Jilbab Syari Menurut Islam, Begini Ketentuannya

Jilbab Syari Menurut Islam, Begini Ketentuannya

Penggunaan hijab terus meningkat tiap tahunnya. kini hijab tidak hanya berfungsi untuk menutup aurat semata, tetapi juga mode dan tren. Banyak yang mengenakan hijab semata-mata untuk tampil lebih bergaya dan trendy. Tetapi jilbab syari menurut islam memiliki makna berbeda yang begitu dalam.

Meski awalnya hanya mengikuti tren, tetapi jika diiringi niat yang tulus dan istiqomah tidak akan melepasnya lagi, itu merupakan kebanggan. Sayangnya, masih banyak yang belum memantapkan berhijab. Untuk itu, berikut ini jilbab syari menurut anjuran Islam untuk memantapkan diri dalam berhijab.

1. Menutupi Seluruh Tubuh Dengan Baik, Kecuali Bagian Yang Dikecualikan

Ketentuan jilbab syari menurut islam pertama yakni menutupi seluruh tubuh dengan baik. dalam surat an-nur ayat 31 Allah berfirman bahwa hendaknya setiap perempuan menutupi badan mereka dengan kerudung dan jangan menampakkan perhiasan kecuali pada suami mereka.

Terdapat perbedaan ulama mengenai makna menampakkan perhiasan. Ada yang berpendapat bahwa perhiasan yang boleh untuk dilihat adalah pakaian yang digunakan. Tetapi ibnu jarir mengartikan perhiasan sebagai wajah dan telapak tangan.

Jilbab syari yang baik adalah tidak memperlihatkan rambut, leher atau telinga. Bagian dada juga harus ditutup secara sempurna.

2. Bahan Jilbab Tidak Tipis atau Transparan Serta Tidak Menampakkan Lekuk Tubuh

Jilbab yang dikenakan tidak boleh berbahan tipis. Jika terpaksa, hendaknya gunakan pakaian lapisan agar tidak menerawang. Lebih baik lagi jika berbahan tebal agar lekuk tubuh tidak nampak. Hal tersebut untuk menghindari timbulnya syahwat bagi orang yang memiliki niat buruk.

Diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid bahwa Rasulullah pernah bertanya padanya mengapa ia tidak mengenakan baju qutbiyah yang diberikan. Usamah kemudian menjawab bahwa ia telah memberikannya pada isterinya. Rasul selanjutnya berpesan agar istrinya mengenakan pakaian bagian dalam karena khawatir akan menampakkan lekuk tubuhnya,

3. Tidak Memakai Wewangian

Parfum atau wewangian dilarang digunakan untuk menghindari perhatian lawan jenis. Hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah berbunyi bahwa dahulu ada seorang wanita yang melintas di hadapannya kemudian aroma wewangiannya tercium.

Lantas Abu Hurairah bertanya apakah ia akan pergi ke masjid. Wanita tersebut mengiyakannya. Lalu Abu Hurairah menyuruhnya pulang dan mandi. Karena Rasulullah pernah bersabda bahwa tidak akan diterima sholat seorang hamba jika pergi ke masjid mengenakan wewangian yang begitu mencolok baunya. Sampai orang tersebut mandi dan hilanglah baunya.

4. Pakaian Yang Dikenakan Tidak Menyerupai Pakaian Laki-Laki

Meski sudah biasa memakai jeans bersama kerudung atau jilbab, sebaiknya mulai biasakan diri dengan mengubah pakaian yang sesuai syariat Rasulullah. Rasulullah sendiri melaknat seorang wanita yang memakai busana menyerupai lawan jenis, begitupun sebaliknya.

5. Tidak Menyerupai Pakaian Wanita Kafir Dan Mengundang Sensasi 

Jangan begitu saja meniru model dan gaya pakaian yang sedang tren. Sebaiknya pilah-pilah mana yang syari dan menutup aurat secara sempurna. Jangan asal pilih, karena bisa jadi seorang muslim dianggap sebagai golongan mereka yang kafir karena menyerupai pakaiannya.

Hindari pakaian yang mengandung syuhrah atau mengundang sensasi dari segi model atau warnanya yang begitu mencolok. Wanita muslim perlu memilih pakaian yang akan dikenakan secara hati-hati. Karena pakaian syuhrah bisa mengantarkan seseorang kepada kehinaan saat kiamat kelak.

Nah, itulah jilbab syari menurut islam yang penting untuk diperhatikan. Syarat diatas harus dipatuhi bagi setiap muslimah sebagai bentuk ketaatan pada Allah dan Rasul Nya. Jilbab syari juga merupakan jalan terbaik untuk istiqomah dalam beragama. Dengan istiqomah, seseorang akan selamat dari dunia maupun akhirat.

Baca Juga : Meneladani Cara Rosul Mendidik Anak Guna Menanamkan Akhlak Mulia Pada Anak