Masa Iddah Artinya yang Harus Diketahui Serta Hak dan Kewajibannya

Mungkin sebagian orang pernah mendengar mengenai masa Iddah. Orang awam mengartikan masa Iddah sebagai masa di mana seorang wanita yang baru berpisah atau bercerai dari suaminya harus menunggu beberapa waktu untuk melakukan pernikahan berikutnya. Sebenarnya masa Iddah artinya lebih dari sekedar masa tunggu. Untuk mengetahuinya berikut adalah pembahasannya.

Pengertian Masa Iddah

Masa Iddah artinya periode waktu yang telah ditentukan dan harus dilalui oleh seorang perempuan yang baru berpisah atau bercerai dari suaminya untuk melakukan pernikahan berikutnya. Perlu diketahui bahwa masa Iddah ini memiliki periode waktu yang berbeda-beda tergantung dari keadaan perempuan tersebut. 

Periode masa Iddah bagi perempuan yang sedang mengandung ialah sampai perempuan tersebut melahirkan. Lalu periode masa Iddah untuk perempuan yang tidak sedang mengandung dan suaminya meninggal ialah selama 4 bulan 10 hari. 

Kemudian periode masa Iddah untuk perempuan yang sedang menstruasi ialah 3 bulan setelah sah berpisah. Untuk perempuan yang suaminya meninggal dan sedang masa Iddah tidak boleh berdandan dan memakai wewangian.

Hak dan Kewajiban Perempuan Saat Masa Iddah

Setelah membahas mengenai pengertian masa Iddah, selanjutnya akan dibahas mengenai hak dan kewajiban para perempuan yang sedang mengalami masa Iddah. Berikut adalah pembahasannya.

1. Mendapatkan Kehidupan yang Layak

Perempuan yang telah berpisah atau diceraikan oleh suaminya, maka masih berhak mendapatkan kehidupan yang layak dari mantan suaminya. Kehidupan yang layak tersebut ialah mendapatkan nafkah, pakaian, tempat tinggal yang layak, serta biaya hidup lainnya dari sang mantan suami. Namun fasilitas tersebut boleh tidak diberikan jika sang istri durhaka selama menikah dahulu.

2. Berhak Mendapatkan Tempat Tinggal Saja

Perempuan yang sedang menjalani masa Iddah karena di talak ba’in, talak tiga, khulu, fasakh, dan tidak sedang mengandung maka hanya berhak mendapatkan tempat tinggal saja. Perempuan tersebut hanya berhak mendapatkan tempat tinggal tanpa mendapatkan nafkah dari sang suami. Namun tempat tinggal tersebut boleh tidak diberikan jika sang istri durhaka selama menikah dahulu.

3. Tidak Boleh Bersolek atau Berdandan

Perempuan yang suaminya meninggal tidak boleh berdandan dan memakai wewangian selama periode masa Iddahnya. Selain itu perempuan tersebut tidak boleh memakai pakaian dengan warna mencolok seperti warna merah atau kuning. Hal tersebut dilarang karena dianggap seperti bersolek atau berdandan.

4. Tidak Boleh Keluar Rumah

Perempuan yang sedang menjalani masa Iddah tidak boleh keluar rumah atau diwajibkan untuk selalu berada si dalam rumah. Tidak boleh seorang pun yang bisa memberikan ijin baginya untuk keluar dari rumah. 

Diperbolehkan keluar rumah jika memang ada kebutuhan yang mendadak, selain itu dilarang bagi seorang perempuan dalam masa Iddah untuk keluar dari rumah. Diperbolehkan keluar rumah saat siang hari jika memiliki pekerjaan dan untuk berbelanja kebutuhan hidup. 

Bahkan jika sangat mendesak maka diperbolehkan untuk keluar saat malam hari. Dengan syarat perempuan tersebut harus kembali ke rumahnya dan tidak bermalam diluaran sana.

5. Tidak Boleh Menerima Lamaran

Perempuan yang sedang dalam masa Iddah karena di talak tidak boleh menerima lamaran dari lelaki lain. Sekalipun lamaran tersebut tidaklah secara terang-terangan. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Q.S Al Baqarah ayat 235. Namun jika seorang perempuan ditinggal wafat suaminya maka boleh menerima lamaran yang tidak terang-terangan atau hanya penawaran.

Itulah tadi penjelasan masa Iddah artinya dan juga hak serta kewajiban. Hendaknya para perempuan yang sedang menjalani masa Iddah untuk selalu menjalani hak dan juga kewajibannya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk mengetahui mengenai masa Iddah.

Baca Juga : Apa Yang Dimaksud Talak 1? Inilah Penjelasan Lengkapnya

Apa Yang Dimaksud Talak 1? Inilah Penjelasan Lengkapnya

Apa yang dimaksud talak 1? Memang dalam hukum islam ada 3 kategori tingkatan talak yang bisa diucapkan oleh pasangan suami istri. Ketiganya pun memiliki akibat masing-masing yang akan berakibat pada keabsahan pernikahan. Jadi, memang benar adanya jika umat muslim tak boleh sembarangan mengucapkannya walaupun hanya bercanda.

Inilah Arti Kata Talak

Dalam pernikahan tujuannya sendiri adalah menyatukan dua insan yang berbeda dalam ikatan suci dan halal. Namun, namanya kehidupan pasti ada saja lika-liku masalah yang dihadapi hingga menimbulkan konflik dalam rumah tangga. Tak jarang pasangan-pasangan tersebut memilih untuk berpisah atau melakukan talak karena merasa tidak cocok.

Talak itu sendiri merupakan sebuah upaya pemutusan hubungan pernikahan sah sepasang suami istri atau istilah lainnya adalah cerai. Ha ini dapat terjadi lantaran sudah tidak ada kemungkinan untuk meneruskan kehidupan bersama lagi.

Hanya saja jika mengacu pada hukum negara, maka talak yang hanya diucapkan secara lisan itu dianggap belum sah jika tidak mengajukan secara tertulis ke pengadilan Agama. Namun, jika dilihat dari kacamata agama, maka ungkapan tersebut sudah termasuk dalam kategori mencerai pasangan walaupun awalnya tidak serius mengatakannya.

Untuk itu, kata talak adalah sesuatu yang sakral dan tak bisa diucapkan secara sembarangan oleh umat islam yang telah menikah. Terlebih ada tiga tingkatan talak yang kesemuanya memiliki akibat berbeda-beda.

Apa Itu Talak Satu?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, jika talak memiliki tiga tingkatan berbeda, yaitu talak 1, 2 dan 3. Sedangkan perceraian sendiri adalah sesuatu yang boleh-boleh saja atau halal dilakukan oleh umat muslim apabila terdapat suatu hal yang sudah tidak bisa dikendalikan.

Hanya saja, sebaik-baiknya jalan sebisa mungkin untuk menghindarinya karena Allah sangat membenci perceraian walaupun tidak diharamkan. Untuk itu, dalam islam jatuhnya talak dibagi 3. Lantas apa yang dimaksud talak 1?

Berdasarkan rujukan dalam surat Al-Baqarah ayat 229 menyatakan jika talak 1 dan 2 adalah kondisi ingin menceraikan pasangan namun masih bisa rujuk kembali. Sehingga apabila tidak sengaja mengucapkan kata talak atau memang di sengaja lantaran terbawa emosi, maka masih dianggap sebagai talak 1.

Artinya setelah mengucapkan kata talak untuk pertama atau kedua kalinya, maka bisa rujuk kembali bersama pasangan. Akan tetapi, dengan syarat yang mudah yaitu harus mengucapkan sebuah kalimat yang intinya “Aku kembali padamu” dengan disaksikan oleh dua orang saksi yang adil dan pernikahan secara agama masih dianggap sah.

Perbedaan Talak 1, 2 dan 3

Sebelumnya telah membahas jika talak 1 adalah kategori yang teringan, begitu pula talak 2. Dimana suami istri masih bisa bebas untuk rujuk kembali. Namun, berbeda dengan ucapan talak hingga ketiga kali.

Apabila sudah mencapai kategori tersebut, maka secara agama pernikahan pasangan tersebut sudah tidak sah. Kemudian berdasarkan sumber surat Al-Baqarah ayat 230, suami istri tersebut sudah tidak halal dan tidak bisa rujuk kembali kecuali si istri telah dinikahi oleh laki-laki lain hingga akhirnya bercerai kembali atau meninggal dunia.

Selain itu, maksud dari harus dinikahi pria lain terlebih dahulu ini juga merujuk bahwa mereka harus melakukan hubungan suami istri dahulu baru bisa dinikahi kembali dengan suami sebelumnya. Namun, tentu tak semudah itu, terlebih jika mantan suami rela mengupah laki-laki lain supaya melakukan hal tersebut, maka islam tidak membenarkan tindakannya.

Jadi apa yang dimaksud talak 1 adalah kondisi ungkapan perceraian namun masih bisa rujuk kembali meskipun harus menghadirkan dua orang saksi. Itulah kenapa kata-kata talak dalam islam bukan sesuatu yang bisa dibuat main-main.

Baca Juga : Cara Menjatuhkan Talak Nikah Siri Sesuai Ajaran Islam

Cara Menjatuhkan Talak Nikah Siri Sesuai Ajaran Islam

Nikah siri merupakan pernikahan yang hanya sah secara agama, namun belum atau tidak sah secara hukum. Lalu banyak muncul pertanyaan di masyarakat, bagaimana jika pasangan nikah siri ingin bercerai? Pasangan nikah siri yang ingin bercerai tidak perlu melalui pengadilan agama, bisa langsung menjatuhkan talak. Kali ini akan dibahas mengenai cara menjatuhkan talak nikah siri sesuai ajaran Islam.

Hukum Talak Nikah Siri

Sebelum membahas mengenai cara menjatuhkan talak nikah siri, simak terlebih dahulu hukum talak nikah siri. Meskipun pernikahan ini tidak dilakukan secara kenegaraan, namun tetap harus memberi mahar, melaksanakan akad nikah, dan melakukan syarat-syarat lainnya. Maka untuk melakukan perceraiannya juga harus sesuai dengan ajaran agama serta mengikuti hukum negara.

Dalam ajaran agama Islam talak atau melepaskan ikatan hanya boleh diajukan oleh suami. Namun, perempuan juga bisa mengajukan talak jika sang suami mengancam keselamatannya, tidak memenuhi kepenuhan seperti nafkah selama 6 bulan dan meninggalkannya selama 4 bulan.

Cara Menjatuhkan Talak Nikah Siri

Setelah mengetahui mengenai hukum talak nikah siri, selanjutnya akan dibahas mengenai cara menjatuhkan talak. Talak nikah siri harus diawali dengan kalimat atau ucapan talak yang sah. Berikut adalah pembahasannya.

1. Talak Melalui Ucapan

Cara menjatuhkan talak yang pertama ialah dengan menalak atau menceraikannya melalui ucapan. Talak melalui ucapan yang jelas seperti “Saya talak kamu” sudah dianggap sebagai menggugat cerai atau menjatuhkan talak.

Meskipun sang suami mengucapkan kalimat tersebut dalam kondisi tidak serius atau sedang bercanda, tetap dianggap sudah menceraikan istrinya. Maka dari itu harus selalu diingat bahwa tidak boleh mengucapkan kalimat ini secara sembarangan dalam rumah tangga.

2. Talak Melalui Tulisan

Cara menjatuhkan talak yang kedua ialah dengan menalak melalui tulisan. Hal ini sesuai dengan hadis yang diucapkan oleh Ibrahim An Nakho’i, bahwa jika seorang lelaki menuliskan kata-kata talak dengan tangannya maka jatuhlah talak untuk istrinya tersebut. Namun perlu diingat bahwa lebih baik menjatuhkan talak secara langsung. Agar lebih jelas dan tidak ada kesalahpahaman.

3. Talak Melalui Isyarat

Cara menjatuhkan talak yang ketiga ialah melalui isyarat. Menjatuhkan talak yang satu ini sebenarnya tidak sah jika sang suami bisa mengucapkannya secara langsung. Dan untuk orang yang bisu bisa menjatuhkan talaknya melalui tulisan, karena dianggap lebih jelas daripada menggunakan bahasa isyarat.

Talak melalui isyarat juga bisa melalui ucapan seperti “Pulanglah kamu ke rumah kedua orangtua kamu.” Jika ucapan tersebut diucapkan dengan niat menceraikan, maka sah sudah talaknya. Namun jika tidak ada niat maka ucapan tersebut dianggap bukanlah talak.

4. Talak Bersama Saksi

Cara menjatuhkan talak yang keempat ialah mentalak dengan membawa saksi. Sebenarnya hal ini masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. Karena sebagian menganggap tidak perlu menggunakan saksi, dan yang lainnya menganggap saksi dibutuhkan agar talak yang dijatuhkan dianggap lebih sah. Sebenarnya kedua hal tersebut boleh-boleh saja, tergantung dari kesepakatan pasangan suami istri yang akan bercerai.

5. Gugatan Talak Oleh Istri

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa istri boleh meminta talak jika suami melakukan kelalaian selama pernikahannya. Untuk melakukannya sang istri harus mengirim wakil kepada suaminya. 

Wakil tersebut akan menyatakan maksud sang istri untuk bercerai dari suaminya. Jika suami setuju maka perceraian akan dilakukan dan perceraian tersebut sudah sah.

Itulah tadi cara menjatuhkan talak nikah siri yang sesuai dengan ajaran Islam. Sebaiknya talak atau perceraian tidak dilakukan karena Allah SWT sangat membenci umatnya yang melakukan perceraian. Namun jika alasannya jelas dan membahayakan satu sama lain maka dibolehkan untuk melakukan talak atau perceraian.

Baca Juga : 9 Keutamaan Muadzin untuk Tabungan Amal di Akhirat

9 Keutamaan Muadzin untuk Tabungan Amal di Akhirat

Di dalam setiap masjid atau musholla sudah dipastikan ada seorang muadzinya. Muadzin bertugas untuk mengumandangkan azan untuk mengingatkan umat islam jika sudah masuk waktu sholat. Tak ada syarat yang banyak untuk menjadi muadzin, siapa saja bisa asal niat yang ikhlas kepada Allah. Lalu, sudah tahu kah apa saja Keutamaan Muadzin?

Menjadi seorang muadzin merupakan suatu hal yang mulia. Sebab, mengajak orang lain untuk beribadah kepada Allah SWT. Keutamaan yang didapat oleh muadzin pun sangat berlimpah. Maka dari itu, inilah beberapa keutamaan yang didapat jika menjadi muadzin.

1. Diampuni Dosanya

Keutamaan menjadi muadzin yang pertama ialah dosanya dapat diampuni. Selama ia sedang mengumandangkan azan, maka di situlah dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT. Sebab, niatnya yang baik dan ikhlas untuk mengajak umat islam lainnya agar segera melaksanakan ibadah sholat.

2. Dijauhi dari Setan

Syetan memiliki tugas untuk membuat lalai manusia untuk tidak melaksanakan ibadah kepada Allah. Biasanya syetan akan merasa takut saat mendengar azan berkumandang. Oleh karena itu, ketika muadzin mengumandangkan azan, maka syetan akan menjauh dari lingkungan sekitar muadzin.

3. Mendapat Pahala yang Berlimpah

Pahala yang berlimpah senantiasa akan menjadi Keutamaan Muadzin. Mungkin, muadzin hanya terlihat sekadar mengumandangkan azan, tapi ternyata pahala yang didapatnya sangat banyak. Sebab, muadzin selalu mengajak orang lain untuk mengingat Allah dan beribadah kepada Allah.

4. Dapat Dikenali di Hari Kiamat

Di hari kiamat nanti, muadzin dapat dikenali oleh Rasul. Sebab di hari kiamat nanti, muadzin memiliki ciri leher yang panjang. Hal ini terjadi area yang dijangkau pada saat mengumandangkan azan sangat panjang dan luas. Serta hal ini dapat menjauhkan dari kesusahan di hari kiamat.

5. Memiliki Pahala dari yang Sholat

Selain mendapat pahala karena mengajak orang lain sholat. Muadzin juga akan mendapat pahala dari orang yang sholat karena mendengar azan yang dilantunkan. Tentunya, hal ini merupakan suatu keutamaan muadzin yang dapat melipat gandakan pahala. Hal ini juga bisa menjadi tabungan amal baik untuk di akhirat nanti.

6. Mendapat Doa dari Rasulullah

Rasulullah akan senantiasa mendoakan hal baik untuk muadzin. Tentunya ini merupakan hal yang sangat istimewa. Seperti diketahui, doa Rasulullah akan selalu dikabulkan oleh Allah SWT. Maka dari itu, sangat beruntung saat mendapat doa dari Rasulullah.

7. Dibanggakan di Depan Malaikat

Tentunya muadzin akan selalu dimuliakan oleh Allah SWT. Serta menceritakan kebaikan muadzin di depan malaikat. Sebab, Allah SWT sangat bangga dengan apa yang dilakukan muadzin. Mengingatkan dan mengajak yang lain untuk senantiasa beribadah kepada Allah SWT.

8. Memudahkan Jalan Menuju Surga

Keutamaan yang akan didapat muadzin berikutnya adalah dimudahkannya jalan untuk menuju dan masuk ke syurga. Hal ini terjadi, karena muadzin mengikuti jejak Rasulullah yang mana mengumandangkan adzan. Tentunya, hal ini akan mendapat pahala dengan dihadiahi syurga. Maka dari itu, menjadi muadzin dapat membawa banyak kebaikan dan pahala yang dapat memudahkan jalan menuju syurga.

9. Menjadi Teladan yang Baik

Mengumandangkan adzan merupakan suatu kegiatan baik yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT. Mengingatkan dengan hati yang ikhlas untuk beribadah di setiap waktu. Tentunya hal ini menjadi contoh mulia dan teladan baik yang bisa diikuti oleh siapapun.

Demikianlah 9 Keutamaan Muadzin yang bisa didapat jika dilakukan dengan hati yang ikhlas karena Allah SWT. Begitu banyak pahala yang didapat jika menjadi muadzin karena mengumandangkan adzan. Semoga ulasan mengenai keutamaan menjadi muadzin ini bisa menjadi referensi.

Baca Juga : Pengobatan Ala Rosul, Begini Cara Rasulullah Mengobati Penyakit

Pengobatan Ala Rosul, Begini Cara Rasulullah Mengobati Penyakit

Saat seseorang terkena penyakit, ikhtiar dengan berobat merupakan suatu kewajiban. Pengobatan ala rosul berikut ini cukup dianjurkan agar segela pulih kembali. Ikhtiar juga hendaknya dibarengi dengan tawakal dengan berdoa minta kesembuhan pada Allah.

Pada masa Rasulullah banyak umat yang terserang penyakit. Sebagai kekasih Allah, Rasul juga pernah mengalami sakit, karena Rasul juga kan manusia. Tetapi Rasulullah memiliki cara tersendiri dalam pengobatan penyakit yang dideritanya. Berikut ini cara pengobatan penyakit yang dianjurkan rasulullah.

1. Kompres Dengan Air

Pengobatan ala rosul yang pertama adalah kompres dengan air.  Hal ini pernah dipraktekan Rasul dahulu saat mengalami demam atau sakit panas. Rasul menganjurkan untuk melakukan kompres dengan air.

2. Ruqyah

Dalam hadis diriwayatkan bahwa Rasul pernah bercerita mengenai budak yang memiliki wajah hitam dari sisa perubahan warna kulit. Rasulullah mengatakan bahwa budak tersebut terkena penyakit karena pandangan mata yang dengki. Karena itu bacaan ruqiah diberikan untuknya agar kulit sang budak kembali normal.

Rasulullah sendiri juga pernah diruqyah oleh malaikat jibril saat beliau sakit. Seperti yang diriwayatkan dalam hadis muslim dan ahmad. Saat Rasul sakit, Aishah juga membacakan surat al falaq dan an nas kemudian meniupkannya di tangan dan mengusap wajah rosul dan tubuh dengan tanganya itu.

3. Bekam

Bekam juga merupakan salah satu pengobatan yang dilakukan rasulullah terdahulu. Tetapi belum menggunakan alat bekam secanggih sekarang. Berdasar riwayat ibn Abbas, Rasul merasakan sakit di bagian kepalanya saat berikhram, kemudian beliau dibekam pada bagian tersebut.

Saat itu Rasulullah dibekam oleh Abu Thaiban dengan upah dua sha makanan. Rasul kala itu juga berbicara pada keluarganya, kemudian mereka mengurangi sebagian dari pajak. Rasulullah berkata dalam hadist riwayat bukhari dan muslim yakni sebaik baik obat adalah berbekam.

Selaras dengan hadis yang diriwayatkan ibnu Abbas, Rasulullah berkata bahwa terdapat tiga metode penyembuhan, satu diantaranya adalah bekam. Allah melarang melakukan penyembuhan dengan menempelkan besi panas.  

4. Minum Madu

Madu memiliki banyak sekali manfaat, baik untuk mencegah maupun mengobati berbagai penyakit. Dahulu kala dikisahkan abu said al khudri dalam riwayat tirmidzi bahwa seseorang bergegas menemui Rasulullah untuk mengabarkan kondisi saudaranya yang diare dan sakit perut. Kemudian Rasul menyuruhnya untuk meminum madu.

Orang tersebut lantas kembali lagi ke Rasul dan mengatakan dia sudah memberi madu tetapi malah menjadi parah diarenya.  Rasul pun bersabda bahwa perut saudaranya telah berbohong. Kemudian orang itu memberinya madu kembali dan saudaranya pun sembuh.

Madu murni terkandung banyak sekali nutrisi yang baik untuk kesehatan. Seperti antibakterial, antioksidan yang tinggi, meredakan batuk, dan segudang manfaat baik lainnya.

5. Minum Habbat Sauda

Terdapat hadist yang membahas mengenai obat yang cukup populer yakni jintan hitam atau habbatussauda. Herbal ini disebut-sebut berfungsi untuk mengobati beragam penyakit. Rasulullah pun mengatakan demikian.

Saat ini habbatussauda bisa dengan mudah dijumpai di toko herbal baik online maupun offline.  Perpaduan pengobatan antara bekam ruqyah dan herbal akan memberikan kesembuhan yang maksimal. Tetapi jangan lupa untuk bertawakal pada Allah, karena hanya Allah lah kesembuhan bisa didapatkan.

Saat pandemi corona begini sebaiknya umat muslim perlu menjaga diri serta kesehatan. Ikutilah pola hidup ala rasulullah. Berdoa dan ihtiar semaksimal mungkin agar dijauhkan dari bahaya penyakit yang mengancam kehidupan.

Itulah cara pengobatan ala rosul yang bisa dipraktekan. Islam memang merupakan agama yang mulia dan komplit. Segala sesuatunya sudah diatur dan dicontohkan oleh Rasul sebagai teladan umat muslim.

Baca Juga : Jilbab Syari Menurut Islam, Begini Ketentuannya

Jilbab Syari Menurut Islam, Begini Ketentuannya

Penggunaan hijab terus meningkat tiap tahunnya. kini hijab tidak hanya berfungsi untuk menutup aurat semata, tetapi juga mode dan tren. Banyak yang mengenakan hijab semata-mata untuk tampil lebih bergaya dan trendy. Tetapi jilbab syari menurut islam memiliki makna berbeda yang begitu dalam.

Meski awalnya hanya mengikuti tren, tetapi jika diiringi niat yang tulus dan istiqomah tidak akan melepasnya lagi, itu merupakan kebanggan. Sayangnya, masih banyak yang belum memantapkan berhijab. Untuk itu, berikut ini jilbab syari menurut anjuran Islam untuk memantapkan diri dalam berhijab.

1. Menutupi Seluruh Tubuh Dengan Baik, Kecuali Bagian Yang Dikecualikan

Ketentuan jilbab syari menurut islam pertama yakni menutupi seluruh tubuh dengan baik. dalam surat an-nur ayat 31 Allah berfirman bahwa hendaknya setiap perempuan menutupi badan mereka dengan kerudung dan jangan menampakkan perhiasan kecuali pada suami mereka.

Terdapat perbedaan ulama mengenai makna menampakkan perhiasan. Ada yang berpendapat bahwa perhiasan yang boleh untuk dilihat adalah pakaian yang digunakan. Tetapi ibnu jarir mengartikan perhiasan sebagai wajah dan telapak tangan.

Jilbab syari yang baik adalah tidak memperlihatkan rambut, leher atau telinga. Bagian dada juga harus ditutup secara sempurna.

2. Bahan Jilbab Tidak Tipis atau Transparan Serta Tidak Menampakkan Lekuk Tubuh

Jilbab yang dikenakan tidak boleh berbahan tipis. Jika terpaksa, hendaknya gunakan pakaian lapisan agar tidak menerawang. Lebih baik lagi jika berbahan tebal agar lekuk tubuh tidak nampak. Hal tersebut untuk menghindari timbulnya syahwat bagi orang yang memiliki niat buruk.

Diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid bahwa Rasulullah pernah bertanya padanya mengapa ia tidak mengenakan baju qutbiyah yang diberikan. Usamah kemudian menjawab bahwa ia telah memberikannya pada isterinya. Rasul selanjutnya berpesan agar istrinya mengenakan pakaian bagian dalam karena khawatir akan menampakkan lekuk tubuhnya,

3. Tidak Memakai Wewangian

Parfum atau wewangian dilarang digunakan untuk menghindari perhatian lawan jenis. Hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah berbunyi bahwa dahulu ada seorang wanita yang melintas di hadapannya kemudian aroma wewangiannya tercium.

Lantas Abu Hurairah bertanya apakah ia akan pergi ke masjid. Wanita tersebut mengiyakannya. Lalu Abu Hurairah menyuruhnya pulang dan mandi. Karena Rasulullah pernah bersabda bahwa tidak akan diterima sholat seorang hamba jika pergi ke masjid mengenakan wewangian yang begitu mencolok baunya. Sampai orang tersebut mandi dan hilanglah baunya.

4. Pakaian Yang Dikenakan Tidak Menyerupai Pakaian Laki-Laki

Meski sudah biasa memakai jeans bersama kerudung atau jilbab, sebaiknya mulai biasakan diri dengan mengubah pakaian yang sesuai syariat Rasulullah. Rasulullah sendiri melaknat seorang wanita yang memakai busana menyerupai lawan jenis, begitupun sebaliknya.

5. Tidak Menyerupai Pakaian Wanita Kafir Dan Mengundang Sensasi 

Jangan begitu saja meniru model dan gaya pakaian yang sedang tren. Sebaiknya pilah-pilah mana yang syari dan menutup aurat secara sempurna. Jangan asal pilih, karena bisa jadi seorang muslim dianggap sebagai golongan mereka yang kafir karena menyerupai pakaiannya.

Hindari pakaian yang mengandung syuhrah atau mengundang sensasi dari segi model atau warnanya yang begitu mencolok. Wanita muslim perlu memilih pakaian yang akan dikenakan secara hati-hati. Karena pakaian syuhrah bisa mengantarkan seseorang kepada kehinaan saat kiamat kelak.

Nah, itulah jilbab syari menurut islam yang penting untuk diperhatikan. Syarat diatas harus dipatuhi bagi setiap muslimah sebagai bentuk ketaatan pada Allah dan Rasul Nya. Jilbab syari juga merupakan jalan terbaik untuk istiqomah dalam beragama. Dengan istiqomah, seseorang akan selamat dari dunia maupun akhirat.

Baca Juga : Meneladani Cara Rosul Mendidik Anak Guna Menanamkan Akhlak Mulia Pada Anak

Meneladani Cara Rosul Mendidik Anak Guna Menanamkan Akhlak Mulia Pada Anak

Mendidik anak bukanlah suatu perkara yang mudah. Sebab hal ini akan berpengaruh pada sikap dan karakter anak hingga anak menjadi dewasa. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui bagaimana cara mendidik anak dengan benar. Rasulullah SAW telah memberikan teladan bagaimana cara mendidik anak sesuai dengan umurnya. Berikut ini akan dibahas 4 cara rosul mendidik anak sehingga anak memiliki akhlak yang baik.

Tahapan Pendidikan Anak Ala Rosul Sesuai Tahapan Usia

Rasulullah SAW merupakan suri tauladan bagi umat Islam. Banyak perbuatan beliau yang kemudian dijadikan Sunnah. Di antaranya adalah cara rosul mendidik anak. Penting untuk meneladani cara rosul mendidik anak. Sebab, dengan cara tersebut maka anak akan memiliki akhlak yang baik dan sesuai dengan syari’at agama Islam.

1. Saat Anak Berumur 0 Hingga 6 Tahun

Rasulullah menganjurkan pada orang tua untuk memberikan kasih sayang yang tiada terbatas pada anak. Berikan kasih sayang tanpa memandang status anak baik sulung maupun bungsu. 

Jangan memukul atau membentak anak jika anak melakukan kesalahan sekalipun dengan alasan untuk mendidik. Dengan melakukan hal ini, maka anak akan merasa dekat dengan orang tuanya. 

Anak akan merasa bahwa orang tua merupakan bagian dari diri anak yang juga dapat dijadikan sebagai teman. Anak akan memperoleh rasa aman sebab anak tahu bahwa orang tua akan selalu berada disisi anak.

2. Saat Anak Berumur 7 Hingga 14 Tahun

Ketika anak mulai berumur 7-14 tahun, mulailah untuk menanamkan nilai disiplin dan rasa tanggung jawab. Ajarkan anak tentang sholat dan contohkan pada anak dengan cara mengajak anak untuk melaksanakan sholat bersama-sama. 

Bahkan ada sebuah hadist yang mengatakan apabila anak sudah berusia 10 tahun dan tidak mau sholat, maka orang tua diperbolehkan untuk memukul anak tersebut. Kemudian pisahkan tempat tidur antara anak laki-laki dan anak perempuan. Masa ini merupakan saat terbaik untuk membentuk kepribadian serta menanamkan akhlak yang baik pada anak.

3. Saat Anak Berumur 15 Hingga 21 Tahun

Masa ini biasanya anak mulai berani memberontak. Oleh sebab itu, orang tua harus bisa menjadi teman bagi anak. Perbanyak berbicara dan dekati anak layaknya seorang teman. Ajarkan nilai-nilai kehidupan yang mungkin akan berguna bagi anak nantinya.

Pada anak perempuan, berikanlah pengetahuan mengenai haid, dan biarkan anak mengutarakan apa saja yang anak rasakan. Jadilah pendengar yang baik untuk anak-anak. 

Apabila orang tua tidak setuju dengan anak, hindari membentak atau memarahi anak di hadapan saudaranya yang lain. Bersikap lah bijak. Sehingga anak tidak akan mencari tempat lain untuk berkeluh kesah sebab orang tua dapat mendengarkan anak dengan baik.

4. Saat Anak Berumur 21 Tahun Keatas

Pada tahap ini, berikanlah kebebasan dan kepercayaan pada anak untuk memilih jalan hidup sendiri. Orang tua hanya perlu memantau dan menasehati serta mengiringi dengan do’a semoga apa yang menjadi keputusan anak merupakan hal terbaik untuk dirinya. 

Berikan gambaran pada anak mengenai apa yang akan dihadapi diluar rumah nantinya. Sebagai orang tua, jangan pernah lelah untuk menasehati anak, berikan kasih sayang kepada anak agar senantiasa ingat pada orang tuanya.

Ingatlah bahwa masa kecil anak tidak akan terulang dua kali. Oleh sebab itu temani anak tumbuh dan berkembang. Ajak anak bermain bersama guna menjalin kedekatan antara orang tua dan anak. 

Teladani cara rosul mendidik anak sebab pada tiap fasenya, terdapat masa-masa penting dalam membentuk keimanan serta kepribadian pada anak. Anak yang diberikan kasih sayang yang berlimpah dari orang tuanya akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri. 

Oleh sebab itu, carilah aktivitas atau kegiatan yang dapat menciptakan kedekatan antara orang tua dan anak sehingga mampu membayar semua waktu dan tenaga yang digunakan untuk mencari rezeki bagi anak.

Baca Juga : 7 Tata Cara Adab Sholat Berjamaah Yang Harus Diketahui

7 Tata Cara Adab Sholat Berjamaah Yang Harus Diketahui

Sholat merupakan salah satu kewajiban bagi umat muslim. Hal ini menjadi sebuah kewajiban maupun tuntutan yang wajib dilaksanakan oleh umat muslim yang sudah baligh atau dewasa. Adab sholat berjamaah pun diatur dalam sebuah aturan yang relevan sehingga dapat dijadikan panduan ataupun acuan dalam melaksanakan ibadah bagi umat muslim. Sholat sendiri menjadi salah satu rukun islam, tepatnya rukun islam nomor dua, yang menuntut agar seluruh umat muslim menjalankan ibadah sholat.

Hal Wajib yang Harus Dilakukan

Setiap muslim di seluruh dunia pasti menjalankan ibadah sholat. Baik itu secara beramaah mauoun secara individu. Namun keutamaan sholat secara berjamaah memang telah diatur dalam Al-Qur’an dan hadits. Sholat sendiri ada 5, yaitu dikerjakan pada waktu subuh, kemudian dzuhur, ashar, magrib serta isya. 

Dalam melaksanakan sholat lebih diutamakan dilaksanakan secara berjamaah, mengingat pahala serta amalnya akan lebih  banyak dibandingkan mengerjakan secara sendiri dirumah. Dalam melaksanakan sholat tentu ada beberpa aturan yang harus dipatuhi.

1.Melaksanakan Wudhu

Dalam sholat berjamaah, wudhu merupakan hal yang harus dilaksanakan pertama kalinya. Ini sebagai langkah mensucikan diri dari najis serta kotoran-kotoran yang ada pada tubuh sebelum melaksanakan sholat berjamaah. Wudhu menjadi salah satu landasan saat akan mengerjakan ibadah sholat. Karena ada hadits serta aturan dalam Al-Quran yang mewajibkan melaksanakn wudhu sebelum sholat.

2. Membaca Doa Ke Masjid

Saat akan melaksanakan sholat berjamaah di masjid dianjurkan untuk membaca doa ke masjid. Membaca doa ke masjid tentunya akan mendapat pahala, dengan begitu setiap langkah yang digunakan untuk melaksanakan ibadah sholat berjamaah di masjid akan terhitung sebagai pahala.

3. Membaca Doa Saat Masuk Masjid

Setelah sampai di masjid pun dianjurkan untuk membaca doa masuk masjid. Baik masuk dan keluar masjid dianjurkan untuk membaca doa. Ini menjadi salah satu adab sholat berjamaah di masjid, sama seperti masuk ke rumah atau bertamu. Saat masuk masjid sendiri sebagai umat muslim merupakan kegiatan memasuki rumah Allah, yang tentu saja harus membaca doa layaknya ketika bertamu.

4. Tidak Lewat Saat Ada yang Mengerjakan Sholat

Saat melaksanakan sholat berjamaah di masjid hendaknya tidak lewat secara sembarangan ketika ada yang mengerjakan shalat. Lebih baik menunggu sampai orang tersebut selesai mengerjakan sholatnya. 

Selain hal tersebut tidak sopan, dengan sembarang lewat saat ada yang sedang mengerjakan sholat bisa mencerminkan bahwa kurangnya adab yang dimiliki saat mengerjakan sholat berjamaah di masjid.

5. Mengerjakan Sholat Sunah

Sebelum melaksana kan sholat berjamaah dianjurkan untuk mengerjakan sholat sunah dua rakaat. Sholat ini dikerjakan sebelum duduk. Jadi sambil menunggu panggilan sholat berjamaah, hendaknya mengerjakan sholat sunah dua rakaat.

6. Menjawab Adzan

Saat adanya adzan, sebagai makmum diwajibkan untuk menjawab adzan, yaitu dengan mengulang kata-kata yang diucapkan oleh seorang muadzin.  Setelah menjawab adzan ada baiknya berdoa setelah selesai adzan. Doa dan bacaan saat menjawab adzan dapat dilihat di panduan sholat.

7. Merapikan Shaf Sebelum Sholat

Sebelum sholat berjamaah, barisan harus dirapikan dan tidak boleh ada space kosong. Dalam hal ini ada sabda dari Rasulullah bahwa dengan merapikan shaf ketika sholat berjamaaah maka terhindar dari hal buruk. Jangan biarkan ada shaf yang kosong, ketika kosong maka harus segera diisi.

8. Membaca Niat dan Melaksanakan Sholat

Saat imam sudah mengucapkan takbir, maka sebagai makmum harus membaca niat dan kemudian sholat secara berjamaah. Saat melaksanakn sholat hendaknya dilakukan dengan khusuk. Dengarkan bacaan imam sholat dan membaca doa-doa ketika sholat.

Itulah beberapa adab sholat berjamaah. Sebagai salah satu kewajiban umat muslim, sholat harus dilaksanakan dengan khusyu. Perhatikan sekitar saat akan melaksanakan sholat berjamaah. Sopan santun merupakan hal terpenting saat melaksanakan sholat secara berjamaah.,

Baca Juga : Cara Mengganti Puasa Ibu Hamil dan Menyusui Dengan Membayar Fidyah

Cara Mengganti Puasa Ibu Hamil dan Menyusui Dengan Membayar Fidyah

Berbagai perubahan dan masalah fisik kerap dialami oleh wanita terutama pada saat hamil dan menyusui. Salah satunya adalah tubuh terasa lemah dibanding dengan sebelum hamil. Kondisi ini seringkali menyebabkan seorang ibu hamil tidak mampu melaksanakan puasa Ramadhan. Salah satu cara untuk mengganti puasa ibu hamil adalah dengan membayar fidyah. Berikut penjelasan lengkapnya!

Pengertian Fidyah

Dalam Bahasa Arab, Fidyah merupakan masdar dari kata ‘Fadaa’ yang artinya menebus atau mengganti. Sementara secara istilah, Fidyah adalah sejumlah harta benda dalam jumlah tertentu yang wajib diberikan kepada fakir msikin sebagai pengganti dari ibadah yang tidak dapat dilaksanakan.

Berapa Besaran Fidyah yang Harus dikeluarkan?

Terdapat berbagai pendapat ulama mengenai aturan pengeluaran fidyah. Namun, merujuk pada zaman Nabi, besaran fidyah setara dengan satu mud yaitu ukuran telapak tangan manusia untuk menampung bahan makanan. Atau setara dengan 0,675 kilogram untuk mengganti satu hari puasa.

Pendapat lain mengatakan bahwa besaran fidyah adalah dengan memberi makan siang dan malam hari hingga kenyang. Atau setara dengan dua mud gandum ukuran mud Nabi Muhammad SAW.

Apakah Fidyah Boleh diganti dengan Uang?

Berdasarkan pengertian serta tujuan pemberian fidyah, maka sah saja apabila fidyah dibayarkan dalam bentuk uang. Akan tetapi, jika menemukan indikasi uang tersebut malah digunakan untuk berfoya-foya atau disalahgunakan, maka lebih baik untuk memberikannya dalam bentuk bahan makanan saja.

Siapa saja yang Wajib Membayar Fidyah?

Bagi orang yang tidak sanggup menjalankan ibadah puasa dapat membayar fidyah atau mengganti puasa di hari lain. Namun, ada juga yang diharuskan untuk membayar fidyah saja. Adapun orang yang diwajibkan untuk membayar fidyah atau mengganti puasa adalah:

  • Ibu hamil dan menyusui yang khawatir akan kesehatan janinnya
  • Orang yang terlambat mengganti puasa hingga datang bulan Ramadhan berikutnya tanpa alasan udzur.

Sementara orang yang diwajibkan untuk membayar fidyah saja tanpa mengganti puasa adalah:

  • Orang sakit yang kondisi fisiknya sudah tidak memungkinkan lagi untuk berpuasa
  • Orang sakit yang kemungkinan sembuhnya sangat sedikit.

Bagaimana Tata Cara Membayar Fidyah?

Pembayaran fidyah dianjurkan dilakukan pada bulan Ramadhan hingga sebelum shalat Ied. Pembayaran juga dapat disalurkan melalui badan amil zakat. Adapun cara membayar fidyah adalah sebagai berikut:

1. Hitunglah Jumlah Hari Tidak Berpuasa

Tandai setiap kali tidak melakukan ibadah puasa. Hal ini bertujuan agar tidak ada satupun hari yang terlewat sehingga pembayaran fidyah bisa lebih akurat. Selain itu juga untuk menentukan besaran biaya fidyah yang harus dibayarkan.

2. Niatkan Untuk Membayar Fidyah

Niat adalah hal terpenting. Tanpa adanya niat, ibadah seringkali menjadi tidak sah. Untuk itu, sebelum membayar fidyah, niatkan terlebih dahulu. Bayarkan fidyah sesuai jumlah hari tidak melakukan ibadah puasa.

3. Datangi Badan Amil Zakat Daerah Setempat

Setelah mengetahui jumlah hari tidak berpuasa dan berniat, maka langkah selanjutnya adalah membayarkan fidyah dengan cara mengunjungi badan amil zakat setempat. Kemudian sampaikan maksud bahwa akan membayar fidyah.

4. Panitia Akan Membacakan Doa Sebagai Tanda Bahwa Fidyah Telah Dibayarkan

Panitia akan menerima fidyah serta membacakan doa sebagai pertanda fidyah telah dibayarkan. Dengan begitu, hutang puasa menjadi lunas. Namun, apabila alasan tidak berpuasa adalah hanya mengkhawatirkan kesehatan bayi saja, maka sang ibu tetap harus mengganti puasanya di lain waktu.

Demikianlah tata cara mengganti puasa ibu hamil dengan fidyah atau membayar kembali. Untuk masing-masing ibu tentu bisa menjatuhkan pilihan yang berbeda disesuaikan dengan kondisi kesehatan ibu dan bayinya.

Baca Juga : Khasiat Puasa Senin Kamis Untuk Keimanan dan Kesehatan

8 Keajaiban Puasa Daud yang Dapat Menjadi Sumber Pahala

Saat ini sudah banyak yang menjalankan puasa Daud dengan berbagai macam alasan di belakangnya. Ada yang menjalankan puasa ini sebagai ibadah, ada juga yang untuk melakukan diet, dan lainnya. Siapa saja bisa menjalankan puasa Daud, sebab mudah dilakukan. Namun, perlu diketahui, ada banyak keajaiban puasa daud yang bisa didapat saat menjalankannya.

Puasa Daud merupakan puasa sunnah yang dijalankan oleh nabi Daud. Tata cara pelaksanaannya, yaitu selang-seling, artinya sehari berpuasa, dan sehari lagi tidak berpuasa. Serta cara puasanya pun tak jauh beda dengan puasa sunnah lainnya. Maka dari itu, inilah beberapa keajaiban yang akan didapat bila menjalankan puasa Daud.

1. Membuat Jiwa Lebih Tenang dan Tentram

Keajaiban pertama yang akan didapat jika melaksanakan puasa Daud, yaitu jiwa akan terasa lebih tenang, tentram, dan damai. Hal ini terjadi sebab dengan melaksanakan puasa Daud, artinya lebih mendekatkan diri kepada Allah. Terkadang di dalam kehidupan duniawi, ada saja hal-hal yang membuat jiwa tak nyaman atau gelisah, namun denga berpuasa Daud dapat mengatasi sedikit demi sedikit permasalahan tersebut.

2. Mendapat Rezeki yang Tak Terduga

Selain dapat menenangkan jiwa, melaksanakan puasa Daud juga dapat mendatangkan rezeki yang tak terduga. Hal ini terjadi karena puasa Daud merupakan salah satu pintu rezeki yang bisa terbuka saat menjalankan ibadah tersebut. Keajaiban puasa daud dalam rezeki ini tentunya dapat membantu dalam hal perekonomian.

3. Meningkatkan Akhlak Baik

Akhlak baik yang meningkat merupakan salah satu keajaiban yang didapat bila menjalankan puasa Daud. Dengan memiliki akhlak baik yang terus meningkat, tentunya dapat menjadi sumber ladang pahala. Hal ini pun akan berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjadi lebih rendah hati, sabar, suka menolong, dan perilaku baik lainnya.

4. Meminimalisir Perbuatan Maksiat

Apabila sering menjalankan puasa Daud, maka dapat meminimalisir atau bahkan terhindar dari maksiat. Sebab, jika ingin melakukan hal maksiat yang disengaja ataupun tidak. Maka akan ada sesuatu yang terasa di dalam hati dan pikiran, mengingatkan untuk tidak melakukan hal tersebut. Hal ini terjadi karena dengan menjalankan puasa Daud, dapat membuat diri lebih dekat kepada Allah SWT. Keajaiban puasa ini, tentunya dapat mengurangi dosa-dosa dari maksiat.

5. Selalu Merasa Bersyukur

Keajaiban puasa daud selanjutnya yaitu akan selalu merasa bersyukur. Kadang kala, akan ada dimana merasa hidup selalu kurang dari segi apapun. Namun, bila menjalankan puasa Daud, maka hati dan jiwa senantiasa akan selalu merasa bersyukur. Bersyukur atas kehendak Allah yang diberikan dalam segi apapun di kehidupan ini.

6. Memiliki Suasana Keluarga yang Harmonis

Bagi yang sudah menikah, menjalankan puasa Daud bisa menciptakan suasana keluarga yang harmonis. Sebab, seperti yang disebutkan diatas, puasa Daud dapat membuat jiwa lebih tenang dan tentram, lebih bersyukur, meningkatnya akhlak. Oleh karena itu, hal-hal tersebut dapat membuat suasana keluarga menjadi lebih damai dan harmonis, sebab dapat selalu mengontrol diri.

7. Bertambahnya Wibawa

Orang yang berwibawa biasanya akan lebih disegani. Bagi yang menjalankan puasa Daud, maka akan mendapat keajaiban berupa bertambahnya wibawa yang ada di dalam diri. Tentunya hal ini akan berpengaruh di dalam aspek kehidupan, misal dalam pekerjaan, dan lainnya.

8. Tertanamnya Sifat Hilm

Sifat hilm merupakan sifat yang mana dapat mengontrol atau mengendalikan emosi. Keajaiban tertanamnya sifat hilm akan datang kepada yang menjalankan puasa Daud. Tentunya, mengendalikan emosi di dalam kondisi apapun merupakan suatu hal yang penting. Maka dari itu, dengan melaksanakan puasa Daud akan senantiasa dapat tertanam sifat hilm.

Demikianlah 8 keajaiban puasa daud yang dapat diperoleh jika menjalankannya. Begitu banyak pahala yang didapat jika melaksanakan puasa Daud. Semoga ulasan mengenai keajaiban dalam puasa daud ini dapat menjadi referensi.

Baca Juga : Khasiat Puasa Senin Kamis Untuk Keimanan dan Kesehatan