan tubuh dari sisa-sisa kotoran yang menempel adalah dengan membasuhnya sebanyak tiga kali ke suluruh tubuh. Kemudian anggota badan sebelah kanan dan kiri secara bergantian dan dilakukan tiga kali pula. Di sisi lain akan menjadi makruh hukumnya jika berlebih-lebiha menggunakan air ketika mandi.

Sunnah Lain di Hari Raya Idul Adha

Selain mandi sunnah Idul Adha ada beberapa ibadah yang dianjurkan untuk dilaksanakan supaya keutamaan dari hari raya tersebut didapatkan. Diantaranya adalah mandi setelah sholat subuh karena tujuannya sendiri untuk membersihkan tubuh setelah beraktivitas seperti begadang karena membaca takbir maupun bangun tidur.

Selain itu, supaya saat sholat Idul Adha memperoleh keutamaan-keutamaannya, umat muslim juga disunnahkan untuk memakain wewangian, memotong kuku, rambut dan membersihkan anggota badan lainnya supaya lebih bersih.

Kemudian dalam menjalankan ibadah idul Adha ini, umat muslim dianjurkan untuk memakai pakain putih, serban dan suci. Akan tetapi, jika tidak memilikinya maka tidak apa-apa dan cukup mengenakan baju bersih dan suci saja.

Memang pada dasarnya mandi sunnah Idul Adha tersebut tidak jauh berbeda dengan hari raya Idul Fitri dan juga sholat jumat seperti biasanya. Hanya saja niat dan do’a-do’a yang membedakannya. Sehingga tidak akan terlalu sulit untuk umat muslim mengamalkannya.

Baca Juga : Puasa Sunnah Idul Adha, Jenis Dan Keutamaanya

Puasa Sunnah Idul Adha, Jenis Dan Keutamaanya

Selain berqurban dan haji, menjelang idul adha umat muslim dianjurkan melakukan puasa sunnah idul adha. Terdapat banyak kebaikan dan hikmah dari puasa sunah yang dijalankan untuk mendapatkan keberkahan di bulan Dzulhijjah.

Di bulan Dzulhijjah sejumlah orang pergi ke baitullah untuk menyempurnakan rukun iman. Sementara bagi yang belum mampu berhaji, dianjurkan untuk berqurban, berpuasa, serta mengerjakan ibadah sunnah lainnya.

Jenis-Jenis Puasa Sunnah Menyambut  Idul Adha

Puasa Sunnah idul Adha memiliki beberapa jenis. Makna sunnah sendiri yakni akan berpahala jika dikerjakan dan tidak berdosa jika ditinggalkan. Berbeda dengan puasa Ramadhan yang hukumnya wajib.  Berikut ini beberapa jenis puasa sunnah menyambut idul adha yang terkandung banyak keutamaan.

1. Puasa Dzulhijjah

Terdapat beberapa jenis puasa sunnah yang dianjurkan yakni puasa dzulhijjah, puasa tarwiyah dan puasa arafah. Puasa Dzulhijjah pelaksanaanya mulai dari tanggal satu hingga tujuh bulan Dzulhijjah. Terdapat keutamaan yang berbeda pada setiap hari tersebut.

2. Puasa Tarwiyah

Selain puasa Dzulhijjah, ada juga puasa tarwiyah. Ibadah ini dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Puasa ini merupakan lanjutan dari puasa Dzulhijjah. Harapannya, jika seseorang melakukan puasa Dzulhijjah kemudian melanjutkan dengan puasa tarwiyah, sempurnalah ibadahnya.

Terutama bagi mereka yang sedang berhaji.  Keutamaan puasa tarwiyah yakni Allah akan membalasnya dengan menghapus dosa mereka yang berpuasa selama satu tahun.

3. Puasa Arafah

Ngah, puasa Arafah ini paling banyak dilaksanakan oleh umat muslim. Pada tanggal 9 Dzulhijjah, umat islam dianjurkan berpuasa kala jamaah haji sedang melakukan wukuf di Arafah. Dalil mengenai puasa sunnah ini tertuang pada hadis yang diriwayatkan Abu Qatada.  

Rasulullah mengatakan bahwa keutamaan dari puasa sunnah arafah yakni akan menghapus dosa setiap yang berpuasa selama dua tahun. Arafah disebut juga sebagai hari pengampunan.

Keutamaan Puasa Jelang Idul Adha

Meskipun bersifat sunnah, dimana tidak ada dosa bagi yang tidak melakukanya, tetapi keutamaan puasa sunnah ini sangatlah banyak. Jadi sangat sayang untuk dilewatkan karena ibadah pada bulan Dzulhijjah sangatlah dicintai Allah.

Terdapat sebuah hadits yang menyebutkan bahwa Allah sangat mencintai amalan pada bulan ini dibanding hari-hari biasanya. Bahkan puasa Dzulhijjah dikatakan sama atau lebih baik seperti berjihad di jalan Allah. Puasa merupakan ibadah yang langsung dinilai oleh Allah karena hanya puasalah yang dilakukan secara khusus untuk Nya.

1. Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Hikmah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal satu  hingga tujuh bulan Dzulhijjah memiliki banyak keistimewaan. Seperti pada tanggal 1 misalnya, Allah akan mengampuni setiap yang berpuasa pada hari tersebut. Pada 2 Dzulhijjah, Allah mengibaratkannya dengan berpuasa satu tahun tanpa maksiat.

Barang siapa yang berpuasa pada hari ketiga Dzulhijjah, Allah berjanji akan mengabulkan doa yang dipanjatkan. Kemudian di hari ke empat, orang islam yang menunaikan saum akan dikumpulkan bersama dengan orang mulia bertemu Allah di hari akhir kelak.  Tanggal 5 dzulhijjah, pada hari ini orang yang berpuasa akan terlepas dari sifat munafik serta siksa kubur. Dan sebagainya.

2. Keutamaan Puasa Arafah

Sementara puasa Arafah yang ditunaikan sehari sebelum idul Adha juga terkandung keutamaan yang tak kalah besar. Allah akan menghapus dosa setahun sebelumnya saat seseorang menunaikan amalan sunnah tersebut dan setahun sesudahnya. 

Nah, itulah jenis-jenis puasa sunnah idul adha serta hikmah yang terkandung didalamnya. Selain puasa, jangan lewatkan juga ibadah lainnya seperti bersedekah, berdzikir, bertakbir, dan amalan sunnah lainnya. Sangat disayangkan bukan jika melewatkan bulan yang diistimewakan Allah ini dengan amalan yang biasa-biasa saja.

Baca Juga : Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Saat Pandemi Corona